Javascript must be enabled to continue!
Studi Komparatif Metode Demonstrasi dan Eksperimen terhadap Keterampilan Proses Sains Siswa Sekolah Dasar
View through CrossRef
Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan keterampilan proses sains siswa dengan intervensi metode demonstrasi dan eksperimen. Keterampilan proses sains merupakan kemampuan penting yang meliputi mengamati, mengelompokkan, menafsirkan, meramalkan, mengajukan pertanyaan, dan mengkomunikasikan. Subjek penelitian adalah siswa sekolah dasar yang dibagi ke dalam dua kelompok, yaitu kelompok yang memperoleh intervensi dengan metode demonstrasi dan kelompok yang memperoleh intervensi dengan metode eksperimen. Adapun jumlah subjek penelitian sejumlah 74 siswa yang terbagi dari duakelas dengan jumlah siswa 37 per kelas. Pengumpulan data dilakukan melalui soal evaluasi, angket, dan observasi keterampilan proses sains. Instrumen penelitian digunakan untuk mengukur keterampilan proses sains siswa sebelum dan sesudah intervensi. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan uji statistik untuk mengetahui perbedaan keterampilan proses sains antara kedua kelompok. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan antara keterampilan proses sains siswa yang belajar menggunakan metode demonstrasi dan metode eksperimen. Berdasarkan hasil uji-t independen, diperoleh nilai signifikansi (2-tailed) sebesar 0,675, dan lebih besar dari 0,05. Dapat disimpulkan bahwa, tidak ada perbedaan yang signifikan keterampilan proses sains yang diajar menggunakan metode demonstrasi maupun eksperimen, kedua metode memiliki keunggulan masing-masing disesuaikan dengan gaya belajar siswa dan kelas dengan metode demonstrasi lebih unggul. Hal ini juga diperkuat dengan rata-rata nilai siswa dimana memiliki selisih 0,34 dan metode demonstrasi memiliki nilai lebih tinggi dibandingkan dengan metode eksperimen.
Title: Studi Komparatif Metode Demonstrasi dan Eksperimen terhadap Keterampilan Proses Sains Siswa Sekolah Dasar
Description:
Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan keterampilan proses sains siswa dengan intervensi metode demonstrasi dan eksperimen.
Keterampilan proses sains merupakan kemampuan penting yang meliputi mengamati, mengelompokkan, menafsirkan, meramalkan, mengajukan pertanyaan, dan mengkomunikasikan.
Subjek penelitian adalah siswa sekolah dasar yang dibagi ke dalam dua kelompok, yaitu kelompok yang memperoleh intervensi dengan metode demonstrasi dan kelompok yang memperoleh intervensi dengan metode eksperimen.
Adapun jumlah subjek penelitian sejumlah 74 siswa yang terbagi dari duakelas dengan jumlah siswa 37 per kelas.
Pengumpulan data dilakukan melalui soal evaluasi, angket, dan observasi keterampilan proses sains.
Instrumen penelitian digunakan untuk mengukur keterampilan proses sains siswa sebelum dan sesudah intervensi.
Data yang diperoleh dianalisis menggunakan uji statistik untuk mengetahui perbedaan keterampilan proses sains antara kedua kelompok.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan antara keterampilan proses sains siswa yang belajar menggunakan metode demonstrasi dan metode eksperimen.
Berdasarkan hasil uji-t independen, diperoleh nilai signifikansi (2-tailed) sebesar 0,675, dan lebih besar dari 0,05.
Dapat disimpulkan bahwa, tidak ada perbedaan yang signifikan keterampilan proses sains yang diajar menggunakan metode demonstrasi maupun eksperimen, kedua metode memiliki keunggulan masing-masing disesuaikan dengan gaya belajar siswa dan kelas dengan metode demonstrasi lebih unggul.
Hal ini juga diperkuat dengan rata-rata nilai siswa dimana memiliki selisih 0,34 dan metode demonstrasi memiliki nilai lebih tinggi dibandingkan dengan metode eksperimen.
