Javascript must be enabled to continue!
Eksistensi Syaikh Ahmad Surkati sebagai Tokoh Pembaharuan Islam di Indonesia 1914-1943
View through CrossRef
Permasalahan pokok dalam penelitian ini adalah Pembaharuan Islam yang dibawa Syaikh Ahmad Surkati di Indonesia 1914-1943. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: (1) Syaikh Ahmad Surkati tidak diterima oleh Jamiat Khair, (2) Syaikh Ahmad Surkati diterima dengan baik oleh Kolonial Belanda, (3) Pemikiran Pembaharuan Syaikh Ahmad Surkati dan Pandangan Tokoh Pembaharuan Islam di Indonesia. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa Pertama, Syaikh Ahmad Surkati tidak diterima oleh Jamiat Khair karena memiliki pemikiran tentang Fatwa Solo yang isinya memperbolehkan wanita keturunan nabi menikah dengan laki-laki bukan keturunan nabi karena menurutnya tidak ada beda antara orang Arab dengan pribumi. Kedua, Syaikh Ahmad Surkati diterima dengan baik oleh Belanda karena pada ketika itu diterapkan masa politik etis (Politik Balas Budi) pada saat itu keturunan Arab memiliki pangkat yang tinggi sehingga bisa mengajar di Indonesia dan Syaikh Ahmad Surkati juga bisa berbahasa Melayu dan memiliki sertifikat tertinggi guru agama di Istanbul. Ketiga: pemikiran pembaharuan Syaikh Ahmad Surkati dan pandangan tokoh pembaharuan Islam di Indonesia. Pemikiranya yaitu pernikahan wanita syarifah (wanita keturunan nabi) dengan pria keturunan non alawiyah (bukan keturunan nabi), ijtihad dan taqlid kemudian menziarahi makam dan bertawasul kepada nabi serta pandangan tokoh pembaharuan Islam tentang ia adalah datang dari Buya Hamka yang mengatakan dialah yang teguh pendirian dan memiliki ilmu yang luas.
Universitas Islam Negeri Imam Bonjol Padang
Title: Eksistensi Syaikh Ahmad Surkati sebagai Tokoh Pembaharuan Islam di Indonesia 1914-1943
Description:
Permasalahan pokok dalam penelitian ini adalah Pembaharuan Islam yang dibawa Syaikh Ahmad Surkati di Indonesia 1914-1943.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: (1) Syaikh Ahmad Surkati tidak diterima oleh Jamiat Khair, (2) Syaikh Ahmad Surkati diterima dengan baik oleh Kolonial Belanda, (3) Pemikiran Pembaharuan Syaikh Ahmad Surkati dan Pandangan Tokoh Pembaharuan Islam di Indonesia.
Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa Pertama, Syaikh Ahmad Surkati tidak diterima oleh Jamiat Khair karena memiliki pemikiran tentang Fatwa Solo yang isinya memperbolehkan wanita keturunan nabi menikah dengan laki-laki bukan keturunan nabi karena menurutnya tidak ada beda antara orang Arab dengan pribumi.
Kedua, Syaikh Ahmad Surkati diterima dengan baik oleh Belanda karena pada ketika itu diterapkan masa politik etis (Politik Balas Budi) pada saat itu keturunan Arab memiliki pangkat yang tinggi sehingga bisa mengajar di Indonesia dan Syaikh Ahmad Surkati juga bisa berbahasa Melayu dan memiliki sertifikat tertinggi guru agama di Istanbul.
Ketiga: pemikiran pembaharuan Syaikh Ahmad Surkati dan pandangan tokoh pembaharuan Islam di Indonesia.
Pemikiranya yaitu pernikahan wanita syarifah (wanita keturunan nabi) dengan pria keturunan non alawiyah (bukan keturunan nabi), ijtihad dan taqlid kemudian menziarahi makam dan bertawasul kepada nabi serta pandangan tokoh pembaharuan Islam tentang ia adalah datang dari Buya Hamka yang mengatakan dialah yang teguh pendirian dan memiliki ilmu yang luas.
