Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

KONSELING SEBAYA PADA KESEHATAN REPRODUKSI REMAJA DALAM KOMUNIKASI INTERPERSONAL

View through CrossRef
Dalam penelitian ini pendekatan yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif. Pendekatan kuantitatif yaitu pendekatan yang bertumpu pada pengumpulan data berupa angka hasil pengukuran. Adapun hasil pembahasan ini adalah: 1) Konseling sebaya dalam membangun hubungan dengan konseli. Membangun hubungan dengan konseli dilakukan di awal pertemuan konseling, dalam membangun hubungan dengan konseli, konselor sebaya meyambut klien dengan baik serta konselor juga dapat melakukan keterampilan attending yang dilakukan dengan tujuan agar konseli dapat merasa nyaman serta diterima kehadirannya. 2) Konseling sebaya membantu konseli dalam proses pengambilan keputusan. Konselor sebaya membantu konseli dalam proses pengambilan keputusan atas permasalahan yang dialami konseli. Konselor sebaya mengidetifikasi keputusan seperti apa yang dibutuhkan oleh konseli dilihat dari diagnosis permasalahan serta menjabarkan keuntungan serta kekurangan dari setiap pilihan keputusandan konsekuensinya. 3) Konseling sebaya mengevaluasi konseli dalam menjalankan keputusan. Setelah mengambil sebuah keputusan yang akan membantu konseli untuk menyelesaikan masalahnya perlu  dilakukan  evaluasi  terhadap konseli.
Faculty of Teacher Training and Education, Universitas Palangka Raya
Title: KONSELING SEBAYA PADA KESEHATAN REPRODUKSI REMAJA DALAM KOMUNIKASI INTERPERSONAL
Description:
Dalam penelitian ini pendekatan yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif.
Pendekatan kuantitatif yaitu pendekatan yang bertumpu pada pengumpulan data berupa angka hasil pengukuran.
Adapun hasil pembahasan ini adalah: 1) Konseling sebaya dalam membangun hubungan dengan konseli.
Membangun hubungan dengan konseli dilakukan di awal pertemuan konseling, dalam membangun hubungan dengan konseli, konselor sebaya meyambut klien dengan baik serta konselor juga dapat melakukan keterampilan attending yang dilakukan dengan tujuan agar konseli dapat merasa nyaman serta diterima kehadirannya.
2) Konseling sebaya membantu konseli dalam proses pengambilan keputusan.
Konselor sebaya membantu konseli dalam proses pengambilan keputusan atas permasalahan yang dialami konseli.
Konselor sebaya mengidetifikasi keputusan seperti apa yang dibutuhkan oleh konseli dilihat dari diagnosis permasalahan serta menjabarkan keuntungan serta kekurangan dari setiap pilihan keputusandan konsekuensinya.
3) Konseling sebaya mengevaluasi konseli dalam menjalankan keputusan.
Setelah mengambil sebuah keputusan yang akan membantu konseli untuk menyelesaikan masalahnya perlu  dilakukan  evaluasi  terhadap konseli.

Related Results

Kesehatan Reproduksi Remaja
Kesehatan Reproduksi Remaja
Seksualitas dan kesehatan reproduksi remaja didefinisikan sebagai keadaan sejahtera fisik dan psikis seorang remaja, termasuk keadaan terbebas dari kehamilan yang tak dikehendaki, ...
Peningkatan Kesehatan Reproduksi Remaja Melalui Pembentukan Pos Bimbingan Dan Pelayanan Kelompok Kader Sebaya
Peningkatan Kesehatan Reproduksi Remaja Melalui Pembentukan Pos Bimbingan Dan Pelayanan Kelompok Kader Sebaya
Berdasarkan data hasil survei pada remaja Kabupaten Kendal tahun 2019 diperoleh 52 % remaja merokok, menonton gambar porno 95 %, 16 % remaja miras dan narkoba serta 7 % pergaulan b...
PERSEPSI REMAJA TERHADAP FAKTOR PENGHAMBAT PEMANFAATAN PELAYANAN KESEHATAN REPRODUKSI DI PUSKESMAS GAMBOK KABUPATEN SIJUNJUNG
PERSEPSI REMAJA TERHADAP FAKTOR PENGHAMBAT PEMANFAATAN PELAYANAN KESEHATAN REPRODUKSI DI PUSKESMAS GAMBOK KABUPATEN SIJUNJUNG
PERSEPSI REMAJA TERHADAP FAKTOR PENGHAMBATPEMANFAATAN PELAYANAN KESEHATAN REPRODUKSIDI PUSKESMAS GAMBOK KABUPATEN SIJUNJUNGVella Dwi Yani, Ova Emilia, Hari KusnantoABSTRACTBackgrou...
PENGETAHUAN TENTANG KEPUTIHAN PADA REMAJA PUTRI
PENGETAHUAN TENTANG KEPUTIHAN PADA REMAJA PUTRI
ABSTRACT KNOWLEDGE ABOUT FLUOR ALBUS IN ADOLESCENT   Backgroud Fluor albus is a non-bloody and not ordinary discharge coming out from vaginal passage, either it is smelly or not, d...
Pendampingan Kader Posyandu Dalam Meningkatkan Pengetahuan Kesehatan Reproduksi Remaja
Pendampingan Kader Posyandu Dalam Meningkatkan Pengetahuan Kesehatan Reproduksi Remaja
Permasalahan kesehatan remaja di Indonesia semakin kompleks yang harus ditangani secara komprehensif dan terintegrasi dengan melibatkan unsur dari lintas program dan lintas sektor ...
PELATIHAN DAN PENDAMPINGAN REMAJA TEMAN SEBAYA PEDULI KESEHATAN REPRODUKSI DI DESA SINABUN KECAMATAN SAWAN
PELATIHAN DAN PENDAMPINGAN REMAJA TEMAN SEBAYA PEDULI KESEHATAN REPRODUKSI DI DESA SINABUN KECAMATAN SAWAN
Fase remaja merupakan fase yang sangat rentan dan perlu dijaga dengan baik. Pada fase ini salah satu hal yang penting adalah menjaga kesehatan reproduksi. Tingkat pernikahan usia m...
Kesehatan reproduksi remaja di Desa Sukowati Kecamatan Kapas Kabupaten Bojonegoro
Kesehatan reproduksi remaja di Desa Sukowati Kecamatan Kapas Kabupaten Bojonegoro
Kesehatan reproduksi menurut WHO adalah keadaan sehat yang menyuluruh, meliputi aspek fisik, mental dan social dan bukan hanya sekedar tidak adanya penyakit atau gangguan di segala...

Back to Top