Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

Faktor Risiko Kematian Neonatal Di Kabupaten Timor Tengah Selatan dan Sumba Timur

View through CrossRef
Angka Kematian Bayi (AKB) sampai saat ini masih tinggi di Indonesia, dan Provinsi Nusa Tenggara Timur (Provinsi NTT) merupakan salah satu penyumbang tingginya AKB tersebut, paling tinggi angka di Kab. Sumba Timur dan Timor Tengah Selatan. Kematian neonatal bisa terjadi karena faktor risiko pada ibu dan juga anak. Tujuan penelitian ini untuk menganalisa faktor-faktor yang berpengaruh terhadap kematian neonatal, agar dapat dikembangkan model pengendaliannya. Penelitian menggunakan desain kasus kontrol, dengan populasi adalah semua bayi baru lahir yang bersalin di dan tercatat di RSUD dan Puskesmas perawatan yang berlokasi di Kabupaten TTS dan Sumba Timur pada tahun 2016. Sampel kasus adalah 116 kasus kematian neonatal, dan kontrol adalah 232 neonatal hidup yang merupakan tetangga terdekat kasus dengan status sosial ekonomi yang disamakan. Data dianalisis secara deskriptif dan inferensial, yakni analisis data univariabel, bivariabel (uji chi-square), dan multivariabel (uji regresi logistik ganda). Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar kematian neonatal di Kab. TTS (81,7%) dan Kab. Sumba Timur (86,4%) terjadi pada neonatal dini, sebagian besar disebabkan asfiksia (69,2%). Faktor risiko ibu yang berhubungan dengan kematian neonatal adalah tingkat pendidikan ibu (p-value = 0,02), status gizi (anemi/KEK) (p-value = 0,000), komplikasi (p-value = 0,000), dan praktek ANC (p-value = 0,000). Semua faktor risiko anak yang diteliti yakni prematuritas (p-value = 0,000), berat bayi lahir (p-value = 0,000), asfiksia (p-value = 0,000) dan infeksi (p-value = 0,000) berhubungan dengan kematian neonatal. Sebagian besar bayi yang lahir dengan BBLR (65,5%), dengan asfiksia (69,0%) mengalami kematian neonatal. Hasil uji regresi logistik ganda menunjukkan bahwa komplikasi pada ibu (p-value = 0,000), anemi (p-value = 0,01), asfiksia (p-value = 0,000), BBLR (p-value = 0,001) dan prematuritas (p-value=0,012) merupakan faktor yang paling berisiko terhadap kematian neonatal. Perlu upaya pencegahan komplikasi pada ibu hamil/melahirkan dan peningkatan kesehatan serta status gizi ibu sebelum dan saat hamil, agar anak yang dilahirkan tidak BBLR, asfiksia, dan prematur, sehingga kematian neonatal bisa dicegah.   Infant Mortality Ratio (MMR) in Indonesia remains high, and the Province of Nusa Tenggara Timur (NTT) is one of the contributors to the high IMR, the highest mortality occurred in the districts of Sumba Timur and Timor Tengah Selatan. Neonatal deaths are due to risk factors faced by women and children. The objective of this research is to analyze factors influencing neonatal death, which serve to contribute to the development of a control model. This research employs control case design, where the population consists of all neonates born (and recorded) at district hospitals and inpatient health centers located in the districts of Timor Tengah Selatan and Sumba Timur, within the year of 2016. The sample consists 116 neonatal deaths, and the control consists of 232 live neonates within the closest neighborhood, with equated socio-economic status. Data are analyzed descriptively and inferentially, through uni-variable, bi-variable (chi-square-test), and multi-variable (multiple logistic regression test) analyses. Results of this research show that most neonatal death in TTS (81.7%) and Sumba Timur (86.4%) districts occurred within the early neonates, and those are mostly caused by asphyxia (69.2%). Risk factors faced by women relevant to neonatal deaths are women’s level of education (p-value = 0.02), nutritional status (anemia/Chronic Energy Deficiency) (p-value = 0.000), complication (p-value = 0.000), and ANC practice (p-value = 0.000). All researched risk factors raced by neonates are prematurity (p-value = 0.000), birthweight (p-value = 0.000), asphyxia (p-value = 0.000) and neonatal death related infection (p-value = 0,000). Most of infants are born with Low Birthweight (65.5%), and asphyxia (69.0%) died as neonates. Results of multiple logistic regression test show that complication suffered by women (p-value = 0.000), anemia (p-value = 0.01), asphyxia (p-value = 0.000), Low Birthweight (p-value = 0.001) and prematurity (p-value = 0.012) are the highest risk factors for neonatal deaths. Prevention of complication among pregnant women/women in labor and improvement of nutritional status of women before and during pregnancy are required to ensure that infants are not born with low birthweight, asphyxia, and prematurely, which in turn prevent neonatal deaths.
