Javascript must be enabled to continue!
KLASIFIKASI MAKANAN TRADISIONAL UNTUK WISATA KULINER DI DESA TEMPOS
View through CrossRef
Makanan tradisional yang dimiliki oleh Desa Tempos merupakan jati diri bagi Desa Tempos itu sendiri. Pelestarian dan pengembangan makanan tradisional adalah suatu upaya yang dilakukan untuk mempertahankan makanan tradisional serta meningkatkan mutu, jumlah dan bentuknya serta membudayakan dikalangan masyarakat supaya lebih dikenal turun temurun. Inventarisasi merupakan selain sebagai langkah awal mempertahankan budaya bangsa juga untuk mengetahui potensi makanan tradisional di Desa Tempos dalam rangka meningkatkan dan menggalakkan pengembangan wisata kuliner untuk memenuhi kebutuhan wisatawan secara baik dan professional serta sebagai faktor penggerak ekonomi masyarakat khususnya dalam hal bisnis skala kecil. Penelitian ini bertujuan untuk menggali dan menentukan golongan makanan tradisional yang dijual untuk menunjang wisata kuliner di Desa Tempos. Metode yang digunakan penelitian ini adalah penelitian survei dengan metode deskriptif. Teknik pengumpulan data berupa observasi dan wawancara. Hasil menunjukkan makanan tradisional di Desa Tempos terdapat 15 jenis makanan tradisional yang dapat diklasifikasikan yaitu terdiri dari hidangan pokok berjumlah 3 jenis, lauk paukĀ berjumlah 3 jenis, sayur berjumlah 3 jenis dan makanan ringan atau kudapan berjumlah 6 jenis. Namun belum ada ciri khas atau makanan asli yang menunjukan identitas dari Desa Tempos itu sendiri dan tidak berpedoman pada suatu resep
Title: KLASIFIKASI MAKANAN TRADISIONAL UNTUK WISATA KULINER DI DESA TEMPOS
Description:
Makanan tradisional yang dimiliki oleh Desa Tempos merupakan jati diri bagi Desa Tempos itu sendiri.
Pelestarian dan pengembangan makanan tradisional adalah suatu upaya yang dilakukan untuk mempertahankan makanan tradisional serta meningkatkan mutu, jumlah dan bentuknya serta membudayakan dikalangan masyarakat supaya lebih dikenal turun temurun.
Inventarisasi merupakan selain sebagai langkah awal mempertahankan budaya bangsa juga untuk mengetahui potensi makanan tradisional di Desa Tempos dalam rangka meningkatkan dan menggalakkan pengembangan wisata kuliner untuk memenuhi kebutuhan wisatawan secara baik dan professional serta sebagai faktor penggerak ekonomi masyarakat khususnya dalam hal bisnis skala kecil.
Penelitian ini bertujuan untuk menggali dan menentukan golongan makanan tradisional yang dijual untuk menunjang wisata kuliner di Desa Tempos.
Metode yang digunakan penelitian ini adalah penelitian survei dengan metode deskriptif.
Teknik pengumpulan data berupa observasi dan wawancara.
Hasil menunjukkan makanan tradisional di Desa Tempos terdapat 15 jenis makanan tradisional yang dapat diklasifikasikan yaitu terdiri dari hidangan pokok berjumlah 3 jenis, lauk paukĀ berjumlah 3 jenis, sayur berjumlah 3 jenis dan makanan ringan atau kudapan berjumlah 6 jenis.
Namun belum ada ciri khas atau makanan asli yang menunjukan identitas dari Desa Tempos itu sendiri dan tidak berpedoman pada suatu resep.
Related Results
DESAIN FASILITAS RUANG SERBA GUNA WISATA KULINER DELES SURABAYA
DESAIN FASILITAS RUANG SERBA GUNA WISATA KULINER DELES SURABAYA
Menu aneka makanan yang murah meriah serta enak adalah daya tarik utama sebuah tempat kuliner, khususnya tempat wisata kuliner di kota Surabaya. Tempat dan letak yang strategis sua...
Analisis Potensi Kawasan Wisata Kuliner Dalam Mendukung Pariwisata Di Kota Tegal Jawa Tengah
Analisis Potensi Kawasan Wisata Kuliner Dalam Mendukung Pariwisata Di Kota Tegal Jawa Tengah
Abstract - Culinary diversity in the city of Central Java is storing great potential to be developed as a support service in developing the potential of culinary tourism. Culinary ...
Inovasi Model Komunikasi Digital Desa Wisata dalam Pengembangan Kapasitas Pelaku Wisata di Kabupaten Bogor
Inovasi Model Komunikasi Digital Desa Wisata dalam Pengembangan Kapasitas Pelaku Wisata di Kabupaten Bogor
Kapasitas pelaku desa wisata di Indonesia umumnya masih rendah terutama para pelaku wisata di desa wisata. Rendahnya kapasitas tersebut dapat dilihat dari pelaku desa wisata yang b...
Fasilitasi Rencana Aksi Perintisan Wisata Kuliner Berbasis Urban Farming di Pinggir Kali Code, Yogyakarta
Fasilitasi Rencana Aksi Perintisan Wisata Kuliner Berbasis Urban Farming di Pinggir Kali Code, Yogyakarta
Pada tahun 2023, kegiatan pengabdian yang dilakukan di RT 13 dan RT 14 Kampung Surokarsan untuk mempersiapkan kampung tersebut menjadi kampung wisata kuliner. Kegiatan pengabdian t...
EDUKASI PEGELOLAAN BISNIS WISATA KULINER DI KOTA KENDARI
EDUKASI PEGELOLAAN BISNIS WISATA KULINER DI KOTA KENDARI
Berbagai keunggulan usaha kuliner perlu lebih dikembangkan untuk meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan pengusaha kuliner, dan masyarakat. Perkembangan jumlah pengusaha kuliner ...
GASTRONOMI KULINER PERANAKAN DI KAWASAN NAGOYA, BATAM
GASTRONOMI KULINER PERANAKAN DI KAWASAN NAGOYA, BATAM
Wisata kuliner menawarkan daya tarik wisata yang menarik tersendiri dimana wisata kuliner merupakan strategi yang baik dalam pengembangan pariwisata yang ada di Nagoya, Batam. Wisa...
PEMBUATAN MURAL PADA DAYA TARIK WISATA AIR TERJUN GREMBENGAN DESA WISATA BONGAN, TABANAN-BALI
PEMBUATAN MURAL PADA DAYA TARIK WISATA AIR TERJUN GREMBENGAN DESA WISATA BONGAN, TABANAN-BALI
Wisata Bongan saat ini tengah dikembangkan untuk menjadi salah satu destinasi wisata di Kabupaten Tabanan, Provinsi Bali. Desa wisata ini memiliki beragam potensi wisata, baik itu ...
Pemberdayaan Desa Wisata Melalui Kemas Ulang Informasi Potensi Desa Di Kecamatan Ngantang Kabupaten Malang
Pemberdayaan Desa Wisata Melalui Kemas Ulang Informasi Potensi Desa Di Kecamatan Ngantang Kabupaten Malang
Desa merupakan kesatuan masyarakat yang memiliki pemerintahan sendiri, sehingga potensi yang ada di wilayahnya merupakan hak bagi pemerintahan desa dan masyarakat. Potensi yang ada...

