Javascript must be enabled to continue!
PUSAT KEBUDAYAAN BETAWI DI RAWA BELONG, JAKARTA BARAT
View through CrossRef
Rawa Belong located in Kebon Jeruk, West Jakarta is one of the areas with Betawi values that still survive, not only from its history but the Betawi people who still live in Rawa Belong are also still trying to preserve Betawi culture. However, because there are many other sectors that are developing, such as the education sector and industrial development, what is happening is even more focused on providing facilities in these other sectors. In a development, of course, requires a land, because it is more focused on providing other facilities, so that the land used by Betawi culture in the past is decreasing. The Rawa Belong Cultural Center project is a suitable and necessary urban acupunture development in the Rawa Belong area which has limited land for development in the development of its Betawi value sector. It can be seen from the things that need to be considered when building a Cultural Center itself which is in line with the original purpose of urban acupunture. Like paying attention to the value of existing historical references, a cultural center plays an important role in maintaining the values and beliefs of the surrounding community. By using the everyday urbanism method, which is a method that describes an interaction that occurs daily in urban spaces, everyday life is 'very present', but still not separated from the past. Knowing the values that existed in the past will help in tracing to the present and useful in making design decisions. The daily architecture of Rawa Belong shows a social reality that is influenced by the values of Betawi culture which are starting to fade, so we need a place that can evoke the values of everyday Betaw culture that still exist but are closed and starting to be forgotten. With the aim of being able to re-travel and develop the remnants of the Betawi heritage that still survives in Rawa Belong. By taking into account the historical reference values that already exist, a cultural center plays an important role in maintaining the values and beliefs of the people who live in Rawa Belong. As well as being able to contribute to the future with the function to be achieved in the development of this project, it is hoped that the values that were almost lost due to priorities in the development of other sectors can persist and will remain a distinctive feature for Rawa Belong.
Keywords: Betawi; Culture Center; Degradation; Urban Acupuncture
Abstrak
Rawa Belong yang berada di Kebon Jeruk, Jakarta Barat merupakan salah satu area dengan nilai Betawi yang masih bertahan, bukan hanya dari sejarahnya tetapi penduduk Betawi yang masih bertempat tinggal di Rawa Belong juga masih berupaya untuk melestarikan kebudayaan Betawi. Namun karena banyaknya sektor lain yang sedang berkembang seperti pada sektor pendidikan dan industri pembangunan yang terjadi malah lebih terfokus pada penyediaan fasilitas-fasilitas pada sektor lain tersebut. Pada suatu pembangunan tentunya membutuhkan suatu lahan, karena lebih terfokus pada penyediaan fasilitas lain membuat lahan-lahan yang digunakan budaya Betawi dahulu makinlah berkurang. Proyek Rawa Belong Cultural Center ini merupakan pembangunan urban acupunture yang cocok dan diperlukan pada area Rawa Belong yang memiliki lahan terbatas untuk pembangunan pada perkembangan sektor nilai Betawinya. Dapat dilihat dari hal-hal yang perlu diperhatikan saat membangun sebuah cultural center itu sendiri yang sejalan dengan tujuan asli dari urban acupunture. Seperti memperhatikan nilai referensi sejarah yang telah ada, sebuah pusat budaya memainkan peran penting dalam mempertahankan nilai-nilai dan keyakinan bagi masyarakat sekitarnya. Dengan menggunakan metode everyday urbanism yang merupakan suatu metode yang menjelaskan tentang suatu interaksi yang terjadi sehari- hari di daIam ruang kota, everyday life ini bersifat ‘sangat sekarang’, tapi tetap tidak Iepas dari masa lalu. Jika dapat mengetahui nilai - nilai yang ada pada masa lalu maka akan membantu dalam merunut ke masa sekarang dan berguna dalam mengambiI keputusan desain. Arsitektur keseharian pada Rawa Belong menunjukkan suatu realitas sosial yang dipengaruhi oleh niIai budaya Betawi yang mulai luntur, sehingga diperlukannya suatu wadah yang dapat membangkitkan niIai budaya betaw sehari-hari yang masih ada namun tertutup dan mulai dilupakan. Dengan tujuan untuk dapat kembali menelusuri dan mengembangkan lagi sisa-sisa warisan Betawi yang masih bertahan di Rawa Belong. Dengan memperhatikan nilai referensi sejarah yang telah ada, sebuah pusat kebudayaan memainkan peran penting dalam mempertahankan nilai-nilai dan keyakinan bagi masyarakat yang bertempat tinggal di Rawa Belong. Serta dapat berkontribusi untuk masa depan dengan fungsi yang ingin di capai dalam pembangunan proyek ini, diharapkan nilai-nilai yang tadinya hampir hilang karena prioritas pada pembangunan sektor lain dapat tetap bertahan dan akan tetap menjadi ciri khas tersendiri bagi Rawa Belong.
