Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

Mudik Bukan Sekadar Pulang Kampung

View through CrossRef
Artikel ini menganalisis tradisi mudik Lebaran di Indonesia melalui pendekatan Social Return on Investment (SROI) untuk memahami nilai sosial yang dihasilkan di balik mobilitas massal tahunan tersebut. Selama ini, mudik lebih sering dipandang sebagai persoalan transportasi dan kemacetan, padahal fenomena ini juga memiliki dimensi sosial dan ekonomi yang signifikan. Dengan menggunakan kerangka theory of change dan impact mapping, artikel ini mengidentifikasi tiga manfaat utama mudik: penguatan relasi keluarga, redistribusi ekonomi dari kota ke desa, serta reproduksi modal sosial komunitas. Tradisi mudik memungkinkan keluarga yang terpisah oleh migrasi ekonomi untuk memperbarui hubungan emosional, sekaligus mendorong aktivitas ekonomi lokal melalui peningkatan konsumsi rumah tangga di daerah asal. Berdasarkan simulasi perhitungan, nilai dampak sosial positif diperkirakan mencapai Rp7,55 juta per keluarga, sementara dampak negatif seperti kemacetan, risiko kecelakaan, dan emisi karbon sekitar Rp1 juta. Dengan biaya perjalanan rata-rata Rp5 juta per keluarga, rasio SROI mudik mencapai sekitar 1,3:1. Temuan ini menunjukkan bahwa mudik bukan sekadar tradisi budaya, tetapi juga investasi sosial kolektif yang memperkuat kohesi keluarga, ekonomi lokal, dan keberlanjutan komunitas di Indonesia.
PT. Sahabat Investasi Indotama
Title: Mudik Bukan Sekadar Pulang Kampung
Description:
Artikel ini menganalisis tradisi mudik Lebaran di Indonesia melalui pendekatan Social Return on Investment (SROI) untuk memahami nilai sosial yang dihasilkan di balik mobilitas massal tahunan tersebut.
Selama ini, mudik lebih sering dipandang sebagai persoalan transportasi dan kemacetan, padahal fenomena ini juga memiliki dimensi sosial dan ekonomi yang signifikan.
Dengan menggunakan kerangka theory of change dan impact mapping, artikel ini mengidentifikasi tiga manfaat utama mudik: penguatan relasi keluarga, redistribusi ekonomi dari kota ke desa, serta reproduksi modal sosial komunitas.
Tradisi mudik memungkinkan keluarga yang terpisah oleh migrasi ekonomi untuk memperbarui hubungan emosional, sekaligus mendorong aktivitas ekonomi lokal melalui peningkatan konsumsi rumah tangga di daerah asal.
Berdasarkan simulasi perhitungan, nilai dampak sosial positif diperkirakan mencapai Rp7,55 juta per keluarga, sementara dampak negatif seperti kemacetan, risiko kecelakaan, dan emisi karbon sekitar Rp1 juta.
Dengan biaya perjalanan rata-rata Rp5 juta per keluarga, rasio SROI mudik mencapai sekitar 1,3:1.
Temuan ini menunjukkan bahwa mudik bukan sekadar tradisi budaya, tetapi juga investasi sosial kolektif yang memperkuat kohesi keluarga, ekonomi lokal, dan keberlanjutan komunitas di Indonesia.

Related Results

POLA AKTIVITAS MASYARAKAT SEBAGAI HIRARKI KAMPUNG NAGA SEBAGAI WARISAN BUDAYA CERDAS
POLA AKTIVITAS MASYARAKAT SEBAGAI HIRARKI KAMPUNG NAGA SEBAGAI WARISAN BUDAYA CERDAS
The pattern of community activities in Tasikmalaya, Kampung Naga can be identified as a cultural transformation that exists in the neighborhood of the traditional house and can be ...
Analisis Strategi Pengelolaan Dana Kampung
Analisis Strategi Pengelolaan Dana Kampung
Tujuan penelitian ini untuk menganalisis tingkat kepatuhan implementasi UU No. 6 tahun 2014, dan pasal 100 PP No. 43 Tahun 2014 pada aparat kampung, menganalisis manfaat dana kampu...
ARAHAN PENATAAN KAMPUNG TRADISIONAL WISATA BATIK KAUMAN SURAKARTA
ARAHAN PENATAAN KAMPUNG TRADISIONAL WISATA BATIK KAUMAN SURAKARTA
ABSTRACT Kampung Wisata Batik Kauman Surakarta is a village that grows among the villages in Java. The term Pakauman given by Keraton means the dwellings of 'kaum' or ulama. Kampun...
KONSISTENSI MASYARAKAT ADAT TERHADAP TATANAN FISIK SPASIAL KAMPUNG ADAT CIREUNDEU, CIMAHI SELATAN
KONSISTENSI MASYARAKAT ADAT TERHADAP TATANAN FISIK SPASIAL KAMPUNG ADAT CIREUNDEU, CIMAHI SELATAN
Abstrak - Kampung Adat Cireundeu merupakan salah satu Kampung Adat yang masih eksis hingga saat ini. Kampung Adat Cireundeu terletak di Kelurahan Leuwigajah, Kecamatan Cimahi Selat...
ANALISIS POLA PERSEBARAN DESA DI KECAMATAN KUANTAN MUDIK KABUPATEN KUANTAN SINGINGI PROVINSI RIAU
ANALISIS POLA PERSEBARAN DESA DI KECAMATAN KUANTAN MUDIK KABUPATEN KUANTAN SINGINGI PROVINSI RIAU
Pola persebaran desa adalah pola keruangan yang terdapat pada setiap desa. Kecamatan Kuantan Mudik merupakan  kecamatan di Kabupaten Kuantan Singingi yang memiliki desa terbanyak d...
HUNIAN WARGA YANG ‘KOMPAK DAN BERKELANJUTAN’ DI KAMPUNG SAWAH, JAKARTA UTARA
HUNIAN WARGA YANG ‘KOMPAK DAN BERKELANJUTAN’ DI KAMPUNG SAWAH, JAKARTA UTARA
Urban sprawl due to limited land for living causes more residential development on the edge of the city. Land fragmentation results in the need for high mobility. With the characte...
Menjejak sejarah Kampung Jawa Klang.
Menjejak sejarah Kampung Jawa Klang.
Kampung-kampung tradisional telah menjaadi mercu tanda penting dalam kepelbagaian budaya negara. Terdapat lapan jenis kampung di Malaysia yang berdasarkan ciri-ciri terperinci. Sej...
Fasilitasi Rencana Aksi Perintisan Wisata Kuliner Berbasis Urban Farming di Pinggir Kali Code, Yogyakarta
Fasilitasi Rencana Aksi Perintisan Wisata Kuliner Berbasis Urban Farming di Pinggir Kali Code, Yogyakarta
Pada tahun 2023, kegiatan pengabdian yang dilakukan di RT 13 dan RT 14 Kampung Surokarsan untuk mempersiapkan kampung tersebut menjadi kampung wisata kuliner. Kegiatan pengabdian t...

Back to Top