Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

ARAHAN PEMANFAATAN DAYA DUKUNG LAHAN PERTANIAN DI KABUPATEN BOGOR

View through CrossRef
<p class="Paragraph">Pada tahun 2009 dan 2013 Indonesia memiliki lahan sawah berturut-turut sebesar 8.068.427 Ha dan 1.102.863 Ha. Provinsi Jawa Barat memiliki lahan sawah yang cukup luas namun seiring waktu Provinsi Jawa Barat terus mengalami penurunan lahan sawah. Pada tahun 2009 hingga 2013 luas lahan sawah Jawa Barat mengalami penurunan, dari 937.373 Ha menjadi 925.042 Ha. Luas lahan sawah Kabupaten Bogor fluktuatif dari tahun 2009, 2012, 2013 berturut-turut 45.431 Ha, 40.008 Ha, dan 45.551 Ha. Tujuan dari penelitian ini adalah menganalisis pemanfaatan daya dukung lahan pertanian untuk penyediaan pertanian tanaman pangan di Kabupaten Bogor pada tahun 2035. Analisis yang digunakan adalah analisis overlay dan analisis deskriptif. Tingkat daya dukung lahan pertanian dapat ditentukan dengan beberapa variabel, yaitu luas panen tanaman pangan, jumlah produksi tanaman pangan, kebutuhan fisik minimum dan jumlah penduduk. Berdasarkan hasil analisis Kabupaten Bogor memiliki tingkat klasifikasi kelas III atau ≤ 1 artinya wilayah tersebut belum mampu untuk swasembada pangan. Persediaan tanaman pangan perkapita di Kabupaten Bogor lebih rendah dibandingkan dengan kebutuhan swasembada pangan perkapita sehingga menjadikan tingkat daya dukung lahan pertanian di Kabupaten Bogor σ = ≤1. Kabupaten Bogor memiliki penyediaan tanaman pangan yang kecil sehingga semakin tidak baik lahan untuk mendukung kegiatan pertanian. Sedangkan kebutuhan untuk swasembada pangan Kabupaten Bogor besar namun tingginya kebutuhan tanaman pangan tidak didukung dengan persediaan untuk swasembada pangan sehingga lahan semakin tidak bagus untuk mendukung kegiatan pertanian.</p><p class="Paragraph"><strong>Kata kunci</strong> : <em>Lahan pertanian, </em><em>SIG</em><em>, </em><em>d</em><em>aya </em><em>d</em><em>ukung </em></p>
Geospatial Information Agency of The Republic of Indonesia
Title: ARAHAN PEMANFAATAN DAYA DUKUNG LAHAN PERTANIAN DI KABUPATEN BOGOR
Description:
<p class="Paragraph">Pada tahun 2009 dan 2013 Indonesia memiliki lahan sawah berturut-turut sebesar 8.
068.
427 Ha dan 1.
102.
863 Ha.
Provinsi Jawa Barat memiliki lahan sawah yang cukup luas namun seiring waktu Provinsi Jawa Barat terus mengalami penurunan lahan sawah.
Pada tahun 2009 hingga 2013 luas lahan sawah Jawa Barat mengalami penurunan, dari 937.
373 Ha menjadi 925.
042 Ha.
Luas lahan sawah Kabupaten Bogor fluktuatif dari tahun 2009, 2012, 2013 berturut-turut 45.
431 Ha, 40.
008 Ha, dan 45.
551 Ha.
Tujuan dari penelitian ini adalah menganalisis pemanfaatan daya dukung lahan pertanian untuk penyediaan pertanian tanaman pangan di Kabupaten Bogor pada tahun 2035.
Analisis yang digunakan adalah analisis overlay dan analisis deskriptif.
Tingkat daya dukung lahan pertanian dapat ditentukan dengan beberapa variabel, yaitu luas panen tanaman pangan, jumlah produksi tanaman pangan, kebutuhan fisik minimum dan jumlah penduduk.
Berdasarkan hasil analisis Kabupaten Bogor memiliki tingkat klasifikasi kelas III atau ≤ 1 artinya wilayah tersebut belum mampu untuk swasembada pangan.
Persediaan tanaman pangan perkapita di Kabupaten Bogor lebih rendah dibandingkan dengan kebutuhan swasembada pangan perkapita sehingga menjadikan tingkat daya dukung lahan pertanian di Kabupaten Bogor σ = ≤1.
Kabupaten Bogor memiliki penyediaan tanaman pangan yang kecil sehingga semakin tidak baik lahan untuk mendukung kegiatan pertanian.
Sedangkan kebutuhan untuk swasembada pangan Kabupaten Bogor besar namun tingginya kebutuhan tanaman pangan tidak didukung dengan persediaan untuk swasembada pangan sehingga lahan semakin tidak bagus untuk mendukung kegiatan pertanian.
</p><p class="Paragraph"><strong>Kata kunci</strong> : <em>Lahan pertanian, </em><em>SIG</em><em>, </em><em>d</em><em>aya </em><em>d</em><em>ukung </em></p>.

