Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

Pemetaan Kriteria Homestay di Desa Wisata Banyuwangi Melalui Penerapan ASEAN Homestay Standard

View through CrossRef
Homestay adalah suatu usaha akomodasi yang menawarkan penyewaan kamar yang disediakan oleh penduduk setempat untuk disewa oleh wisatawan atau tamu dalam jangka waktu tertentu. Dengan penawaran suasana penginapan yang berbeda, ada Sembilan kriteria yang direkomendasikan oleh organisasi ASEAN sebagai standarisasi konsep homestay. Pengembangan usaha homestay gencar dilakukan oleh Pemerintah Kabupaten Banyuwangi yang tersebar di seluruh desa wisata, namun ada anggapan bahwa konsep homestay yang dijalankan tidak sesuai dengan standar. Penelitian ini bertujuan untuk untuk mengeksplorasi karakteristrik homestay yang tersebar di Desa Wisata Kabupaten Banyuwangi melalui penerapan kriteria ASEAN Homestay Standard. Melalui metode self-assesment yang terangkum dalam 88 pernyataan yang mewakili Sembilan kriteria sebagai indikator, pemilik homestay mengisi kuesioner dengan pendekatan skala guttman. Kemudian, data dianalisis menggunakan SPSS dan analisis statistic menggunakan Excel. Hasil penelitian menunjukan bahwa tingkat penerapan ke Sembilan kriteria standard homestay ASEAN sebesar 83% yang ditafsirkan telah diterapkan dengan sangat baik. Namun, pada kriteria “aktivitas”, penerapan standarisasi ASEAN homestay harus lebih ditingkatkan karena memiliki bobot kepentingan yang tertinggi. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan sumbangan pemikiran dan pengetahuan dalam pengembangan ilmu, khususnya di bidang Manajemen Homestay.
Title: Pemetaan Kriteria Homestay di Desa Wisata Banyuwangi Melalui Penerapan ASEAN Homestay Standard
Description:
Homestay adalah suatu usaha akomodasi yang menawarkan penyewaan kamar yang disediakan oleh penduduk setempat untuk disewa oleh wisatawan atau tamu dalam jangka waktu tertentu.
Dengan penawaran suasana penginapan yang berbeda, ada Sembilan kriteria yang direkomendasikan oleh organisasi ASEAN sebagai standarisasi konsep homestay.
Pengembangan usaha homestay gencar dilakukan oleh Pemerintah Kabupaten Banyuwangi yang tersebar di seluruh desa wisata, namun ada anggapan bahwa konsep homestay yang dijalankan tidak sesuai dengan standar.
Penelitian ini bertujuan untuk untuk mengeksplorasi karakteristrik homestay yang tersebar di Desa Wisata Kabupaten Banyuwangi melalui penerapan kriteria ASEAN Homestay Standard.
Melalui metode self-assesment yang terangkum dalam 88 pernyataan yang mewakili Sembilan kriteria sebagai indikator, pemilik homestay mengisi kuesioner dengan pendekatan skala guttman.
Kemudian, data dianalisis menggunakan SPSS dan analisis statistic menggunakan Excel.
Hasil penelitian menunjukan bahwa tingkat penerapan ke Sembilan kriteria standard homestay ASEAN sebesar 83% yang ditafsirkan telah diterapkan dengan sangat baik.
Namun, pada kriteria “aktivitas”, penerapan standarisasi ASEAN homestay harus lebih ditingkatkan karena memiliki bobot kepentingan yang tertinggi.
Penelitian ini diharapkan dapat memberikan sumbangan pemikiran dan pengetahuan dalam pengembangan ilmu, khususnya di bidang Manajemen Homestay.

Related Results

DAMPAK TEKNOLOGI TERHADAP PROSES BELAJAR MENGAJAR
DAMPAK TEKNOLOGI TERHADAP PROSES BELAJAR MENGAJAR
DAFTAR PUSTAKAAditama, M. H. R., & Selfiardy, S. (2022). Kehidupan Mahasiswa Kuliah Sambil Bekerja di Masa Pandemi Covid-19. Kidspedia: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini, 3(...
IDENTIFIKASI HOMESTAY DESA WISATA EDUKASI CISAAT JAWA BARAT
IDENTIFIKASI HOMESTAY DESA WISATA EDUKASI CISAAT JAWA BARAT
Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi homestay berdasarkan Asean homestay standard untuk menggolongkan tipe homestay di Desa Wisata Edukasi Cisaat Subang Jawa Barat. Penelitian...
Peningkatan Kapasitas Masyarakat Lokal Dalam Pemasaran Produk Wisata Dan Pengelolaan Homestay Di Desa Wisata Sidan
Peningkatan Kapasitas Masyarakat Lokal Dalam Pemasaran Produk Wisata Dan Pengelolaan Homestay Di Desa Wisata Sidan
Abstrak Desa Wisata Sidan sebagai desa wisata dampingan Program Studi Destinasi Pariwisata telah menunjukkan eksistensinya dalam  tahapan pengembangan desa wisata. Melalui kegiata...
PENGLIBATAN KOMUNITI DALAM PROGRAM HOMESTAY BERASASKAN EKOPELANCONGAN: KAJIAN KES DI KAMPUNG SERI SERBANG BONGAWAN, PAPAR, SABAH.
PENGLIBATAN KOMUNITI DALAM PROGRAM HOMESTAY BERASASKAN EKOPELANCONGAN: KAJIAN KES DI KAMPUNG SERI SERBANG BONGAWAN, PAPAR, SABAH.
ABSTRACT The ecotourism-based homestay program is often associated with the involvement of rural communities as the main driver of developing rural tourism. However, in the e...
Pemberdayaan Desa Wisata Melalui Kemas Ulang Informasi Potensi Desa Di Kecamatan Ngantang Kabupaten Malang
Pemberdayaan Desa Wisata Melalui Kemas Ulang Informasi Potensi Desa Di Kecamatan Ngantang Kabupaten Malang
Desa merupakan kesatuan masyarakat yang memiliki pemerintahan sendiri, sehingga potensi yang ada di wilayahnya merupakan hak bagi pemerintahan desa dan masyarakat. Potensi yang ada...
Inovasi Model Komunikasi Digital Desa Wisata dalam Pengembangan Kapasitas Pelaku Wisata di Kabupaten Bogor
Inovasi Model Komunikasi Digital Desa Wisata dalam Pengembangan Kapasitas Pelaku Wisata di Kabupaten Bogor
Kapasitas pelaku desa wisata di Indonesia umumnya masih rendah terutama para pelaku wisata di desa wisata. Rendahnya kapasitas tersebut dapat dilihat dari pelaku desa wisata yang b...
Alternatif Strategi Pengembangan Desa Rahtawu Sebagai Daya Tarik Wisata di Kabupaten Kudus
Alternatif Strategi Pengembangan Desa Rahtawu Sebagai Daya Tarik Wisata di Kabupaten Kudus
<p class="Abstract">Wisata Alam Colo merupakan salah satu tempat wisata yang berkembang di Kabupaten Kudus. Wisata alam ini mempunyai daya tarik baik dari segi fisik alam mau...

Back to Top