Javascript must be enabled to continue!
KAJIAN EFISIENSI PERENCANAAN PC-I GIRDER DENGAN MENGGUNAKAN SISTEM STRAND 0,5” DAN 0,6” TERHADAP KEKUATAN DAN BIAYA
View through CrossRef
Prestressed concrete can be defined as concrete that given internal compressive stress such that it can reduce the tensile stress caused by external load to a certain condition. Stressing applied by pulling the tendon that has been installed on the concrete. 0,5” strand system are usually used for medium span. While 0,6” strand system is used for long span bridge. The purpose of this study was to determine the efficiency of PC-I girder using 0,5 "and 0,6" strands in terms of strength and cost. Strength analysis can be calculated by stress analysis, ultimate moment analysis and deflection analysis, while for cost analysis is a comparison of the cost composition between the 0,5 "and 0,6" strand system for each structural model reviewed. Structural modeling with hinge-roll at both ends and working loadings are dead load, additional dead load and live load. Loss of prestress force that is calculated depend on SNI 1725:2016 about loading for the bridge. The analysis shows that the use of the 0,5” strand has a better cost efficiency compared to the 0,6" strand. This can be seen from the design costs of the 0,5" strand system structure model is smaller than the 0,6" strand system structure model. AbstrakBeton prategang dapat didefinisikan sebagai beton yang diberikan tegangan tekan internal sedemikian rupa sehingga dapat mengurangi tegangan tarik yang terjadi akibat beban eksternal sampai suatu batas tertentu. Pemberian tegangan dilakukan dengan cara penarikan tendon yang telah diinstalasi pada beton. Sistem strand ukuran 0,5” biasanya digunakan untuk konstruksi jembatan bentang menengah. Sedangkan sistem strand ukuran 0,6” digunakan untuk konstruksi jembatan bentang panjang. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui efisiensi perencanaan PC-I girder dengan menggunakan strand 0,5” dan 0,6” dalam segi kekuatan dan biayanya. Analisis segi kekuatan berupa analisis tegangan, analisis momen ultimit dan analisis lendutan sedangkan untuk analisis segi biaya berupa perbandingan komposisi biaya yang dihasilkan dengan sistem strand 0,5” dan 0,6” untuk setiap model struktur yang ditinjau. Pemodelan struktur dengan perletakan sendi-rol pada kedua ujungnya dan pembebanan yang bekerja berupa beban mati, beban mati tambahan dan beban hidup. Kehilangan gaya prategang yang diperhitungkan sesuai dengan peraturan SNI 1725:2016 tentang Pembebanan Untuk Jembatan. Hasil analisis menunjukkan bahwa penggunaan strand 0,5” memiliki efisiensi biaya yang lebih baik dibandingkan dengan strand 0,6”. Hal ini dilihat dari biaya desain model struktur sistem strand 0,5” lebih kecil dibandingkan dengan model struktur sistem strand 0,6”.
Title: KAJIAN EFISIENSI PERENCANAAN PC-I GIRDER DENGAN MENGGUNAKAN SISTEM STRAND 0,5” DAN 0,6” TERHADAP KEKUATAN DAN BIAYA
Description:
Prestressed concrete can be defined as concrete that given internal compressive stress such that it can reduce the tensile stress caused by external load to a certain condition.
Stressing applied by pulling the tendon that has been installed on the concrete.
0,5” strand system are usually used for medium span.
While 0,6” strand system is used for long span bridge.
The purpose of this study was to determine the efficiency of PC-I girder using 0,5 "and 0,6" strands in terms of strength and cost.
Strength analysis can be calculated by stress analysis, ultimate moment analysis and deflection analysis, while for cost analysis is a comparison of the cost composition between the 0,5 "and 0,6" strand system for each structural model reviewed.
Structural modeling with hinge-roll at both ends and working loadings are dead load, additional dead load and live load.
Loss of prestress force that is calculated depend on SNI 1725:2016 about loading for the bridge.
The analysis shows that the use of the 0,5” strand has a better cost efficiency compared to the 0,6" strand.
This can be seen from the design costs of the 0,5" strand system structure model is smaller than the 0,6" strand system structure model.
AbstrakBeton prategang dapat didefinisikan sebagai beton yang diberikan tegangan tekan internal sedemikian rupa sehingga dapat mengurangi tegangan tarik yang terjadi akibat beban eksternal sampai suatu batas tertentu.
Pemberian tegangan dilakukan dengan cara penarikan tendon yang telah diinstalasi pada beton.
Sistem strand ukuran 0,5” biasanya digunakan untuk konstruksi jembatan bentang menengah.
Sedangkan sistem strand ukuran 0,6” digunakan untuk konstruksi jembatan bentang panjang.
