Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

PENGEMBANGAN MODEL PEMBELAJARAN TAHFIDZ JUZ 30 MELALUI PENDEKATAN TALQIN UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN MENGHAFAL AL-QUR’AN ANAK USIA DINI

View through CrossRef
ABSTRAK Pembelajaran tahfidz Al-Qur’an pada anak usia dini memerlukan model pembelajaran yang dirancang sesuai dengan karakteristik perkembangan anak, terutama pada aspek kognitif, bahasa, dan sosial-emosional. Anak usia dini memiliki kemampuan menghafal yang baik apabila proses pembelajaran dilakukan secara bertahap, berulang, dan menyenangkan. Pendekatan talqin merupakan salah satu pendekatan yang relevan dalam pembelajaran tahfidz karena menekankan pada proses mendengarkan, menirukan, dan mengulang bacaan secara konsisten. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan model pembelajaran tahfidz Juz 30 berbasis pendekatan talqin bagi anak usia dini di TK Izzatul Ummah Grobogan serta menganalisis tingkat kelayakan, kepraktisan, dan efektivitas model yang dikembangkan. Penelitian ini menggunakan metode penelitian dan pengembangan (Research and Development). Tahapan penelitian meliputi analisis kebutuhan pembelajaran, perancangan model pembelajaran, validasi ahli materi dan ahli pembelajaran, uji coba terbatas, serta revisi produk berdasarkan hasil uji coba. Subjek penelitian adalah anak usia dini kelompok B di TK Izzatul Ummah Grobogan. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, angket, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa model pembelajaran tahfidz Juz 30 berbasis pendekatan talqin dinyatakan layak oleh para ahli, praktis digunakan oleh guru, dan efektif dalam meningkatkan kemampuan hafalan surat-surat Juz 30 pada anak usia dini. Dengan demikian, model pembelajaran yang dikembangkan dapat digunakan sebagai alternatif inovatif dalam pembelajaran tahfidz Al-Qur’an di lembaga pendidikan anak usia dini. ABSTRACT Tahfidz learning for early childhood requires an instructional model that is designed in accordance with children’s developmental characteristics, particularly in cognitive, language, and socio-emotional aspects. Early childhood learners tend to have strong memorization abilities when learning activities are conducted gradually, repeatedly, and in an enjoyable manner. The talqin approach is considered relevant in tahfidz learning as it emphasizes listening, imitation, and consistent repetition of Qur’anic recitation. This study aims to develop a talqin-based tahfidz learning model for Juz 30 for early childhood students at TK Izzatul Ummah Grobogan and to analyze the feasibility, practicality, and effectiveness of the developed model. This research employed a Research and Development method. The research stages included learning needs analysis, instructional model design, validation by material and instructional experts, limited trials, and product revision based on trial results. The research subjects were group B early childhood students at TK Izzatul Ummah Grobogan. Data were collected through observation, interviews, questionnaires, and documentation. The results indicate that the talqin-based tahfidz learning model for Juz 30 is feasible according to expert judgment, practical for teachers to implement, and effective in improving early childhood students’ memorization of Juz 30 surahs. Therefore, the developed learning model can be used as an innovative alternative for tahfidz learning in early childhood education institutions.
Title: PENGEMBANGAN MODEL PEMBELAJARAN TAHFIDZ JUZ 30 MELALUI PENDEKATAN TALQIN UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN MENGHAFAL AL-QUR’AN ANAK USIA DINI
Description:
ABSTRAK Pembelajaran tahfidz Al-Qur’an pada anak usia dini memerlukan model pembelajaran yang dirancang sesuai dengan karakteristik perkembangan anak, terutama pada aspek kognitif, bahasa, dan sosial-emosional.
Anak usia dini memiliki kemampuan menghafal yang baik apabila proses pembelajaran dilakukan secara bertahap, berulang, dan menyenangkan.
Pendekatan talqin merupakan salah satu pendekatan yang relevan dalam pembelajaran tahfidz karena menekankan pada proses mendengarkan, menirukan, dan mengulang bacaan secara konsisten.
Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan model pembelajaran tahfidz Juz 30 berbasis pendekatan talqin bagi anak usia dini di TK Izzatul Ummah Grobogan serta menganalisis tingkat kelayakan, kepraktisan, dan efektivitas model yang dikembangkan.
Penelitian ini menggunakan metode penelitian dan pengembangan (Research and Development).
Tahapan penelitian meliputi analisis kebutuhan pembelajaran, perancangan model pembelajaran, validasi ahli materi dan ahli pembelajaran, uji coba terbatas, serta revisi produk berdasarkan hasil uji coba.
Subjek penelitian adalah anak usia dini kelompok B di TK Izzatul Ummah Grobogan.
Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, angket, dan dokumentasi.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa model pembelajaran tahfidz Juz 30 berbasis pendekatan talqin dinyatakan layak oleh para ahli, praktis digunakan oleh guru, dan efektif dalam meningkatkan kemampuan hafalan surat-surat Juz 30 pada anak usia dini.
Dengan demikian, model pembelajaran yang dikembangkan dapat digunakan sebagai alternatif inovatif dalam pembelajaran tahfidz Al-Qur’an di lembaga pendidikan anak usia dini.
ABSTRACT Tahfidz learning for early childhood requires an instructional model that is designed in accordance with children’s developmental characteristics, particularly in cognitive, language, and socio-emotional aspects.
Early childhood learners tend to have strong memorization abilities when learning activities are conducted gradually, repeatedly, and in an enjoyable manner.
The talqin approach is considered relevant in tahfidz learning as it emphasizes listening, imitation, and consistent repetition of Qur’anic recitation.
This study aims to develop a talqin-based tahfidz learning model for Juz 30 for early childhood students at TK Izzatul Ummah Grobogan and to analyze the feasibility, practicality, and effectiveness of the developed model.
This research employed a Research and Development method.
The research stages included learning needs analysis, instructional model design, validation by material and instructional experts, limited trials, and product revision based on trial results.
The research subjects were group B early childhood students at TK Izzatul Ummah Grobogan.
Data were collected through observation, interviews, questionnaires, and documentation.
The results indicate that the talqin-based tahfidz learning model for Juz 30 is feasible according to expert judgment, practical for teachers to implement, and effective in improving early childhood students’ memorization of Juz 30 surahs.
Therefore, the developed learning model can be used as an innovative alternative for tahfidz learning in early childhood education institutions.