Title: Faktor Risiko Kematian Neonatal Di Kabupaten Timor Tengah Selatan dan Sumba Timur
Description:
Angka Kematian Bayi (AKB) sampai saat ini masih tinggi di Indonesia, dan Provinsi Nusa Tenggara Timur (Provinsi NTT) merupakan salah satu penyumbang tingginya AKB tersebut, paling tinggi angka di Kab.
Sumba Timur dan Timor Tengah Selatan.
Kematian neonatal bisa terjadi karena faktor risiko pada ibu dan juga anak.
Tujuan penelitian ini untuk menganalisa faktor-faktor yang berpengaruh terhadap kematian neonatal, agar dapat dikembangkan model pengendaliannya.
Penelitian menggunakan desain kasus kontrol, dengan populasi adalah semua bayi baru lahir yang bersalin di dan tercatat di RSUD dan Puskesmas perawatan yang berlokasi di Kabupaten TTS dan Sumba Timur pada tahun 2016.
Sampel kasus adalah 116 kasus kematian neonatal, dan kontrol adalah 232 neonatal hidup yang merupakan tetangga terdekat kasus dengan status sosial ekonomi yang disamakan.
Data dianalisis secara deskriptif dan inferensial, yakni analisis data univariabel, bivariabel (uji chi-square), dan multivariabel (uji regresi logistik ganda).
Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar kematian neonatal di Kab.
TTS (81,7%) dan Kab.
Sumba Timur (86,4%) terjadi pada neonatal dini, sebagian besar disebabkan asfiksia (69,2%).
Faktor risiko ibu yang berhubungan dengan kematian neonatal adalah tingkat pendidikan ibu (p-value = 0,02), status gizi (anemi/KEK) (p-value = 0,000), komplikasi (p-value = 0,000), dan praktek ANC (p-value = 0,000).
Semua faktor risiko anak yang diteliti yakni prematuritas (p-value = 0,000), berat bayi lahir (p-value = 0,000), asfiksia (p-value = 0,000) dan infeksi (p-value = 0,000) berhubungan dengan kematian neonatal.
Sebagian besar bayi yang lahir dengan BBLR (65,5%), dengan asfiksia (69,0%) mengalami kematian neonatal.
Hasil uji regresi logistik ganda menunjukkan bahwa komplikasi pada ibu (p-value = 0,000), anemi (p-value = 0,01), asfiksia (p-value = 0,000), BBLR (p-value = 0,001) dan prematuritas (p-value=0,012) merupakan faktor yang paling berisiko terhadap kematian neonatal.
Perlu upaya pencegahan komplikasi pada ibu hamil/melahirkan dan peningkatan kesehatan serta status gizi ibu sebelum dan saat hamil, agar anak yang dilahirkan tidak BBLR, asfiksia, dan prematur, sehingga kematian neonatal bisa dicegah.
  Infant Mortality Ratio (MMR) in Indonesia remains high, and the Province of Nusa Tenggara Timur (NTT) is one of the contributors to the high IMR, the highest mortality occurred in the districts of Sumba Timur and Timor Tengah Selatan.
Neonatal deaths are due to risk factors faced by women and children.
The objective of this research is to analyze factors influencing neonatal death, which serve to contribute to the development of a control model.
This research employs control case design, where the population consists of all neonates born (and recorded) at district hospitals and inpatient health centers located in the districts of Timor Tengah Selatan and Sumba Timur, within the year of 2016.
The sample consists 116 neonatal deaths, and the control consists of 232 live neonates within the closest neighborhood, with equated socio-economic status.
Data are analyzed descriptively and inferentially, through uni-variable, bi-variable (chi-square-test), and multi-variable (multiple logistic regression test) analyses.
Results of this research show that most neonatal death in TTS (81.
7%) and Sumba Timur (86.
4%) districts occurred within the early neonates, and those are mostly caused by asphyxia (69.
2%).
Risk factors faced by women relevant to neonatal deaths are women’s level of education (p-value = 0.
02), nutritional status (anemia/Chronic Energy Deficiency) (p-value = 0.
000), complication (p-value = 0.
000), and ANC practice (p-value = 0.
000).
All researched risk factors raced by neonates are prematurity (p-value = 0.
000), birthweight (p-value = 0.
000), asphyxia (p-value = 0.
000) and neonatal death related infection (p-value = 0,000).
Most of infants are born with Low Birthweight (65.
5%), and asphyxia (69.
0%) died as neonates.
Results of multiple logistic regression test show that complication suffered by women (p-value = 0.
000), anemia (p-value = 0.
01), asphyxia (p-value = 0.
000), Low Birthweight (p-value = 0.
001) and prematurity (p-value = 0.
012) are the highest risk factors for neonatal deaths.
Prevention of complication among pregnant women/women in labor and improvement of nutritional status of women before and during pregnancy are required to ensure that infants are not born with low birthweight, asphyxia, and prematurely, which in turn prevent neonatal deaths.