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui efisiensi perencanaan PC-I girder dengan menggunakan strand 0,5” dan 0,6” dalam segi kekuatan dan biayanya.
Analisis segi kekuatan berupa analisis tegangan, analisis momen ultimit dan analisis lendutan sedangkan untuk analisis segi biaya berupa perbandingan komposisi biaya yang dihasilkan dengan sistem strand 0,5” dan 0,6” untuk setiap model struktur yang ditinjau.
Pemodelan struktur dengan perletakan sendi-rol pada kedua ujungnya dan pembebanan yang bekerja berupa beban mati, beban mati tambahan dan beban hidup.
Kehilangan gaya prategang yang diperhitungkan sesuai dengan peraturan SNI 1725:2016 tentang Pembebanan Untuk Jembatan.
Hasil analisis menunjukkan bahwa penggunaan strand 0,5” memiliki efisiensi biaya yang lebih baik dibandingkan dengan strand 0,6”.
Hal ini dilihat dari biaya desain model struktur sistem strand 0,5” lebih kecil dibandingkan dengan model struktur sistem strand 0,6”.
Related Results
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MORTALITAS PADA PASIEN DENGAN FRAKTUR COSTA: Literature Review
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MORTALITAS PADA PASIEN DENGAN FRAKTUR COSTA: Literature Review
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MORTALITAS PADA PASIEN DENGAN FRAKTUR COSTA: Literature Review Anna Tri Wahyuni1), Masfuri2), Liya Arista3)1,2,3 Fakultas Ilmu Keperawatan Univers...
DAMPAK TEKNOLOGI TERHADAP PROSES BELAJAR MENGAJAR
DAMPAK TEKNOLOGI TERHADAP PROSES BELAJAR MENGAJAR
DAFTAR PUSTAKAAditama, M. H. R., & Selfiardy, S. (2022). Kehidupan Mahasiswa Kuliah Sambil Bekerja di Masa Pandemi Covid-19. Kidspedia: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini, 3(...
Abstract 3963: Antisense agents and RNA mimics for miR-17-5p guide strand and miR-17-3p passenger strand differentiate the strength of guide and passenger strand targets in PDCD4 and PTEN mRNA 3′UTRs in MDA-MB-231 triple negative breast cancer cells
Abstract 3963: Antisense agents and RNA mimics for miR-17-5p guide strand and miR-17-3p passenger strand differentiate the strength of guide and passenger strand targets in PDCD4 and PTEN mRNA 3′UTRs in MDA-MB-231 triple negative breast cancer cells
Abstract
Conventional wisdom holds that only one of the two strands in a microRNA (miRNA) precursor duplex is selected as the active guide strand. The complementary ...
Rencana Teknis dan Biaya Reklamasi Tambang Timah Blok Sangau B.3 PT XYZ
Rencana Teknis dan Biaya Reklamasi Tambang Timah Blok Sangau B.3 PT XYZ
Abstract. In addition to providing benefits, marine mining activities can have a negative impact on the marine environment, causing various changes to the marine environment. One o...
Abstract B41: Specific blocking of miR-17-5p guide strand in triple negative breast cancer cells, without amplifying passenger strand activity
Abstract B41: Specific blocking of miR-17-5p guide strand in triple negative breast cancer cells, without amplifying passenger strand activity
Abstract
Conventional wisdom holds that only one of the two strands in a microRNA (miRNA) precursor duplex is selected as the active guide strand. The complementary ...
PERAN TATA KELOLA PERUSAHAAN DALAM MEMODERASI PENGARUH IMPLEMANTASI GREEN ACCOUNTING, CORPORATE SOCIAL RESPONSIBILITY DAN FIRM SIZE TERHADAP KINERJA KEUANGAN
PERAN TATA KELOLA PERUSAHAAN DALAM MEMODERASI PENGARUH IMPLEMANTASI GREEN ACCOUNTING, CORPORATE SOCIAL RESPONSIBILITY DAN FIRM SIZE TERHADAP KINERJA KEUANGAN
This study examines the role of corporate governance in moderating the influence of green accounting disclosure, corporate social responsibility (CSR), and firm size on the financi...
PENERAPAN PERHITUNGAN HARGA POKOK PRODUKSI CHEMICAL PADA PT “X” DI SURABAYA
PENERAPAN PERHITUNGAN HARGA POKOK PRODUKSI CHEMICAL PADA PT “X” DI SURABAYA
PT X adalah perusahaan manufaktur yang memproduksi bahan kimia (Chemical) yang digunakan sebagai bahan pelumas untuk mesin dan peralatan pabrik. Selama ini, PT X dalam menghitung h...

