Javascript must be enabled to continue!
EFEKTIVITAS PENYULUHAN TENTANG KESEHATAN GIGI DAN MULUT DENGAN METODE CERAMAH DAN DISKUSI KELOMPOK TERHADAP PENGETAHUAN RESPONDEN (STUDI LITERATUR)
View through CrossRef
Penyakit gigi dan mulut merupakan penyakit yang dapat menyerang semua golongan usia, dan memiliki sikap progresif apabila tidak dirawat atau diobati yaitu akan semakin parah. Riskesdas (2018) mencatat data secara nasional untuk proporsi masalah gigi dan mulut (gigi rusak/berlubang/sakit) adalah sebesar 45,3%, dan permasalahan gigi dan mulut tertinggi dialami oleh penduduk pada kelompok umur 5-9 tahun yaitu sebesar 67,3%. Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui efektivitas penyuluhan kesehatan gigi dan mulut terhadap pengetahuan responden dengan menggunakan metode ceramah dan metode diskusi kelompok, dilaksanakan terhitung dari persiapan, pelaksanaan pengkajian literatur sampai dengan penyusunan karya tulis ilmiah yaitu pada bulan September 2019 s.d Mei 2020. Metode penelitian yang digunakan adalah studi literatur yaitu dengan mengumpulkan data-data yang berkaitan dengan penelitian yang diperoleh dari literatur/pustaka yang selanjutnya ditelaah. Data yang digunakan adalah data sekunder yaitu data yang diperoleh dari hasil penelitian terdahulu atau sumber pustaka/literatur dan metode pengumpulan data yang digunakan adalah studi pustaka yaitu dengan mengumpulkan berbagai referensi tentang penyuluhan dengan metode ceramah, diskusi kelompok serta tingkat pengetahuan tentang kesehatan gigi dan mulut. Metode analisis data yang digunakan adalah metode analisis isi (content analysis) atau metode analisis deskriptif yang dilakukan dengan cara mendeskripsikan fakta-fakta yang didapatkan kemudian dianalisis. Data yang diperoleh dikompulasi, dan dianalisis sehingga mendapatkan kesimpulan yang dapat menjawab tujuan penelitian berdasarkan kajian studi literatur. Hasil studi literatur menunjukkan bahwa terdapat perbedaan pengetahuan responden setelah dilakukan penyuluhan dengan metode ceramah dan metode diskusi kelompok. Nilai rata-rata pengetahuan responden setelah intervensi penyuluhan dengan metode diskusi kelompok lebih besar dibandingkan pada metode ceramah, sehingga dapat disimpulkan bahwa metode diskusi kelompok lebih efektif dalam meningkatkan pengetahuan responden tentang kesehatan gigi dan mulut dibandingkan metode ceramah. Efektivitas metode penyuluhan kesehatan dipengaruhi oleh berbagai faktor diantaranya karakteristik responden seperti usia, tingkat pendidikan, dan lain-lain sehingga dapat memberikan hasil efektivitas yang berbeda.
Kata kunci: ceramah, diskusi kelompok, efektivitas
Politeknik Kesehatan Kemenkes Bandung
Title: EFEKTIVITAS PENYULUHAN TENTANG KESEHATAN GIGI DAN MULUT DENGAN METODE CERAMAH DAN DISKUSI KELOMPOK TERHADAP PENGETAHUAN RESPONDEN (STUDI LITERATUR)
Description:
Penyakit gigi dan mulut merupakan penyakit yang dapat menyerang semua golongan usia, dan memiliki sikap progresif apabila tidak dirawat atau diobati yaitu akan semakin parah.
Riskesdas (2018) mencatat data secara nasional untuk proporsi masalah gigi dan mulut (gigi rusak/berlubang/sakit) adalah sebesar 45,3%, dan permasalahan gigi dan mulut tertinggi dialami oleh penduduk pada kelompok umur 5-9 tahun yaitu sebesar 67,3%.
Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui efektivitas penyuluhan kesehatan gigi dan mulut terhadap pengetahuan responden dengan menggunakan metode ceramah dan metode diskusi kelompok, dilaksanakan terhitung dari persiapan, pelaksanaan pengkajian literatur sampai dengan penyusunan karya tulis ilmiah yaitu pada bulan September 2019 s.
d Mei 2020.
Metode penelitian yang digunakan adalah studi literatur yaitu dengan mengumpulkan data-data yang berkaitan dengan penelitian yang diperoleh dari literatur/pustaka yang selanjutnya ditelaah.
Data yang digunakan adalah data sekunder yaitu data yang diperoleh dari hasil penelitian terdahulu atau sumber pustaka/literatur dan metode pengumpulan data yang digunakan adalah studi pustaka yaitu dengan mengumpulkan berbagai referensi tentang penyuluhan dengan metode ceramah, diskusi kelompok serta tingkat pengetahuan tentang kesehatan gigi dan mulut.