Title: PUSAT KEBUDAYAAN BETAWI DI RAWA BELONG, JAKARTA BARAT
Description:
Rawa Belong located in Kebon Jeruk, West Jakarta is one of the areas with Betawi values that still survive, not only from its history but the Betawi people who still live in Rawa Belong are also still trying to preserve Betawi culture.
However, because there are many other sectors that are developing, such as the education sector and industrial development, what is happening is even more focused on providing facilities in these other sectors.
In a development, of course, requires a land, because it is more focused on providing other facilities, so that the land used by Betawi culture in the past is decreasing.
The Rawa Belong Cultural Center project is a suitable and necessary urban acupunture development in the Rawa Belong area which has limited land for development in the development of its Betawi value sector.
It can be seen from the things that need to be considered when building a Cultural Center itself which is in line with the original purpose of urban acupunture.
Like paying attention to the value of existing historical references, a cultural center plays an important role in maintaining the values and beliefs of the surrounding community.
By using the everyday urbanism method, which is a method that describes an interaction that occurs daily in urban spaces, everyday life is 'very present', but still not separated from the past.
Knowing the values that existed in the past will help in tracing to the present and useful in making design decisions.
The daily architecture of Rawa Belong shows a social reality that is influenced by the values of Betawi culture which are starting to fade, so we need a place that can evoke the values of everyday Betaw culture that still exist but are closed and starting to be forgotten.
With the aim of being able to re-travel and develop the remnants of the Betawi heritage that still survives in Rawa Belong.
By taking into account the historical reference values that already exist, a cultural center plays an important role in maintaining the values and beliefs of the people who live in Rawa Belong.
As well as being able to contribute to the future with the function to be achieved in the development of this project, it is hoped that the values that were almost lost due to priorities in the development of other sectors can persist and will remain a distinctive feature for Rawa Belong.
Keywords: Betawi; Culture Center; Degradation; Urban Acupuncture
Abstrak
Rawa Belong yang berada di Kebon Jeruk, Jakarta Barat merupakan salah satu area dengan nilai Betawi yang masih bertahan, bukan hanya dari sejarahnya tetapi penduduk Betawi yang masih bertempat tinggal di Rawa Belong juga masih berupaya untuk melestarikan kebudayaan Betawi.
Namun karena banyaknya sektor lain yang sedang berkembang seperti pada sektor pendidikan dan industri pembangunan yang terjadi malah lebih terfokus pada penyediaan fasilitas-fasilitas pada sektor lain tersebut.
Pada suatu pembangunan tentunya membutuhkan suatu lahan, karena lebih terfokus pada penyediaan fasilitas lain membuat lahan-lahan yang digunakan budaya Betawi dahulu makinlah berkurang.
Proyek Rawa Belong Cultural Center ini merupakan pembangunan urban acupunture yang cocok dan diperlukan pada area Rawa Belong yang memiliki lahan terbatas untuk pembangunan pada perkembangan sektor nilai Betawinya.
Dapat dilihat dari hal-hal yang perlu diperhatikan saat membangun sebuah cultural center itu sendiri yang sejalan dengan tujuan asli dari urban acupunture.
Seperti memperhatikan nilai referensi sejarah yang telah ada, sebuah pusat budaya memainkan peran penting dalam mempertahankan nilai-nilai dan keyakinan bagi masyarakat sekitarnya.
Dengan menggunakan metode everyday urbanism yang merupakan suatu metode yang menjelaskan tentang suatu interaksi yang terjadi sehari- hari di daIam ruang kota, everyday life ini bersifat ‘sangat sekarang’, tapi tetap tidak Iepas dari masa lalu.
Jika dapat mengetahui nilai - nilai yang ada pada masa lalu maka akan membantu dalam merunut ke masa sekarang dan berguna dalam mengambiI keputusan desain.