Related Results

Peran Guru Tahfidz dalam Meningkatkan Kemampuan Menghafal Al-Qur'an Siswa Kelas VII di SMP PGII 1 Bandung
Peran Guru Tahfidz dalam Meningkatkan Kemampuan Menghafal Al-Qur'an Siswa Kelas VII di SMP PGII 1 Bandung
Abstract. This research aims to determine the role and strategies of tahfidz teachers in improving the ability to memorize the Al-Qur'an for class VII students at SMP PGII 1 Bandun...
Upaya Guru dalam Meningkatkan Minat Membaca Anak pada Masa Adaptasi Kebiasaan Baru di BMBA AIUEO Batujajar Bandung
Upaya Guru dalam Meningkatkan Minat Membaca Anak pada Masa Adaptasi Kebiasaan Baru di BMBA AIUEO Batujajar Bandung
Abstract. Based on the PISA report which was just released 2019, Indonesia's reading score is ranked 72 out of 77 countries (liputan6.com,2019). This condition shows the poor inter...
Manajemen Pembelajaran Tahfidz di Sekolah Menengah Pertama Khairunnas Malang
Manajemen Pembelajaran Tahfidz di Sekolah Menengah Pertama Khairunnas Malang
This research was carried out against a background of high interest in parents enrolling their sons and daughters in the Tahfidz Al Qur'an Islamic Boarding School and high interest...
Pelaksanaan Program Tahfidz di SMAS Hidayatullah Putri Kendari Provinsi Sulawesi Tenggara
Pelaksanaan Program Tahfidz di SMAS Hidayatullah Putri Kendari Provinsi Sulawesi Tenggara
Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan menggunakan pendekatan manajemen. Adapun sumber data penelitian ini adalah Kepala Sekolah, Pembina Tahfidz, Guru-Guru Tahfidz,...
MANAJEMEN PEMBELAJARAN TAHFIZH AL-QUR’AN DI PESANTREN AL-KAHFI SURAKARTA DAN PESANTREN NURUL IMAN KARANGANYAR
MANAJEMEN PEMBELAJARAN TAHFIZH AL-QUR’AN DI PESANTREN AL-KAHFI SURAKARTA DAN PESANTREN NURUL IMAN KARANGANYAR
A good case needs to be managed well too if you want to get good results. Likewise with the study of tahfizh of the Qur'an, of course it must be managed properly. Then there must b...
Random Verse Method As An Innovation In The Tahfidz Juz 'Amma Program At Mi Sains & Alam Ulul Albab Tulungagung
Random Verse Method As An Innovation In The Tahfidz Juz 'Amma Program At Mi Sains & Alam Ulul Albab Tulungagung
This research is motivated by a phenomenon that occurs in the field, that currently, there are programsimplemented in an institution, not just a way to make progress at the institu...
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MORTALITAS PADA PASIEN DENGAN FRAKTUR COSTA: Literature Review
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MORTALITAS PADA PASIEN DENGAN FRAKTUR COSTA: Literature Review
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MORTALITAS PADA PASIEN DENGAN FRAKTUR COSTA: Literature  Review Anna Tri Wahyuni1), Masfuri2),  Liya Arista3)1,2,3 Fakultas Ilmu Keperawatan Univers...
Implementasi Model ATIK dalam Pembelajaran Menghafal Al-Qur’an pada Anak Usia Dini
Implementasi Model ATIK dalam Pembelajaran Menghafal Al-Qur’an pada Anak Usia Dini
Penelitian ini dilatar belakangi oleh kurangnya minat dan motivasi anak usia dini dalam menghafal Al Qur’an. Hal ini terlihat dari masih banyaknya anak usia dini yang sibuk dengan ...

Back to Top