Related Results

Revitalisasi Cerita Rakyat Masyarakat Timor Sebagai Penguatan Nilai Pendidikan Karakter Pada Era Tatanan Kehidupan Baru
Revitalisasi Cerita Rakyat Masyarakat Timor Sebagai Penguatan Nilai Pendidikan Karakter Pada Era Tatanan Kehidupan Baru
Abstrak   Artikel hasil penelitian ini bertujuan untuk merevitalisasi berbagai bentuk cerita rakyat masyarakat Timor yang penuh dengan nilai kearifan lokal dan muatan p...
ANALISIS FAKTOR RISIKO TERHADAP KETERLAMBATAN PROYEK KONSTRUKSI THE HIMANA CONDOTEL
ANALISIS FAKTOR RISIKO TERHADAP KETERLAMBATAN PROYEK KONSTRUKSI THE HIMANA CONDOTEL
Salah satu masalah dalam kegiatan konstruksi adalah risiko keterlambatan proyek konstruksi. Proyek The Himana Condotel terjadi beberapa kendala yang mengakibatkan beberapa pelaksan...
SISTEMATIC REVIEW FAKTOR RESIKO PENYAKIT JANTUNG KORONER DI INDONESIA
SISTEMATIC REVIEW FAKTOR RESIKO PENYAKIT JANTUNG KORONER DI INDONESIA
Penyakit jantung koroner (PJK) menjadi masalah kesehatan global dengan beban morbiditas dan mortalitas tinggi, menduduki posisi pertama sebagai penyebab kematian akibat penyakit ti...
EKONOMI POLITIK REDISTRIBUSI TANAH, DINAMIKA KELAS DAN PERJUANGAN PENGUNGSI TIMOR TIMUR DI TIMOR BARAT INDONESIA
EKONOMI POLITIK REDISTRIBUSI TANAH, DINAMIKA KELAS DAN PERJUANGAN PENGUNGSI TIMOR TIMUR DI TIMOR BARAT INDONESIA
Sejarah Timor Timur adalah sejarah imperialisme dan pembantaian massal. Peristiwa tersebut terjadi sejak tahun 1975 di saat Indonesia menginvasi Timor Timur yang telah menewaskan r...
EKONOMI POLITIK REDISTRIBUSI TANAH, DINAMIKA KELAS DAN PERJUANGAN PENGUNGSI TIMOR TIMUR DI TIMOR BARAT INDONESIA
EKONOMI POLITIK REDISTRIBUSI TANAH, DINAMIKA KELAS DAN PERJUANGAN PENGUNGSI TIMOR TIMUR DI TIMOR BARAT INDONESIA
Sejarah Timor Timur adalah sejarah imperialisme dan pembantaian massal. Peristiwa tersebut terjadi sejak tahun 1975 di saat Indonesia menginvasi Timor Timur yang telah menewaskan r...
Asesmen Manajemen Risiko PT Samudra Akasia Teknologi
Asesmen Manajemen Risiko PT Samudra Akasia Teknologi
PT Samudra Akasia Teknologi adalah penyedia jasa infrastruktur digital dan teknologi. Perusahaan mengalami kerugian akibat dari besarnya beban yang dimiliki karena semua biaya dala...
ANALISIS FAKTOR-FAKTOR DOMINANMANAJEMEN RISIKO TERHADAP KINERJA KEUANGAN PROYEK TAHAP KONSTRUKSI
ANALISIS FAKTOR-FAKTOR DOMINANMANAJEMEN RISIKO TERHADAP KINERJA KEUANGAN PROYEK TAHAP KONSTRUKSI
Dalam setiap aktivitas proyek tentu mengandung unsur risiko, semakin komplek sebuah proyek semakin besarrisiko yang akan terjadi. Kurangnya perhatian terhadap manajemen risiko dapa...
ANALISIS RISIKO PELAKSANAAN KONSTRUKSI DI KABUPATEN NIAS SELATAN
ANALISIS RISIKO PELAKSANAAN KONSTRUKSI DI KABUPATEN NIAS SELATAN
Risiko merupakan ancaman yang harus dapat dimitigasi, terutama dalam konteks pembangunan infrastruktur seperti proyek konstruksi. Risiko pada proyek konstruksi dapat be...

Back to Top