Related Results
Ahmad Surkati: Pelopor Pembaharuan Kajian Hadis di Indonesia
Ahmad Surkati: Pelopor Pembaharuan Kajian Hadis di Indonesia
The article discusses the significant role of Ahmad Surkati as a pioneer in the renewal of hadith studies in Indonesia. It examines Surkati's intellectual journey, highlights his c...
Elemen Islam Liberal dalam Idea Pembaharuan Islam Ahmad Wahib
Elemen Islam Liberal dalam Idea Pembaharuan Islam Ahmad Wahib
Idea pembaharuan Islam Ahmad Wahib di dalam buku Pergolakan Pemikiran Islam Catatan Ahmad Wahib menjadi salah satu sumber inspirasi pemikiran Islam liberal di Indonesia. Objektif k...
Eksistensi Tokoh Dalam Naskah Drama "RT NOL RW NOL" Karya Iwan Simatupang (Kajian Eksistensialisme Albert Camus)
Eksistensi Tokoh Dalam Naskah Drama "RT NOL RW NOL" Karya Iwan Simatupang (Kajian Eksistensialisme Albert Camus)
Naskah drama “RT NOL RW NOL” karya Iwan Simatupang berisi tentang perjuangan sekelompok manusia melepas statusnya sebagai tunawisma dan memberi makna dalam hidup masing-masing. Tuj...
ANALISIS KARAKTER TOKOH UTAMA WANITA DALAM CERPEN MENDIANG KARYA S.N. RATMANA
ANALISIS KARAKTER TOKOH UTAMA WANITA DALAM CERPEN MENDIANG KARYA S.N. RATMANA
Penelitian ini membahas tentang analisis karakter tokoh utama wanita dalam cerpen Mendiang karya S.N. Ratmana. Masalah penelitian ini yaitu bagaimanakah karakter tokoh utama wanita...
K.H. AHMAD DAHLAN DALAM JARINGAN ULAMA DI SURAKARTA AWAL ABAD KE-20
K.H. AHMAD DAHLAN DALAM JARINGAN ULAMA DI SURAKARTA AWAL ABAD KE-20
Memasuki pergantian abad ke-20 lahir dua organisasi Islam Modern di jantung kota kerajaan Jawa (vorstenlanden), Sarekat Islam (SI) atas prakarsa H. Samanhudi (1868-1956) di Surakar...
Formulasi Konsep Moderasi Islam M Mucharom Syifa
Formulasi Konsep Moderasi Islam M Mucharom Syifa
Abstract:
The religious phenomenon of Islam in post-reform Indonesia is thought to have experienced extremism and radicalism. The explosion of terrorism in the name of Islam ...
KARAKTER TOKOH PADA NOVEL “DI BAWAH LANGIT” KARYA OPICK TOMBO ATI DAN TAUFIQURRAHMAN AL-AZIZY
KARAKTER TOKOH PADA NOVEL “DI BAWAH LANGIT” KARYA OPICK TOMBO ATI DAN TAUFIQURRAHMAN AL-AZIZY
Latar belakang dalam pemilihan judul ini, yaitu karena isi cerita pada novel tersebut sangat berkesan sekali bagi orang yang sudah membaca novel tersebut dan banyak orang yang meng...
TOKOH PEREMPUAN DALAM CERPEN KUCING MATI KARYA AGUS FAHRI HUSEIN
TOKOH PEREMPUAN DALAM CERPEN KUCING MATI KARYA AGUS FAHRI HUSEIN
ABSTRAKMasalah dalam penelitian ini adalah tentang tokoh perempuan dan watak tokoh perempuan dalam cerita pendek berjudul “Kucing Mati†karya Agus Fahri Husein yang dimuat dala...

