Javascript must be enabled to continue!
Karakteristik Ibu Hamil dan Kepatuhan dalam Program Antenatal Care (ANC) di Puskesmas
View through CrossRef
Abstract. Maternal adherence to Antenatal Care (ANC) remains an important concern in efforts to reduce maternal and infant morbidity and mortality. Sociodemographic factors such as age and educational level are known to influence ANC patterns; however, studies examining these variables in specific regional contexts are still limited. This study aimed to analyze the relationship between age and educational level with ANC adherence among pregnant women attending Community Health Centers (Puskesmas) in the Antapani District in 2024. This research used an analytical observational method with a cross-sectional design. A total of 153 pregnant women were selected using non-probability sampling based on secondary data from medical records. Bivariate analysis was conducted using the Chi-Square test.The results showed that 65% of pregnant women demonstrated good adherence to ANC. Statistical analysis indicated a significant association between educational level and ANC adherence (p=0.007; OR=3.1), while age showed a tendency but was not statistically significant. Pregnant women aged above 20 years and those with medium to high educational levels tended to be more compliant with scheduled ANC visits. In conclusion, educational level is an important predictor of ANC adherence, followed by age. Therefore, structured and personalized health education is recommended particularly for adolescent mothers and pregnant women with low educational levels to improve ANC coverage and quality.
Abstrak. Kepatuhan ibu hamil dalam mengikuti program Antenatal Care (ANC) masih menjadi perhatian penting dalam upaya menurunkan angka kesakitan dan kematian ibu serta bayi. Faktor sosiodemografi seperti usia dan tingkat pendidikan diketahui berpengaruh terhadap pola kunjungan, namun penelitian yang menilai hubungan kedua variabel tersebut dalam konteks wilayah tertentu masih terbatas. Penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan usia dan tingkat pendidikan dengan kepatuhan ibu hamil dalam mengikuti program ANC di Puskesmas wilayah Kecamatan Antapani tahun 2024. Penelitian ini menggunakan metode observasional analitik dengan desain potong lintang. Sampel terdiri dari 153 ibu hamil yang dipilih melalui teknik non-probability sampling berdasarkan data rekam medis. Analisis bivariat dilakukan menggunakan uji Chi-Square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 65% ibu hamil memiliki kepatuhan baik terhadap ANC. Terdapat hubungan bermakna antara tingkat pendidikan dengan kepatuhan ANC (p=0,007; OR=3,1), sedangkan variabel usia menunjukkan kecenderungan tetapi tidak bermakna secara statistik. Ibu hamil berusia di atas 20 tahun dan memiliki pendidikan menengah hingga tinggi cenderung lebih patuh terhadap jadwal kunjungan ANC dibandingkan kelompok lainnya. Kesimpulan penelitian ini menunjukkan bahwa tingkat pendidikan merupakan prediktor penting kepatuhan ANC, diikuti oleh faktor usia. Oleh karena itu, diperlukan edukasi kesehatan yang terstruktur dan personal terutama bagi ibu hamil remaja serta ibu dengan tingkat pendidikan rendah untuk meningkatkan cakupan dan kualitas ANC.
Universitas Islam Bandung (Unisba)
Title: Karakteristik Ibu Hamil dan Kepatuhan dalam Program Antenatal Care (ANC) di Puskesmas
Description:
Abstract.
Maternal adherence to Antenatal Care (ANC) remains an important concern in efforts to reduce maternal and infant morbidity and mortality.
Sociodemographic factors such as age and educational level are known to influence ANC patterns; however, studies examining these variables in specific regional contexts are still limited.
This study aimed to analyze the relationship between age and educational level with ANC adherence among pregnant women attending Community Health Centers (Puskesmas) in the Antapani District in 2024.
This research used an analytical observational method with a cross-sectional design.
A total of 153 pregnant women were selected using non-probability sampling based on secondary data from medical records.
Bivariate analysis was conducted using the Chi-Square test.
The results showed that 65% of pregnant women demonstrated good adherence to ANC.
Statistical analysis indicated a significant association between educational level and ANC adherence (p=0.
007; OR=3.
1), while age showed a tendency but was not statistically significant.
Pregnant women aged above 20 years and those with medium to high educational levels tended to be more compliant with scheduled ANC visits.
In conclusion, educational level is an important predictor of ANC adherence, followed by age.
Therefore, structured and personalized health education is recommended particularly for adolescent mothers and pregnant women with low educational levels to improve ANC coverage and quality.
Abstrak.
Kepatuhan ibu hamil dalam mengikuti program Antenatal Care (ANC) masih menjadi perhatian penting dalam upaya menurunkan angka kesakitan dan kematian ibu serta bayi.
