Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

Manajemen Anestesi pada Pasien Sectio Caesarea dengan Preeklamsia Berat dan Edema Pulmo

View through CrossRef
Perawatan multi modal yang memastikan oksigenasi optimal dan hemodinamik stabil denganjumlah cairan minimal tampaknya bisa dibenarkan. Dengan tidak adanya pemahaman lengkap tentang patogenesis edema pulmo, untuk mengurangi komplikasi ibu dan janin, manajemen terutama didasarkan pada pengobatan gejala dan tanda-tanda efek sekunder preeklamsia. Manajemen pasien ini idealnya harus multidisiplin dan ahli anestesi harusterlibat dalam perawatan pasien sejak tahap awal. Asesmen awal yang cermat oleh ahlianestesi direkomendasikan untuk semua pasien dengan preeklamsia, terutama dalam kasus yang berat. Kecuali ada kontraindikasi yang diketahui sebelumnya, seperti koagulopati, anestesi regional direkomendasikan untuk pasien preeklamsia. Mengingat risiko anestesi umum pada pasien dengan preeklamsia, anestesi spinal harus dipertimbangkan dalam kasus-kasus urgensi tanpa mengesampingkan anestesi epidural. ketika diperlukan anestesi umum, sangat penting untuk mengantisipasi dan mengobati tekanan darah yang tidak stabil. Jugapenting untuk dipersiapkan untuk manajemen jalan nafas ibu yang sulit, mengingat peningkatan risiko edema faringolaringeal.
Title: Manajemen Anestesi pada Pasien Sectio Caesarea dengan Preeklamsia Berat dan Edema Pulmo
Description:
Perawatan multi modal yang memastikan oksigenasi optimal dan hemodinamik stabil denganjumlah cairan minimal tampaknya bisa dibenarkan.
Dengan tidak adanya pemahaman lengkap tentang patogenesis edema pulmo, untuk mengurangi komplikasi ibu dan janin, manajemen terutama didasarkan pada pengobatan gejala dan tanda-tanda efek sekunder preeklamsia.
Manajemen pasien ini idealnya harus multidisiplin dan ahli anestesi harusterlibat dalam perawatan pasien sejak tahap awal.
Asesmen awal yang cermat oleh ahlianestesi direkomendasikan untuk semua pasien dengan preeklamsia, terutama dalam kasus yang berat.
Kecuali ada kontraindikasi yang diketahui sebelumnya, seperti koagulopati, anestesi regional direkomendasikan untuk pasien preeklamsia.
Mengingat risiko anestesi umum pada pasien dengan preeklamsia, anestesi spinal harus dipertimbangkan dalam kasus-kasus urgensi tanpa mengesampingkan anestesi epidural.
ketika diperlukan anestesi umum, sangat penting untuk mengantisipasi dan mengobati tekanan darah yang tidak stabil.
Jugapenting untuk dipersiapkan untuk manajemen jalan nafas ibu yang sulit, mengingat peningkatan risiko edema faringolaringeal.

Related Results

FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KEJADIAN SECTIO CAESAREA PADA IBU BERSALIN DI RS HANDAYANI KOTABUMI LAMPUNG UTARA TAHUN 2020
FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KEJADIAN SECTIO CAESAREA PADA IBU BERSALIN DI RS HANDAYANI KOTABUMI LAMPUNG UTARA TAHUN 2020
Berdasarkan data Rekam Medis ruang kebidanan RS Handayani Kotabumi pada tahun 2019 sectio caesarea sebesar 511 orang dari 694 persalinan (73,6%), pada tahun 2020 sectio caesarea se...
Etika Kesehatan pada Persalinan Melalui Sectio Caesarea Tanpa Indikasi Medis
Etika Kesehatan pada Persalinan Melalui Sectio Caesarea Tanpa Indikasi Medis
Angka persalinan dengan sectio caesarea di Indonesia terbilang cukup tinggi. WHO menyatakan, angka sectio caesarea maksimum sekitar 10 sampai 15%. Oleh karena itu, perlu dikaji pen...
Tinjauan Kepuasan Pasien Terhadap Mutu Pelayanan Kesehatan
Tinjauan Kepuasan Pasien Terhadap Mutu Pelayanan Kesehatan
Dari survey pendahuluan terhadap 20 pasien diperoleh 5 (25%) pasien menyatakan kurang puas terhadap mutu pelayanan pasien. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat kepuasa...
PENGARUH PENDAMPINGAN DOULA TERHADAP PENURUNAN KEJADIAN SECTIO CAESAREA
PENGARUH PENDAMPINGAN DOULA TERHADAP PENURUNAN KEJADIAN SECTIO CAESAREA
Penelitian ini dilaterbelakangi oleh angka kejadian Sectio Caesarea yang melebihi standar ketetapan WHO sebesar 10-15% serta terjadi peningkatan. Peluang tindakan Sectio Caesarea t...
PENGARUH ELEVASI KAKI TERHADAP KESTABILAN TEKANAN DARAH PADA PASIEN SECTIO CAESAREA DENGAN SPINAL ANESTESI
PENGARUH ELEVASI KAKI TERHADAP KESTABILAN TEKANAN DARAH PADA PASIEN SECTIO CAESAREA DENGAN SPINAL ANESTESI
Hipotensi merupakan suatu kondisi dimana terjadi penurunan pada tekanan darah arteri yang mencapai >20% dibawah nilai absolut atau dasar dari tekanan darah sistolik dibawah 90% ...
Hubungan Pengetahuan dengan Sikap Ibu Post Sectio Caesarea tentang Mobilisasi Dini
Hubungan Pengetahuan dengan Sikap Ibu Post Sectio Caesarea tentang Mobilisasi Dini
Factors that influence mobilization include lifestyle influenced by education and knowledge, disease processes and injury. Post partum mothers with sectio caesarea often complain o...
Korelasi Pulsatile Index dan Optic Nerve Sheath Diameter terhadap Tekanan Intrakranial Pasien Preeklamsia: Studi Analitik Observasional
Korelasi Pulsatile Index dan Optic Nerve Sheath Diameter terhadap Tekanan Intrakranial Pasien Preeklamsia: Studi Analitik Observasional
Pendahuluan: Peningkatan tekanan intrakranial (TIK) menjadi pertimbangan penting dalam penanganan pasien preeklamsia. Manifestasi klinis peningkatan TIK pada preeklamsia sulit untu...
HUBUNGAN HEMODINAMIK TERHADAP KEJADIAN INTRA OPERATIVE NAUSEA AND VOMITING (IONV) PADA PASIEN SPINAL ANESTESI DI RSUD BENDAN
HUBUNGAN HEMODINAMIK TERHADAP KEJADIAN INTRA OPERATIVE NAUSEA AND VOMITING (IONV) PADA PASIEN SPINAL ANESTESI DI RSUD BENDAN
Spinal anestesi adalah teknik melakukan anestesi blok neuroaksial dengan menyuntikkan anestesi lokal atau obat adjuvan ke dalam ruang subaraknoid. Tindakan spinal anestesi memiliki...

Back to Top