Metode analisis data yang digunakan adalah metode analisis isi (content analysis) atau metode analisis deskriptif yang dilakukan dengan cara mendeskripsikan fakta-fakta yang didapatkan kemudian dianalisis.
Data yang diperoleh dikompulasi, dan dianalisis sehingga mendapatkan kesimpulan yang dapat menjawab tujuan penelitian berdasarkan kajian studi literatur.
Hasil studi literatur menunjukkan bahwa terdapat perbedaan pengetahuan responden setelah dilakukan penyuluhan dengan metode ceramah dan metode diskusi kelompok.
Nilai rata-rata pengetahuan responden setelah intervensi penyuluhan dengan metode diskusi kelompok lebih besar dibandingkan pada metode ceramah, sehingga dapat disimpulkan bahwa metode diskusi kelompok lebih efektif dalam meningkatkan pengetahuan responden tentang kesehatan gigi dan mulut dibandingkan metode ceramah.
Efektivitas metode penyuluhan kesehatan dipengaruhi oleh berbagai faktor diantaranya karakteristik responden seperti usia, tingkat pendidikan, dan lain-lain sehingga dapat memberikan hasil efektivitas yang berbeda.
Kata kunci: ceramah, diskusi kelompok, efektivitas.
Related Results
PERAN KADER SEKOLAH DALAM MENINGKATKAN PENDIDIKAN KEBERSIHAN GIGI DAN MULUT PADA ANAK SEKOLAH DASAR SDN Sukolilo 250 Surabaya
PERAN KADER SEKOLAH DALAM MENINGKATKAN PENDIDIKAN KEBERSIHAN GIGI DAN MULUT PADA ANAK SEKOLAH DASAR SDN Sukolilo 250 Surabaya
Kesehatan gigi dan mulut merupakan suatu hal yang penting, maka usaha perawatan kesehatan gigi dan mulut perlu dibina sejak dini. Target atau sasaran pendidikan kesehatan dan pelay...
Upaya Pencegahan Karies Gigi Menggunakan dengan Skrining dan Demontrasi Sikat Gigit Pada Kelompok Anak Sekolah
Upaya Pencegahan Karies Gigi Menggunakan dengan Skrining dan Demontrasi Sikat Gigit Pada Kelompok Anak Sekolah
Kesehatan mulut di Indonesia masih perlu diperhatikan terutama pada kelompok anak usia sekolah dimana prevalensi karies gigi sangat tinggi. Salah satu upaya yang dapat dilakukan un...
PERBEDAAN RERATA KEASAMAN MULUT BERBAGAI KELOMPOK KARIES GIGI PADA PASIEN DI RSGM BAITURRAHMAH PADANG
PERBEDAAN RERATA KEASAMAN MULUT BERBAGAI KELOMPOK KARIES GIGI PADA PASIEN DI RSGM BAITURRAHMAH PADANG
Riset kesehatan dasar tahun 2007 menyebutkan 72,1% penduduk Indonesia terkena karies gigi. Karies gigi adalah suatu proses patologis jaringan keras gigi (email dan dentin) yang ter...
Gambaran Kehilangan Gigi pada Mahasiswa Tahap Profesi Dokter Gigi
Gambaran Kehilangan Gigi pada Mahasiswa Tahap Profesi Dokter Gigi
Abstract: Tooth loss can occur due to various causes including caries and periodontal disease. Dental clerkship students are expected to have a good level of understanding of denta...
Tingkat Kesadaran Pemeliharaan Kesehatan Rongga Mulut pada Anak Sekolah Dasar
Tingkat Kesadaran Pemeliharaan Kesehatan Rongga Mulut pada Anak Sekolah Dasar
Abstract: Dental and oral health in children is more vulnerable than in adults due to the progressive severity of disease in children. Awareness to maintain dental and oral health ...
Peningkatan Pengetahuan Ibu Dalam Merawat Gigi Selama Kehamilan Dan Cara Merawat Gigi Anak
Peningkatan Pengetahuan Ibu Dalam Merawat Gigi Selama Kehamilan Dan Cara Merawat Gigi Anak
Ibu hamil dan ibu balita adalah kelompok rentan yang terserang karies gigi. Ibu yang memeriksakan diri ke Puskesmas Telaga Biru 100% mengalami karies gigi dan pernah menderita sak...
Aplikasi Pemberdayaan Kader Kesehatan Gigi Dalam Upaya Kesehatan Gigi Dan Mulut Sebelum dan Saat Kehamilan di Kelurahan Rungkut Tengah Surabaya
Aplikasi Pemberdayaan Kader Kesehatan Gigi Dalam Upaya Kesehatan Gigi Dan Mulut Sebelum dan Saat Kehamilan di Kelurahan Rungkut Tengah Surabaya
Penduduk yang mengalami masalah kesehatan gigi dan mulut tentu saja termasuk ibu hamil. Berat lahir pada umumnya sangat terkait dengan kematian janin, neonatal dan pascaneonatal, m...