Faktor sosiodemografi seperti usia dan tingkat pendidikan diketahui berpengaruh terhadap pola kunjungan, namun penelitian yang menilai hubungan kedua variabel tersebut dalam konteks wilayah tertentu masih terbatas.
Penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan usia dan tingkat pendidikan dengan kepatuhan ibu hamil dalam mengikuti program ANC di Puskesmas wilayah Kecamatan Antapani tahun 2024.
Penelitian ini menggunakan metode observasional analitik dengan desain potong lintang.
Sampel terdiri dari 153 ibu hamil yang dipilih melalui teknik non-probability sampling berdasarkan data rekam medis.
Analisis bivariat dilakukan menggunakan uji Chi-Square.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa 65% ibu hamil memiliki kepatuhan baik terhadap ANC.
Terdapat hubungan bermakna antara tingkat pendidikan dengan kepatuhan ANC (p=0,007; OR=3,1), sedangkan variabel usia menunjukkan kecenderungan tetapi tidak bermakna secara statistik.
Ibu hamil berusia di atas 20 tahun dan memiliki pendidikan menengah hingga tinggi cenderung lebih patuh terhadap jadwal kunjungan ANC dibandingkan kelompok lainnya.
Kesimpulan penelitian ini menunjukkan bahwa tingkat pendidikan merupakan prediktor penting kepatuhan ANC, diikuti oleh faktor usia.
Oleh karena itu, diperlukan edukasi kesehatan yang terstruktur dan personal terutama bagi ibu hamil remaja serta ibu dengan tingkat pendidikan rendah untuk meningkatkan cakupan dan kualitas ANC.
Related Results
Factors Associated with ANC Regularity
Factors Associated with ANC Regularity
Antenatal Care (ANC) menjadi komponen pelayanan kesehatan ibu hamil terpenting untuk memantau kemajuan kehamilan. Studi pendahuluan di Puskesmas Krian bulan November 2019 sebanyak ...
FAKTOR – FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KEJADIAN ANEMIA PADA IBU HAMIL
FAKTOR – FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KEJADIAN ANEMIA PADA IBU HAMIL
Tujuan Penelitian: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian anemia pada ibu hamil di Puskesmas Jati Bening Periode Januari – April T...
Determinan Kepatuhan Bidan di Desa terhadap Standar Antenatal Care
Determinan Kepatuhan Bidan di Desa terhadap Standar Antenatal Care
Upaya menurunkan kematian ibu menjadi prioritas utama program pembangunan kesehatan nasional. Pelayanan antenatal care (ANC) menjadi bagian dari “Empat Pilar Safe Motherhood” sebag...
FAKTOR- FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PENGETAHUAN TENTANG BUKU KIA PADA IBU HAMIL
FAKTOR- FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PENGETAHUAN TENTANG BUKU KIA PADA IBU HAMIL
Background. One of the major obstacles to the slow decline in MMR and IMR in Indonesia is the low maternal knowledge associated with pregnancy. Riskesdas 2012 research results nati...
The Relationship Between The Regularity Of Antenatal Care Examinations And Disaster Preparedness In Pregnant Women
The Relationship Between The Regularity Of Antenatal Care Examinations And Disaster Preparedness In Pregnant Women
Latar Belakang: Kondisi ibu sebelum dan selama kehamilan sangat menentukan kondisi bayi yang lahir. Perdarahan pascapersalinan dikaitkan dengan anemia pada masa remaja dan selama k...
Optimalisasi Sosialisasi Dan Pelaksanaan Kelas Ibu Hamil Di Desa Jambesari
Optimalisasi Sosialisasi Dan Pelaksanaan Kelas Ibu Hamil Di Desa Jambesari
Kelas ibu hamil termasuk salah satu sarana belajar bersama yang diikuti ibu hamil mulai dari trimester II dan II, yang difasilitasi oleh bidan yang bertujuan membahas materi di buk...
PENDAMPINGAN IBU HAMIL TANDA BAHAYA KEHAMILAN DI PUSKESMAS TRUCUK KLATEN
PENDAMPINGAN IBU HAMIL TANDA BAHAYA KEHAMILAN DI PUSKESMAS TRUCUK KLATEN
Kehamilan merupakan masa yang dimulai dari pembuahan atau bertemunya sel telur dengan sperma sampai dengan lahirnya janin. Lamanya kehamilan normal yaitu 40 minggu. Kehamilan ini d...
Effectiveness Of Android Application Ceting On Screening Of Stunting Risk Factors In Pregnant Women
Effectiveness Of Android Application Ceting On Screening Of Stunting Risk Factors In Pregnant Women
Latar Belakang: Berdasarkan data Survei Status Gizi Balita Indonesia (SSGBI) tahun 2021, prevalensi stunting saat ini masih berada pada angka 24,4% atau 5,33 juta balita, belum men...

