Javascript must be enabled to continue!
View through CrossRef
Pulau Jawa memiliki jumlah angkatan kerja tertinggi di Indonesia, yang berkontribusi terhadap tingginya tingkat pengangguran terbuka akibat ketidakseimbangan antara pencari kerja dan lowongan yang tersedia. Penelitian terdahulu menunjukkan bahwa faktor seperti Upah Minimum Provinsi (UMP), tingkat pendidikan, literasi digital, dan lapangan kerja informal dapat memengaruhi pengangguran. Meskipun menjadi pusat perekonomian nasional, Pulau Jawa mencatat tingkat pengangguran terbuka tertinggi di Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh UMP, tingkat pendidikan, literasi digital, dan lapangan kerja informal terhadap tingkat pengangguran terbuka di enam provinsi di Pulau Jawa pada periode 2015–2022. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan data sekunder dan metode analisis data panel melalui model Fixed Effect. Hasil penelitian menunjukkan bahwa UMP tidak berpengaruh signifikan terhadap tingkat pengangguran terbuka. Sebaliknya, peningkatan tingkat pendidikan, literasi digital, dan ketersediaan lapangan kerja informal berpengaruh negatif signifikan terhadap pengangguran. Temuan ini mengindikasikan bahwa pembuat kebijakan perlu memfokuskan perhatian pada peningkatan keterampilan tenaga kerja melalui pelatihan, memperluas akses pendidikan, serta mendukung sektor informal seperti usaha mikro, kecil, dan menengah guna menciptakan peluang kerja yang lebih luas.
Pusat Pengelolaan Jurnal Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Jenderal Soedirman
Title:
Description:
Pulau Jawa memiliki jumlah angkatan kerja tertinggi di Indonesia, yang berkontribusi terhadap tingginya tingkat pengangguran terbuka akibat ketidakseimbangan antara pencari kerja dan lowongan yang tersedia.
Penelitian terdahulu menunjukkan bahwa faktor seperti Upah Minimum Provinsi (UMP), tingkat pendidikan, literasi digital, dan lapangan kerja informal dapat memengaruhi pengangguran.
Meskipun menjadi pusat perekonomian nasional, Pulau Jawa mencatat tingkat pengangguran terbuka tertinggi di Indonesia.
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh UMP, tingkat pendidikan, literasi digital, dan lapangan kerja informal terhadap tingkat pengangguran terbuka di enam provinsi di Pulau Jawa pada periode 2015–2022.
Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan data sekunder dan metode analisis data panel melalui model Fixed Effect.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa UMP tidak berpengaruh signifikan terhadap tingkat pengangguran terbuka.
Sebaliknya, peningkatan tingkat pendidikan, literasi digital, dan ketersediaan lapangan kerja informal berpengaruh negatif signifikan terhadap pengangguran.
Temuan ini mengindikasikan bahwa pembuat kebijakan perlu memfokuskan perhatian pada peningkatan keterampilan tenaga kerja melalui pelatihan, memperluas akses pendidikan, serta mendukung sektor informal seperti usaha mikro, kecil, dan menengah guna menciptakan peluang kerja yang lebih luas.