Related Results

DAMPAK TEKNOLOGI TERHADAP PROSES BELAJAR MENGAJAR
DAMPAK TEKNOLOGI TERHADAP PROSES BELAJAR MENGAJAR
DAFTAR PUSTAKAAditama, M. H. R., &amp; Selfiardy, S. (2022). Kehidupan Mahasiswa Kuliah Sambil Bekerja di Masa Pandemi Covid-19. Kidspedia: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini, 3(...
ANALISIS DAYA DUKUNG LINGKUNGAN BERBASIS LAHAN DI KECAMATAN SUKADANA KABUPATEN KAYONG UTARA
ANALISIS DAYA DUKUNG LINGKUNGAN BERBASIS LAHAN DI KECAMATAN SUKADANA KABUPATEN KAYONG UTARA
Daya dukung lahan merupakan kapasitas atau kemampuan lahan yang berupa lingkungan untuk mendukung kehidupan manusia dan makhluk hidup lainnya. Kemampuan lahan adalah mutu lahan yan...
Analisis Potensi Pengembangan Kawasan Perumahan dan Permukiman di Kecamatan Cigudeg Kabupaten Bogor
Analisis Potensi Pengembangan Kawasan Perumahan dan Permukiman di Kecamatan Cigudeg Kabupaten Bogor
ABSTRAK Pertumbuhan penduduk di perkotaan meningkatkan kebutuhan akan lahan. Kabupaten Bogor melalui RTRW 2016-2036 mengembangkan pusat-pusat kegiatan. Kecamatan Cigudeg mempunyai...
Pemanfaatan Media Sosial Terhadap Kompetensi Penyuluh Pertanian Di Kecamatan Ingin Jaya Kabupaten Aceh Besar
Pemanfaatan Media Sosial Terhadap Kompetensi Penyuluh Pertanian Di Kecamatan Ingin Jaya Kabupaten Aceh Besar
Abstrak . Pesannya pengguna media sosial saat ini berpotensi untuk dimanfaatkan oleh semua profesi termasuk penyuluh sebagai sumber belajar dan media informasi pertanian. Melalui p...
PERUBAHAN PENGGUNAAN LAHAN DAN POTENSI PERLUASAN LAHAN UNTUK SAWAH DI KABUPATEN CIANJUR
PERUBAHAN PENGGUNAAN LAHAN DAN POTENSI PERLUASAN LAHAN UNTUK SAWAH DI KABUPATEN CIANJUR
<p>Pertumbuhan penduduk, peningkatan pendapatan, dan pesatnya pembangunan menjadikan permasalahan penggunaan lahan semakin kompleks. Lahan berperan sebagai penyedia pangan, n...
KETAHANAN PANGAN BERKELANJUTAN DI KABUPATEN SUKOHARJO
KETAHANAN PANGAN BERKELANJUTAN DI KABUPATEN SUKOHARJO
Kabupaten Sukoharjo merupakan kota satelit yang memberi daya dukung bagi kota utamanya (Kota Solo). Pembangunan Kawasan Solo Baru dan Kartasuro sebagai kota sate...
Perubahan Penutupan Lahan Kota Bogor
Perubahan Penutupan Lahan Kota Bogor
Pembangunan yang terjadi sangat pesat sehingga tutupan lahan di Kota Bogor berubah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tutupan lahan Kota Bogor yang berubah yaitu tahun 1996...
Kajian Alih Fungsi Lahan Pertanian Menjadi Non Pertanian di Kabupaten Bireuen
Kajian Alih Fungsi Lahan Pertanian Menjadi Non Pertanian di Kabupaten Bireuen
Penggunaan lahan pemukiman di Kabupaten Bireuen, berkembang sangat pesat dalam kurun waktu 2006 hingga 2011, yaitu seluas 8.967,76 ha atau 4,99 %, sehingga mencapai 13.272,94 ha at...

Back to Top