Javascript must be enabled to continue!
Analisis Metode K-Means Clustering untuk Menemukan Faktor-Faktor Penyebab suatu Produk Tidak Laku secara Tiba-Tiba
View through CrossRef
Penjualan produk menjadi indikator keberhasilan bisnis. Terkadang, faktor-faktor umum seperti perubahan tren pasar, persaingan, atau kebijakan pemerintah dapat mempengaruhi ketertarikan terhadap produk yang sebelumnya laris terjual. Selain itu, faktor teknis seperti lokasi produk, stok kosong, kondisi rusak atau kadaluarsa, atau kesalahan harga juga dapat berperan. Dalam penelitian ini, metode K-Means Clustering digunakan untuk menganalisis penjualan produk dan mengidentifikasi faktor-faktor teknis yang menyebabkan penurunan penjualan. Data penjualan dianalisis untuk mengidentifikasi pola tersembunyi yang ada. Hasil analisis ini membantu dalam mengidentifikasi produk yang tiba-tiba tidak laku dan faktor-faktor yang mempengaruhi penurunan penjualan, sehingga dapat digunakan untuk meningkatkan penjualan. Pada analisis ini, salah satu produk yang ditemukan tiba-tiba tidak laku adalah Frestea Madu 350 ML. Penjualan produk ini mengalami penurunan tajam mulai bulan ke-4 dan tidak laku hingga bulan ke-12. Hasil konfirmasi dari pihak toko menunjukkan bahwa faktor utama penurunan penjualan adalah adanya produk baru yang lebih diminati. Oleh karena itu, diperlukan strategi manajemen produk untuk meningkatkan pendapatan toko terkait masalah ini, seperti tidak menjual lagi produk ini. Dari hasil analisis, dapat disimpulkan bahwa metode K-Means Clustering efektif digunakan dalam mencari produk yang tiba-tiba tidak laku.
Title: Analisis Metode K-Means Clustering untuk Menemukan Faktor-Faktor Penyebab suatu Produk Tidak Laku secara Tiba-Tiba
Description:
Penjualan produk menjadi indikator keberhasilan bisnis.
Terkadang, faktor-faktor umum seperti perubahan tren pasar, persaingan, atau kebijakan pemerintah dapat mempengaruhi ketertarikan terhadap produk yang sebelumnya laris terjual.
Selain itu, faktor teknis seperti lokasi produk, stok kosong, kondisi rusak atau kadaluarsa, atau kesalahan harga juga dapat berperan.
Dalam penelitian ini, metode K-Means Clustering digunakan untuk menganalisis penjualan produk dan mengidentifikasi faktor-faktor teknis yang menyebabkan penurunan penjualan.
Data penjualan dianalisis untuk mengidentifikasi pola tersembunyi yang ada.
Hasil analisis ini membantu dalam mengidentifikasi produk yang tiba-tiba tidak laku dan faktor-faktor yang mempengaruhi penurunan penjualan, sehingga dapat digunakan untuk meningkatkan penjualan.
Pada analisis ini, salah satu produk yang ditemukan tiba-tiba tidak laku adalah Frestea Madu 350 ML.
Penjualan produk ini mengalami penurunan tajam mulai bulan ke-4 dan tidak laku hingga bulan ke-12.
Hasil konfirmasi dari pihak toko menunjukkan bahwa faktor utama penurunan penjualan adalah adanya produk baru yang lebih diminati.
Oleh karena itu, diperlukan strategi manajemen produk untuk meningkatkan pendapatan toko terkait masalah ini, seperti tidak menjual lagi produk ini.
Dari hasil analisis, dapat disimpulkan bahwa metode K-Means Clustering efektif digunakan dalam mencari produk yang tiba-tiba tidak laku.
Related Results
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MORTALITAS PADA PASIEN DENGAN FRAKTUR COSTA: Literature Review
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MORTALITAS PADA PASIEN DENGAN FRAKTUR COSTA: Literature Review
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MORTALITAS PADA PASIEN DENGAN FRAKTUR COSTA: Literature Review Anna Tri Wahyuni1), Masfuri2), Liya Arista3)1,2,3 Fakultas Ilmu Keperawatan Univers...
MANIFESTASI LAKU DALAM KAWRUH: TINJAUAN DESKRIPTIF PADA CERPEN “MEGURU” KARYA SENGKUNI
MANIFESTASI LAKU DALAM KAWRUH: TINJAUAN DESKRIPTIF PADA CERPEN “MEGURU” KARYA SENGKUNI
Abstrak
Dalam budaya Jawa, dikenal berbagai macam konsep-konsep religi. Konsep-konsep tersebut mengarah kepada perilaku mistik. Perilaku-perilaku tersebut biasanya terwujud dal...
VALIDASI MODEL BISNIS STARTUP TIBA-TIBA PINDAHAN
VALIDASI MODEL BISNIS STARTUP TIBA-TIBA PINDAHAN
Indonesia menduduki peringkat ke 6 sebagai negara dengan startup terbanyak di seluruh dunia. Dengan banyaknya startup yang ada di Indonesia, hal ini menjadi pendukung poros perekon...
KLASTERISASI POLA PENJUALAN PESTISIDA MENGGUNAKAN METODE K-MEANS CLUSTERING (STUDI KASUS DI TOKO JUANDA TANI KECAMATAN HUTABAYU RAJA)
KLASTERISASI POLA PENJUALAN PESTISIDA MENGGUNAKAN METODE K-MEANS CLUSTERING (STUDI KASUS DI TOKO JUANDA TANI KECAMATAN HUTABAYU RAJA)
Data Mining adalah suatu proses pencarian atau penggalian suatu informasi yang dilakukan di dalam sebuah data yang besar. Clustering (pengelompokan) merupakam salah satu metode yan...
PERBANDINGAN ALGORITMA K-MEANS, K-MEDOID, DAN DBSCAN UNTUK CLUSTERING KUALITAS HIDUP INDONESIA DALAM PERSPEKTIF KNOWLEDGE MANAGEMENT DAN DATA DISCOVERY
PERBANDINGAN ALGORITMA K-MEANS, K-MEDOID, DAN DBSCAN UNTUK CLUSTERING KUALITAS HIDUP INDONESIA DALAM PERSPEKTIF KNOWLEDGE MANAGEMENT DAN DATA DISCOVERY
Kemajuan era digital mendunia memaksa manusia harus semakin peka dalam menggunakan teknologi dalam setiap aspek kehidupan. Khususnya pergerakan kualitas hidup di Indonesia, tantang...
The Kernel Rough K-Means Algorithm
The Kernel Rough K-Means Algorithm
Background:
Clustering is one of the most important data mining methods. The k-means
(c-means ) and its derivative methods are the hotspot in the field of clustering research in re...
Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Keputusan Pembelian Terhadap Kualias Produk, Harga Produk Dan Promosi Produk
Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Keputusan Pembelian Terhadap Kualias Produk, Harga Produk Dan Promosi Produk
Keputusan pembeli adalah topik yang sangat menarik untuk dibahas dan tidak pernah habis. Sesuai dengan perkembangan dan perubahan zaman, maka keputusan pembeli pun mengalami peruba...

