Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

Fungsi dan Makna Tradisi Dai pada Masyarakat Ndora

View through CrossRef
Masyarakat Subetnik Ndora seringkali diperhadapkan masalah ekologi seperti iklim kering dan letak geografis desa yang berada kaki Gunung Manungae (habitat babi hutan), menjadi salah satu ancaman terjadinya gagal panen. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan proses pelaksanaan tradisi dai dan memahami fungsi serta makna tradisi dai pada masyarakat Subetnik Ndora. Metode yang digunakan adalah metode penelitian kualitatif, melalui cara observasi, wawancara, dan studi kepustakaan. Hasil temuan penelitian ini berupa proses pelaksanaan tradisi dai yang dikelompokkan ke dalam tiga tahapan yaitu tahapan persiapan, tahapan dai, dan tahapan penyelesaian. Temuan lain dari penelitian ini juga berupa fungsi dan makna yang terkandung dalam tradisi dai. Fungsi yang dimaksudkan berupa tradisi dai sebagai pengendalian hama (fungsi manifest), serta fungsi-fungsi lain yang mengikuti fungsi tersebut (fungsi laten) yaitu fungsi ekologi, fungsi ekonomi, fungsi identitas sosial, dan fungsi gender. Pelaksanaan tradisi dai memberikan dampak positif dalam menciptakan solidaritas sosial yang tercermin melalui keterlibatan masyarakat dalam rangkaian tahapan pelaksanaannya, mencerminkan kehidupan masyarakat yang berkeadilan baik itu terhadap sesama maupun terhadap lingkungan, serta memberikan dampak bagi keseimbangan ekosistem dan pelestarian dalam konteks lingkungan maupun upacara budaya yang memiliki nilai kearifan lokal.
Title: Fungsi dan Makna Tradisi Dai pada Masyarakat Ndora
Description:
Masyarakat Subetnik Ndora seringkali diperhadapkan masalah ekologi seperti iklim kering dan letak geografis desa yang berada kaki Gunung Manungae (habitat babi hutan), menjadi salah satu ancaman terjadinya gagal panen.
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan proses pelaksanaan tradisi dai dan memahami fungsi serta makna tradisi dai pada masyarakat Subetnik Ndora.
Metode yang digunakan adalah metode penelitian kualitatif, melalui cara observasi, wawancara, dan studi kepustakaan.
Hasil temuan penelitian ini berupa proses pelaksanaan tradisi dai yang dikelompokkan ke dalam tiga tahapan yaitu tahapan persiapan, tahapan dai, dan tahapan penyelesaian.
Temuan lain dari penelitian ini juga berupa fungsi dan makna yang terkandung dalam tradisi dai.
Fungsi yang dimaksudkan berupa tradisi dai sebagai pengendalian hama (fungsi manifest), serta fungsi-fungsi lain yang mengikuti fungsi tersebut (fungsi laten) yaitu fungsi ekologi, fungsi ekonomi, fungsi identitas sosial, dan fungsi gender.
Pelaksanaan tradisi dai memberikan dampak positif dalam menciptakan solidaritas sosial yang tercermin melalui keterlibatan masyarakat dalam rangkaian tahapan pelaksanaannya, mencerminkan kehidupan masyarakat yang berkeadilan baik itu terhadap sesama maupun terhadap lingkungan, serta memberikan dampak bagi keseimbangan ekosistem dan pelestarian dalam konteks lingkungan maupun upacara budaya yang memiliki nilai kearifan lokal.

Related Results

TRADISI NYADRAN PUNDEN DAN UMAT BUDDHA DI DUSUN LAMUK, KABUPATEN TEMANGGUNG
TRADISI NYADRAN PUNDEN DAN UMAT BUDDHA DI DUSUN LAMUK, KABUPATEN TEMANGGUNG
Tradisi Nyadran sebagai sebuah kearifan lokal yang turun temurun dari generasi ke generasi selanjutnya, kegiatan tradisi Nyadran Punden merupakan pembersihan makam leluhur dan mela...
Tradisi Koloan di Desa Kemiren, Kecamatan Glagah, Kabupaten Banyuwangi (Kajian Semiotik Kultural)
Tradisi Koloan di Desa Kemiren, Kecamatan Glagah, Kabupaten Banyuwangi (Kajian Semiotik Kultural)
Abstrak; Tradhisi Koloan salah satu tradisi yang dimiliki oleh masyarakat Osing Desa Kemiren sebagai cara untuk membuang suatu hal yang buruk yang ada dalam diri dan juga meminta k...
KOMUNIKASI TRANSENDENTAL NYENUK DALAM UPACARA NGENTEG LINGGIH DI PURA DESA, DESA PELAGA, KECAMATAN PETANG, KABUPATEN BADUNG
KOMUNIKASI TRANSENDENTAL NYENUK DALAM UPACARA NGENTEG LINGGIH DI PURA DESA, DESA PELAGA, KECAMATAN PETANG, KABUPATEN BADUNG
ABSTRAK             Komunikasi transendental nyenuk merupakan rangkaian dari upacara ngenteg linggih yang dilaksanakan oleh masyarakat setelah pemabngunan atau mepugaran pura...
DEMENSI BUDAYA LOKAL DALAM TRADISI HAUL DAN MAULIDAN BAGI KOMUNITAS SEKARBELA MATARAM
DEMENSI BUDAYA LOKAL DALAM TRADISI HAUL DAN MAULIDAN BAGI KOMUNITAS SEKARBELA MATARAM
<p>Penelitian ini dilakukan di Kotamadya<br />Mataram Nusa Tenggara Barat. Sasaran<br />penelitian adalah suatu masyarakat lokal yang<br />menamakan dirinya...
ANALISIS LOKUSI ILOKUSI PERLOKUSI DALAM DRAMA KOE KOI
ANALISIS LOKUSI ILOKUSI PERLOKUSI DALAM DRAMA KOE KOI
Abstrak: Tujuan dari penelitian ini adalah mendeskripsikan dan menganalisis lokusi, ilokusi, dan perlokusi dalam kehidupan sehari-hari melalui drama koe koi, dan mendeskripsikan da...
KLASIFIKASI MAKNA (Ditinjau dari Ranah Komunikasi)
KLASIFIKASI MAKNA (Ditinjau dari Ranah Komunikasi)
Kajian ini merupakan kajian linguistik yang membahas tentang klasifikasi makna (ditinjau dari ranah komunikasi). Dalam kajian ini di bahas klasifikasi makna atau arti (types of mea...
K Kearifan Lokal Dalam Tradisi Nganggung di Desa Sekar Biru
K Kearifan Lokal Dalam Tradisi Nganggung di Desa Sekar Biru
Kearifan Lokal merupakan nilai luhur yang terkandung dalam kekayaan budaya tradisi pada kelompok masyarakat dari generasi ke generasi yang diwariskan secara turun temurun. Oleh kar...
Sinkretisme Dalam Tradisi Buchu Kendit Ditinjau Dari Pendidikan Islam
Sinkretisme Dalam Tradisi Buchu Kendit Ditinjau Dari Pendidikan Islam
Penilitian ini memiliki tujuan untuk menjelaskan struktur luar dan struktur dalam serta mendeskripsikan perwujudan singkretisme yang ada pada tradisi Bucu Kendit di Desa Karanglo, ...

Back to Top