Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

Potensi Genistein Terhadap Histopatologi Tubulus Seminiferus Testis Mencit (Mus musculus)

View through CrossRef
Pemanfaatan sarana kontrasepsi pria dengan memanfaatkan bahan alami berasal dari tanaman sudah banyak dilakukan. Tetapi pemanfaatan biji kedelai sebagai salah satu tanaman suku Leguminoceae belum pernah dilakukan. Biji kedelai mengandung senyawa genistein, sebagai salah satu senyawa derivat isoflavon mempuyai struktur kimia mirip dengan 17β-estradiol bersifat seperti hormon steroid estrogen, mampu menyebabkan kerusakan pada sistem reproduksi jantan. Penelitian bertujuan menguji pengaruh genistein terhadap histopatologi tubulus seminiferus testis mencit jantan (Mus musculus). Penelitian dilakukan menggunakan pendekatan eksperimental, yang rancangannya mengikuti rancangan acak lengkap. Variabel bebas adalah dosis genistein 0 mg/g, 0,0035 mg/g, 0,0042 mg/g, dan 0,0049 mg/g. Variabel terikat adalah sel-sel germinal tubulus seminiferus testis. Data rerata jumlah sel-sel germinal dianalisis menggunakan Analisis Varians Satu Arah (One Way ANOVA) dengan tingkat signifikansi 95% (α 5%) dilakukan uji Post Hoc dengan Least Significant Difference (LSD) α 5%. Perubahan pada jaringan testis dianalisis secara deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada pengaruh pemberian genistein terhadap rerata jumlah sel-sel germinal dan menyebabkan penghambatan proliferasi sel-sel germinal dalam tubulus seminiferus testis.
Title: Potensi Genistein Terhadap Histopatologi Tubulus Seminiferus Testis Mencit (Mus musculus)
Description:
Pemanfaatan sarana kontrasepsi pria dengan memanfaatkan bahan alami berasal dari tanaman sudah banyak dilakukan.
Tetapi pemanfaatan biji kedelai sebagai salah satu tanaman suku Leguminoceae belum pernah dilakukan.
Biji kedelai mengandung senyawa genistein, sebagai salah satu senyawa derivat isoflavon mempuyai struktur kimia mirip dengan 17β-estradiol bersifat seperti hormon steroid estrogen, mampu menyebabkan kerusakan pada sistem reproduksi jantan.
Penelitian bertujuan menguji pengaruh genistein terhadap histopatologi tubulus seminiferus testis mencit jantan (Mus musculus).
Penelitian dilakukan menggunakan pendekatan eksperimental, yang rancangannya mengikuti rancangan acak lengkap.
Variabel bebas adalah dosis genistein 0 mg/g, 0,0035 mg/g, 0,0042 mg/g, dan 0,0049 mg/g.
Variabel terikat adalah sel-sel germinal tubulus seminiferus testis.
Data rerata jumlah sel-sel germinal dianalisis menggunakan Analisis Varians Satu Arah (One Way ANOVA) dengan tingkat signifikansi 95% (α 5%) dilakukan uji Post Hoc dengan Least Significant Difference (LSD) α 5%.
Perubahan pada jaringan testis dianalisis secara deskriptif.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada pengaruh pemberian genistein terhadap rerata jumlah sel-sel germinal dan menyebabkan penghambatan proliferasi sel-sel germinal dalam tubulus seminiferus testis.

Related Results

Plastik dalam kehidupan sehari-hari di Indonesia sudah tidak dapat dihindari lagi. Bahan dalam pembuatan plastik dapat menimbulkan radikal bebas bagi tubuh sehingga berpengaruh ter...
Genistein Decreases APP/tau Phosphorylation and Ameliorates Aβ Overproduction Through Inhibiting CIP2A
Genistein Decreases APP/tau Phosphorylation and Ameliorates Aβ Overproduction Through Inhibiting CIP2A
Background: Upregulation of Cancerous Inhibitor of PP2A (CIP2A) plays an important role in disease-related phosphorylation of tau/APP and tau pathology/Aβ overproduction through in...
Plastik merupakan bahan yang banyak dijumpai dalam kehidupan sehari-hari, baik untuk keperluan rumah tangga, perkantoran, pertanian/perkebunan, perindustrian, dan sebagainya. Salah...
The small molecule, genistein, increases hepcidin expression in human hepatocytes
The small molecule, genistein, increases hepcidin expression in human hepatocytes
Hepcidin, a peptide hormone that decreases intestinal iron absorption and macrophage iron release, is a potential drug target for patients with iron overload syndromes because its ...
Anatomical location of undescended testes and comparison between their size at different anatomical locations: A cross sectional study
Anatomical location of undescended testes and comparison between their size at different anatomical locations: A cross sectional study
Introduction: Undescended testis (UDT) or cryptorchidism is a common childhood condition in which a boy is born without having one or both testes in their scrotum. It is a very fre...

Back to Top