Javascript must be enabled to continue!
Hubungan Asupan Lemak Dalam Ultra Processed Food (UPF) Dengan Kejadian Status Gizi Lebih Di SMA Negeri 2 Sleman
View through CrossRef
Status gizi lebih adalah kondisi akumulasi cadangan lemak berlebih dalam tubuh yang disebabkan oleh ketidakseimbangan antara asupan kalori yang dikonsumsi dengan energi yang dikeluarkan dalam jangka waktu lama. Remaja cenderung menerapkan pola konsumsi tidak sesuai dengan kebutuhan. Konsumsi makanan tinggi lemak secara berlebihan menyebabkan peningkatan resiko status gizi lebih. Ultra Processed Food (UPF) merupakan salah satu makanan tinggi lemak yang sering dikonsumsi remaja karena lezat, mudah diproses, mudah didapat, dan kemasan unik. Kandungan UPF dapat berpengaruh terhadap pertumbuhan dan perkembangan remaja. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui adanya hubungan asupan lemak dalam UPF dengan status gizi lebih pada remaja di SMA Negeri 2 Sleman. Metode penelitian menggunakan kuantitatif observasional analitik dengan pendekatan cross sectional. Teknik pengambilan data menggunakan consecutive sampling dengan total sampel 62 responden. Data asupan lemak dalam UPF diukur menggunakan kuesioner SQ-FFQ dalam periode waktu 1 bulan. Data antropometri diukur menggunakan timbangan berat badan digital dan microtoise. Analisis data menggunakan STATA dengan uji chi-square. Hasil penelitian menunjukkan prevalensi kejadian status gizi lebih sebanyak 21 responden (33,87%). Responden dengan asupan lemak dalam UPF kategori lebih yang mengalami status gizi lebih sebanyak 11 responden (61,11%). Rata-rata asupan lemak dalam UPF yang dikonsumsi remaja adalah 40,8 gram/hari. Terdapat hubungan yang signifikan antara asupan lemak dalam UPF dengan kejadian status gizi lebih di SMA Negeri 2 Sleman dengan p-value 0,004. Nilai OR diperoleh yaitu 5,34. Remaja dapat lebih memperhatikan jenis makanan yang dikonsumsi dan mengurangi asupan makanan UPF.
Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda
Title: Hubungan Asupan Lemak Dalam Ultra Processed Food (UPF) Dengan Kejadian Status Gizi Lebih Di SMA Negeri 2 Sleman
Description:
Status gizi lebih adalah kondisi akumulasi cadangan lemak berlebih dalam tubuh yang disebabkan oleh ketidakseimbangan antara asupan kalori yang dikonsumsi dengan energi yang dikeluarkan dalam jangka waktu lama.
Remaja cenderung menerapkan pola konsumsi tidak sesuai dengan kebutuhan.
Konsumsi makanan tinggi lemak secara berlebihan menyebabkan peningkatan resiko status gizi lebih.
Ultra Processed Food (UPF) merupakan salah satu makanan tinggi lemak yang sering dikonsumsi remaja karena lezat, mudah diproses, mudah didapat, dan kemasan unik.
Kandungan UPF dapat berpengaruh terhadap pertumbuhan dan perkembangan remaja.
Tujuan penelitian ini untuk mengetahui adanya hubungan asupan lemak dalam UPF dengan status gizi lebih pada remaja di SMA Negeri 2 Sleman.
Metode penelitian menggunakan kuantitatif observasional analitik dengan pendekatan cross sectional.
Teknik pengambilan data menggunakan consecutive sampling dengan total sampel 62 responden.
Data asupan lemak dalam UPF diukur menggunakan kuesioner SQ-FFQ dalam periode waktu 1 bulan.
Data antropometri diukur menggunakan timbangan berat badan digital dan microtoise.
Analisis data menggunakan STATA dengan uji chi-square.
Hasil penelitian menunjukkan prevalensi kejadian status gizi lebih sebanyak 21 responden (33,87%).
Responden dengan asupan lemak dalam UPF kategori lebih yang mengalami status gizi lebih sebanyak 11 responden (61,11%).
Rata-rata asupan lemak dalam UPF yang dikonsumsi remaja adalah 40,8 gram/hari.
Terdapat hubungan yang signifikan antara asupan lemak dalam UPF dengan kejadian status gizi lebih di SMA Negeri 2 Sleman dengan p-value 0,004.