Related Results
Profil Kemampuan Literasi Sains Siswa SMP di Kota Purwokerto Ditinjau dari Aspek Konten, Proses, dan Konteks Sains
Profil Kemampuan Literasi Sains Siswa SMP di Kota Purwokerto Ditinjau dari Aspek Konten, Proses, dan Konteks Sains
Literasi sains menurut PISA (Prgram for international student assessment) adalah kemampuan menggunakan pengetahuan ilmiah, mengidentifikasi pertanyaan dan menggambarkan bukti-bukti...
DAMPAK TEKNOLOGI TERHADAP PROSES BELAJAR MENGAJAR
DAMPAK TEKNOLOGI TERHADAP PROSES BELAJAR MENGAJAR
DAFTAR PUSTAKAAditama, M. H. R., & Selfiardy, S. (2022). Kehidupan Mahasiswa Kuliah Sambil Bekerja di Masa Pandemi Covid-19. Kidspedia: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini, 3(...
Pembelajaran Biologi Melalui Inkuiri Terbimbing Dan Inkuiri Bebas Termodifikasi Ditinjau Dari Keterampilan Proses Sains Dan Kreativitas Siswa
Pembelajaran Biologi Melalui Inkuiri Terbimbing Dan Inkuiri Bebas Termodifikasi Ditinjau Dari Keterampilan Proses Sains Dan Kreativitas Siswa
<p class="Default"><em>Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pembelajaran biologi melalui inkuiri terbimbing dan inkuiri bebas termodifikasi, pengaruh kete...
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MORTALITAS PADA PASIEN DENGAN FRAKTUR COSTA: Literature Review
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MORTALITAS PADA PASIEN DENGAN FRAKTUR COSTA: Literature Review
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MORTALITAS PADA PASIEN DENGAN FRAKTUR COSTA: Literature Review Anna Tri Wahyuni1), Masfuri2), Liya Arista3)1,2,3 Fakultas Ilmu Keperawatan Univers...
PERAN TATA KELOLA PERUSAHAAN DALAM MEMODERASI PENGARUH IMPLEMANTASI GREEN ACCOUNTING, CORPORATE SOCIAL RESPONSIBILITY DAN FIRM SIZE TERHADAP KINERJA KEUANGAN
PERAN TATA KELOLA PERUSAHAAN DALAM MEMODERASI PENGARUH IMPLEMANTASI GREEN ACCOUNTING, CORPORATE SOCIAL RESPONSIBILITY DAN FIRM SIZE TERHADAP KINERJA KEUANGAN
This study examines the role of corporate governance in moderating the influence of green accounting disclosure, corporate social responsibility (CSR), and firm size on the financi...
Penggunaan Media Pembelajaran e-Learning Berbasis Web untuk Meningkatkan Hasil Belajar IPA Siswa Kelas VII
Penggunaan Media Pembelajaran e-Learning Berbasis Web untuk Meningkatkan Hasil Belajar IPA Siswa Kelas VII
Penelitian ini bertujuan untuk: (1) mendeskripsikan gambaran hasil pre-test siswa kelas eksperimen dan siswa kelas kontrol pada materi pokok suhu dan perubahannya, (2) mendeskrips...
Pengaruh Keteladanan Guru Dan Budaya Sekolah Terhadap Etika Siswa Di Sekolah Menengah Atas Negeri 10 Bungo Kecamatan Pelepat Kabupaten Bungo (Studi pada Sekolah Menengah Atas Negeri 10 Bungo)
Pengaruh Keteladanan Guru Dan Budaya Sekolah Terhadap Etika Siswa Di Sekolah Menengah Atas Negeri 10 Bungo Kecamatan Pelepat Kabupaten Bungo (Studi pada Sekolah Menengah Atas Negeri 10 Bungo)
Pendidikan bagi siswa bersumber dari konsep-konsep yang ada dalam ajaran Islam, etika sangat berkaitan dengan diri, orang tua, guru, teman dan masyarakat luas. Tujuan penelitian in...

