Javascript must be enabled to continue!
Hubungan Gaya Hidup Terhadap Kejadian GERD (Gastroesophageal Reflux Disease) di RSUD Koja Jakarta Utara
View through CrossRef
Faktor risiko GERD adalah obat – obatan, makanan, hormon, struktural dan indeks massa tubuh (IMT) dan faktor gaya hidup lainnya. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah terdapat hubungan gaya hidup (merokok, IMT, konsumsi kopi, konsumsi pedas, alkohol, tidur tanpa bantal, makan larut malam) terhadap kejadian GERD (Gastroesophageal Reflux Disease) di RSUD Koja. Disain analitik regresi logistic, dengan populasi terjangkau semua orang yang datang ke Poli Penyakit Dalam RSUD Koja. Pengambilan sampel dilakukan sepanjang Agustus dan September 2019, dengan kuesioner dan wawancara. Didapatkan 102 subjek, terbanyak adalah perempuan (68%), dan 47% berusia >50 tahun. Hanya 27% subjek yang merokok, 42% subjek mempunyai IMT diatas normal, yang mengkonsumsi alkohol hanya 8%, yang tidur tanpa bantal 26%, yang makan larut malam 38%, yang mengkonsumsi kopi 45%, sedangkan sebanyak 84% mengaku mengkonsumsi pedas. Pada uji simultan didapatkan pengaruh yang signifikan dari konsumsi rokok, indeks massa tubuh, konsumsi alkohol, tidur tanpa bantal, makan larut malam, konsumsi kopi, dan konsumsi pedas secara bersama-sama terhadap kejadian GERD. Pada uji parsial ternyata hanya konsumsi makanan pedas yang berpengaruh signifikan. Perhitungan odds ratio menunjukkan pasien yang mengkonsumsi pedas akan 14,671 kali lebih berisiko menderita GERD dibandingkan pasien yang tidak mengkonsumsi makanan pedas.
Universitas Kristen Krida Wacana
Title: Hubungan Gaya Hidup Terhadap Kejadian GERD (Gastroesophageal Reflux Disease) di RSUD Koja Jakarta Utara
Description:
Faktor risiko GERD adalah obat – obatan, makanan, hormon, struktural dan indeks massa tubuh (IMT) dan faktor gaya hidup lainnya.
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah terdapat hubungan gaya hidup (merokok, IMT, konsumsi kopi, konsumsi pedas, alkohol, tidur tanpa bantal, makan larut malam) terhadap kejadian GERD (Gastroesophageal Reflux Disease) di RSUD Koja.
Disain analitik regresi logistic, dengan populasi terjangkau semua orang yang datang ke Poli Penyakit Dalam RSUD Koja.
Pengambilan sampel dilakukan sepanjang Agustus dan September 2019, dengan kuesioner dan wawancara.
Didapatkan 102 subjek, terbanyak adalah perempuan (68%), dan 47% berusia >50 tahun.
Hanya 27% subjek yang merokok, 42% subjek mempunyai IMT diatas normal, yang mengkonsumsi alkohol hanya 8%, yang tidur tanpa bantal 26%, yang makan larut malam 38%, yang mengkonsumsi kopi 45%, sedangkan sebanyak 84% mengaku mengkonsumsi pedas.
Pada uji simultan didapatkan pengaruh yang signifikan dari konsumsi rokok, indeks massa tubuh, konsumsi alkohol, tidur tanpa bantal, makan larut malam, konsumsi kopi, dan konsumsi pedas secara bersama-sama terhadap kejadian GERD.
Pada uji parsial ternyata hanya konsumsi makanan pedas yang berpengaruh signifikan.
Perhitungan odds ratio menunjukkan pasien yang mengkonsumsi pedas akan 14,671 kali lebih berisiko menderita GERD dibandingkan pasien yang tidak mengkonsumsi makanan pedas.
.
Related Results
Variants of Gastroesophageal Reflux Disease Depending on the Type of Reflux
Variants of Gastroesophageal Reflux Disease Depending on the Type of Reflux
The purpose of the work was to study the clinical course of gastroesophageal reflux disease with acid and alkaline refluxes, to investigate the psychosomatic state, the features of...
PERBANDINGAN HASIL KUESIONER GERD-Q DAN GEJALA GERD PADA KELOMPOK YANG MENJALANKAN PUASA RAMADHAN DAN TIDAK
PERBANDINGAN HASIL KUESIONER GERD-Q DAN GEJALA GERD PADA KELOMPOK YANG MENJALANKAN PUASA RAMADHAN DAN TIDAK
Gastroesophageal Reflux Disease (GERD) is a form of gastrointestinal motility disorder, where stomach contents reenter the esophagus and oral cavity, causing symptoms and complicat...
The Correlation Between Coffee Consumption and Gastroesophageal Reflux Disease
The Correlation Between Coffee Consumption and Gastroesophageal Reflux Disease
Background: Gastroesophageal reflux disease or commonly known as GERD is a condition when the stomach’s contents rise into the esophagus This condition causes symptoms and complica...
Food and Gastroesophageal Reflux Disease
Food and Gastroesophageal Reflux Disease
Gastroesophageal reflux disease is a chronic condition with a high prevalence in western countries. Transient lower esophageal sphincter relaxation episodes and a decreased lower e...
Obstructive sleep apnea, CPAP therapy, and gastroesophageal reflux symptoms: evidence from a prospective cohort study
Obstructive sleep apnea, CPAP therapy, and gastroesophageal reflux symptoms: evidence from a prospective cohort study
Background
Obstructive sleep apnea (OSA) frequently coexists with gastroesophageal reflux disease (GERD), yet the degree to which hypoxic burden contributes to ...
melkias gaya hidup para rasul sebagai refleksi gaya hidup egois hamba Tuhan zaman milenial
melkias gaya hidup para rasul sebagai refleksi gaya hidup egois hamba Tuhan zaman milenial
Seiring berjalannya waktu hingga memasuki zaman milenial ini, kemajuan teknologi dan ilmu pengetahuan melahirkan sejumlah model gaya hidup (Life Style) baik yang bersifat postif ma...
COMPARING VONOPRAZAN TO HIGH-DOSE PROTON PUMP INHIBITORS FOR REFRACTORY GASTROESOPHAGEAL REFLUX DISEASE.
COMPARING VONOPRAZAN TO HIGH-DOSE PROTON PUMP INHIBITORS FOR REFRACTORY GASTROESOPHAGEAL REFLUX DISEASE.
Background: Gastroesophageal reflux disease (GERD) is a common chronic gastrointestinal disorder that significantly affects quality of life. Although proton pump inhibitors (PPIs) ...
Pendekatan Diagnostik Refluks Laring Faring
Pendekatan Diagnostik Refluks Laring Faring
Abstract: Lifestyle and behavior changes can have bad impacts on our health. One of the diseases that can be caused by lifestyle changes is pharyngeal larynx reflux. Pharyngeal lar...