Nilai OR diperoleh yaitu 5,34.
Remaja dapat lebih memperhatikan jenis makanan yang dikonsumsi dan mengurangi asupan makanan UPF.
Related Results
Asupan Zat Gizi dan Status Gizi Remaja Putri di Pondok Pesantren Firdaus
Asupan Zat Gizi dan Status Gizi Remaja Putri di Pondok Pesantren Firdaus
Pertumbuhan serta perkembangan tubuh pada remaja memerlukan energi dan zat gizi yang lebih banyak. Pertumbuhan dan perkembangan jika tidak diimbangi dengan asupan zat gizi yang sei...
GAMBARAN ASUPAN ENERGI, ZAT GIZI MAKRO, NATRIUM, KALIUM DAN STATUS GIZI GAGAL GINJAL KRONIK PASIEN RAWAT INAP DI RSUP DR. MOHAMMAD HOSEIN
GAMBARAN ASUPAN ENERGI, ZAT GIZI MAKRO, NATRIUM, KALIUM DAN STATUS GIZI GAGAL GINJAL KRONIK PASIEN RAWAT INAP DI RSUP DR. MOHAMMAD HOSEIN
Gagal ginjal kronik merupakan penyakit yang disebabkan karena kerusakan fungsi ginjal secara terus menerus dan tidak dapat diubah, sehingga tubuh tidak mampu mempertahankan metabol...
Hubungan Antara Tingkat Konsumsi Fast Food dan Aktivitas Fisik dengan Status Gizi Lebih pada Siswa SMA Al – Falah Surabaya
Hubungan Antara Tingkat Konsumsi Fast Food dan Aktivitas Fisik dengan Status Gizi Lebih pada Siswa SMA Al – Falah Surabaya
Latar belakang: Gizi Lebih baik overweight ataupun obesitas terjadi karena ketidakseimbangan energi in dan energi out. Hal ini dikarenakan sebagian energi yang masuk melalui asupan...
Hubungan Asupan Energi Protein, Status Penyakit Infeksi, dan Pendidikan Orang Tua dengan Kejadian Stunting pada Balita Usia 25-60 Bulan
Hubungan Asupan Energi Protein, Status Penyakit Infeksi, dan Pendidikan Orang Tua dengan Kejadian Stunting pada Balita Usia 25-60 Bulan
Stunting merupakan pertumbuhan fisik tinggi badan yang tidak normal sesuai dengan umur. Stunting dipengaruhi oleh multifactor diantaranya adalah asupan energi, protein, status pen...
HUBUNGAN PENGETAHUAN GIZI DAN TINGKAT KECUKUPAN ZAT GIZI DENGAN STATUS GIZI
HUBUNGAN PENGETAHUAN GIZI DAN TINGKAT KECUKUPAN ZAT GIZI DENGAN STATUS GIZI
Salah satu faktor penting dalam mencapai derajat Kesehatan yang optimal yaitu dengan status gizi yang baik. Tingkat pengetahuan gizi mempengaruhi seseorang dalam memilih makanan. B...
HUBUNGAN ASUPAN GIZI DAN PHBS DENGAN KEJADIAN GIZI KURANG DI PUSKESMAS XIII KOTO KAMPAR I
HUBUNGAN ASUPAN GIZI DAN PHBS DENGAN KEJADIAN GIZI KURANG DI PUSKESMAS XIII KOTO KAMPAR I
salah satu masalah gizi yang dihadapi oleh dunia adalah kejadian gizi kurang. Dampak yang dapat ditimbulkan akibat gizi kurang pada balita yaitu menurunnya kecerdasan anak, produkt...
Hubungan Asupan Energi dan Asupan Zat Gizi Makro Terhadap Kejadian Obesitas pada Remaja
Hubungan Asupan Energi dan Asupan Zat Gizi Makro Terhadap Kejadian Obesitas pada Remaja
Prevalensi obesitas di Kota Pekanbaru remaja usia 16-18 tahun pada 2018 sebesar 4,87%. Obesitas remaja faktor utamanya disebabkan oleh asupan makan yang berlebih. Tujuan dari penel...
Sustainability and ultra-processed foods: role of youth
Sustainability and ultra-processed foods: role of youth
The objective of this research is to study and look at the ways how processed food affects human and environmental health and to find alternatives to processed food. Sustainabilit...