Arsitektur keseharian pada Rawa Belong menunjukkan suatu realitas sosial yang dipengaruhi oleh niIai budaya Betawi yang mulai luntur, sehingga diperlukannya suatu wadah yang dapat membangkitkan niIai budaya betaw sehari-hari yang masih ada namun tertutup dan mulai dilupakan.
Dengan tujuan untuk dapat kembali menelusuri dan mengembangkan lagi sisa-sisa warisan Betawi yang masih bertahan di Rawa Belong.
Dengan memperhatikan nilai referensi sejarah yang telah ada, sebuah pusat kebudayaan memainkan peran penting dalam mempertahankan nilai-nilai dan keyakinan bagi masyarakat yang bertempat tinggal di Rawa Belong.
Serta dapat berkontribusi untuk masa depan dengan fungsi yang ingin di capai dalam pembangunan proyek ini, diharapkan nilai-nilai yang tadinya hampir hilang karena prioritas pada pembangunan sektor lain dapat tetap bertahan dan akan tetap menjadi ciri khas tersendiri bagi Rawa Belong.
Related Results
PENERAPAN ORNAMEN KHAS BETAWI DALAM INTERIOR MASJID RAYA KH. HASYIM ASYARI JAKARTA BARAT
PENERAPAN ORNAMEN KHAS BETAWI DALAM INTERIOR MASJID RAYA KH. HASYIM ASYARI JAKARTA BARAT
Abstract The Mosque is the buildings of worship for Muslims who can accommodate the worshipers. In the Mosque’s interior design is identical to the use of typical Middle Eastern or...
PENGEMBANGAN DESAIN SIGNAGE SETU BABAKAN
PENGEMBANGAN DESAIN SIGNAGE SETU BABAKAN
AbstractSignage Design Development of Setu Babakan. Setu or “situ” means lake, while Babakan means wood fiber. Setu Babakan located at the Condet area, East Jakarta as a special ar...
Pengembangan Perkampungan Budaya Betawi Dari Condet ke Srengseng Sawah
Pengembangan Perkampungan Budaya Betawi Dari Condet ke Srengseng Sawah
This study will explain the social changes as a resulted of moved Betawi Cultural Area to Srengseng Sawah. By using the perspective of social change, clearly reflected that Condet ...
Karakteristik Iluminasi dalam Naskah Betawi Koleksi Cohen Stuart di Perpustakaan Nasional RI
Karakteristik Iluminasi dalam Naskah Betawi Koleksi Cohen Stuart di Perpustakaan Nasional RI
The aim of this study is to explain characteristics of illumination in Betawi manuscript and reveal every culture that shows in it. The data used in this research is Betawi manuscr...
Budaya Betawi dalam Novel Kronik Betawi Karya Ratih Kumala: Pendekatan Antropologi Sastra
Budaya Betawi dalam Novel Kronik Betawi Karya Ratih Kumala: Pendekatan Antropologi Sastra
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh posisi Universitas Pamulang dalam hal geokultural dan keinginan untuk menciptakan model peran penelitian antropologi sastra. Penelitian ini ber...
PENGARUH JARINGAN PERDAGANGAN GLOBAL PADA STRUKTUR WILAYAH DAN KONFIGURASI SPASIAL PUSAT PEMERINTAHAN KESULTANAN-KESULTANAN MELAYU DI KALIMANTAN BARAT
PENGARUH JARINGAN PERDAGANGAN GLOBAL PADA STRUKTUR WILAYAH DAN KONFIGURASI SPASIAL PUSAT PEMERINTAHAN KESULTANAN-KESULTANAN MELAYU DI KALIMANTAN BARAT
Lokasi pusat-pusat pemerintahan kesultanan Melayu di Kalimantan Barat berada di sepanjang tepian sungai. Sungai menjadi faktor yang sangat penting dalam kehidupan kesultanan, yaitu...
Eksistensi Budaya Tradisi Buka Palang Pintu dalam Masyarakat Betawi
Eksistensi Budaya Tradisi Buka Palang Pintu dalam Masyarakat Betawi
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis eksistensi budaya tradisi palang pintu dalam acara pernikahan masyarakat Betawi. Metode penelitian yang digunakan untuk mengana...
The Betawi Lexicon of Kinship and Greeting
The Betawi Lexicon of Kinship and Greeting
The Betawi people use the Betawi language to communicate in official and unofficial settings. Environmental factors are one of the reasons for the extinction of the Betawi language...

