Javascript must be enabled to continue!
Analisis Angka Lempeng Total Minyak Balur Kombinasi VCO dan Cabai Jawa (Piper retrofractum Vahl.) dengan Variasi Suhu Pemanasan
View through CrossRef
Minyak balur kombinasi VCO dan cabai jawa merupakan ramuan herbal berbentuk cair yang diperoleh dari tumbuhan buah cabaii jawa (Piper retrofractum Vahl.) dengan penambahan minyak kelapa VCO (Cocos nucifera). Penelitian ini dilakukan untuk menganalisa mutu mikrobiologi pada minyak balur kombinasi VCO dan cabai jawa dengan tujuan untuk mengetahui keamanan minyak balur kombinasi VCO dan cabai jawa dengan metode Angka Lempeng Total (ALT). Minyak balur kombinasi VCO dan cabai jawa dibuat menjadi 3 sampel dengan suhu pemanasan yang berbeda. Sampel 1 merupakan minyak balur dengan suhu pemanasan 40°C, sampel 2 merupakan minyak balur dengan suhu pemanasan 50°C, dan sampel 3 merupakan minyak balur dengan suhu pemanasan 60°C. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ketiga sampel minyak balur kombinasi VCO dan cabai jawa dengan variasi suhu pemanasan memiliki nilai total mikroba yang berbeda yakni 3, 0, dan 6 CFU/mL. Sampel 1 memiliki nilai total mikroba 3 CFU/mL, sampel 2 memiliki nilai total mikroba 0 CFU/mL, dan dan sampel 3 memiliki nilai total mikroba 6 CFU/mL. Ketiga sampel minyak balur kombinasi VCO dan cabai jawa memiliki nilai total mikroba aman dikarenakan belum melewati batas maksimum cemaran mikroba yang diperbolehkan menurut BPOM No. 32 Tahun 2019 yaitu 107 koloni/mL.
Jurnal Santiaji Pendidikan of Mahasaraswati Denpasar University
Title: Analisis Angka Lempeng Total Minyak Balur Kombinasi VCO dan Cabai Jawa (Piper retrofractum Vahl.) dengan Variasi Suhu Pemanasan
Description:
Minyak balur kombinasi VCO dan cabai jawa merupakan ramuan herbal berbentuk cair yang diperoleh dari tumbuhan buah cabaii jawa (Piper retrofractum Vahl.
) dengan penambahan minyak kelapa VCO (Cocos nucifera).
Penelitian ini dilakukan untuk menganalisa mutu mikrobiologi pada minyak balur kombinasi VCO dan cabai jawa dengan tujuan untuk mengetahui keamanan minyak balur kombinasi VCO dan cabai jawa dengan metode Angka Lempeng Total (ALT).
Minyak balur kombinasi VCO dan cabai jawa dibuat menjadi 3 sampel dengan suhu pemanasan yang berbeda.
Sampel 1 merupakan minyak balur dengan suhu pemanasan 40°C, sampel 2 merupakan minyak balur dengan suhu pemanasan 50°C, dan sampel 3 merupakan minyak balur dengan suhu pemanasan 60°C.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa ketiga sampel minyak balur kombinasi VCO dan cabai jawa dengan variasi suhu pemanasan memiliki nilai total mikroba yang berbeda yakni 3, 0, dan 6 CFU/mL.
Sampel 1 memiliki nilai total mikroba 3 CFU/mL, sampel 2 memiliki nilai total mikroba 0 CFU/mL, dan dan sampel 3 memiliki nilai total mikroba 6 CFU/mL.
Ketiga sampel minyak balur kombinasi VCO dan cabai jawa memiliki nilai total mikroba aman dikarenakan belum melewati batas maksimum cemaran mikroba yang diperbolehkan menurut BPOM No.
32 Tahun 2019 yaitu 107 koloni/mL.
Related Results
PEMBERDAYAAN MASYARAKAT DALAM TEKNOLOGI PENGOLAHAN HASIL PERKEBUNAN KELAPA MENJADI MINYAK KELAPA MURNI (VCO) SKALA INDUSTRI RUMAH TANGGA
PEMBERDAYAAN MASYARAKAT DALAM TEKNOLOGI PENGOLAHAN HASIL PERKEBUNAN KELAPA MENJADI MINYAK KELAPA MURNI (VCO) SKALA INDUSTRI RUMAH TANGGA
Proses pengolahan daging buah kelapa menjadi produk minyak kelapa murni atau sering disebut Virgin Coconut Oil (VCO) dapat memanfaatkan teknologi yang sederhana karena proses pembu...
PENENTUAN KARAKTER MAGNETIK OBAT DAN LIMBAH BALUR DENGAN ELECTRON SPIN RESONANCE (ESR)
PENENTUAN KARAKTER MAGNETIK OBAT DAN LIMBAH BALUR DENGAN ELECTRON SPIN RESONANCE (ESR)
Salah satu metode bioelektromagnetik yang dapat digunakan untuk mengamati sinyal magnetik dalam jaringan hidup yaitu metode balur, metode balur adalah pengembangan dari metode keri...
Pengaruh Penambahan Natrium Benzoat dan Suhu Penyimpan Terhadap Mutu Minuman Herbal Cabe Jamu Cair
Pengaruh Penambahan Natrium Benzoat dan Suhu Penyimpan Terhadap Mutu Minuman Herbal Cabe Jamu Cair
Minuman herbal cabe jamu cair merupakan inovasi produk baru yang masih perlu dikaji tentang metode pengawetannya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penambahan kons...
Secondary Metabolite Profile in Mature and Old Leaves of Four Piper Species: Forest Betel (Piper aduncum L.), Red Betel (Piper crocatum Ruiz & Pav.), Javanese Chili Betel (Piper retrofractum Vahl.), and Green Betel (Piper betle L.)
Secondary Metabolite Profile in Mature and Old Leaves of Four Piper Species: Forest Betel (Piper aduncum L.), Red Betel (Piper crocatum Ruiz & Pav.), Javanese Chili Betel (Piper retrofractum Vahl.), and Green Betel (Piper betle L.)
Piper species is a potential medicinal plant, empirically known for its effectiveness in curing various diseases, particularly in Indonesia. Therefore, this research aimed to evalu...
Model Rantai Nilai Agribisnis Cabai Di Kabupaten Kolaka Timur
Model Rantai Nilai Agribisnis Cabai Di Kabupaten Kolaka Timur
Permasalahan agribisnis cabai di Kabupaten Kolaka Timur dihadapkan pada sejumlah tantangan seperti fluktuatifnya harga cabai, belum terintegrasinya hubungan antar pelaku, rantai pe...
PEMANFAATAN MINYAK BEKAS PAKAI (JELANTAH) UNTUK PENGHARUM RUANGAN
PEMANFAATAN MINYAK BEKAS PAKAI (JELANTAH) UNTUK PENGHARUM RUANGAN
Minyak bekas pakai (jelantah) merupakan minyak tumbuhan yang sudah digunakan untuk menggoreng. Penggunaan minyak bekas pakai mengakibatkan nilai ekonomis minyak tersebut turun diba...
Optimasi Treatment Pemanasan pada Proses Pengelasan Pipa Penstock
Optimasi Treatment Pemanasan pada Proses Pengelasan Pipa Penstock
Cacat retak pada sambungan las merupakan permasalahan utama dalam perakitan pipa penstock untuk Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA). Cacat retak disebabkan oleh pendinginan yang c...

