Javascript must be enabled to continue!
EVALUASI PENGGUNAAN LAHAN DI KAWASAN SEMPADAN PANTAI TANJUNG UBAN KECAMATAN BINTAN UTARA
View through CrossRef
Peraturan Daerah (Perda) Kabupaten Bintan No. 1 Tahun 2020 menjelaskan adanya melarang mendirikan bangunan pada sempadan pantai khususnya permukiman. Pada kondisi aktual saat ini sempadan pantai di Kecamatan Bintan Utara terdapat beberapa bangunan permukiman. Penelitian ini bertujuan penilaian kesesuaian sempadan pantai terbangun dengan RTRW Kabupaten Bintan. Metode analisis yang digunakan adalah analisis deskriptif evaluatif. Adapun data yang dibutuhkan dalam penelitian ini adalah jumlah dan jenis yang berada di sempadan pantai. Berdasarkan hasil pemetaan diperoleh data tentang jumlah bangunan yang tidak sesuai adalah bangunan sebanyak tempat tinggal sebanyak 255 unit, sedangkan bangunan yang sesuai ada 98 unit. Sebanyak 255 unit 27,24% dari 353 unit bangunan yang terbangun di wilayah pesisir Tanjung Uban, yang tersebar di 3 kecamatan yaitu pada Kecamatan Tanjung Uban selatan sebanyak 7 bangunan tempat tinggal, Kecamatan Tanjung Uban Utara sebanyak 47 bangunan tempat tinggal dan Kecamatan Tanjung Uban Kota sebanyak 201 bangunan tempat tinggal. Berdasarkan hasil evaluasi bangunan pada sempadan pantai terdapat bangunan permukiman yang tidak sesuai dengan Perda tersebut atau melanggar sempadan pantai.
Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar
Title: EVALUASI PENGGUNAAN LAHAN DI KAWASAN SEMPADAN PANTAI TANJUNG UBAN KECAMATAN BINTAN UTARA
Description:
Peraturan Daerah (Perda) Kabupaten Bintan No.
1 Tahun 2020 menjelaskan adanya melarang mendirikan bangunan pada sempadan pantai khususnya permukiman.
Pada kondisi aktual saat ini sempadan pantai di Kecamatan Bintan Utara terdapat beberapa bangunan permukiman.
Penelitian ini bertujuan penilaian kesesuaian sempadan pantai terbangun dengan RTRW Kabupaten Bintan.
Metode analisis yang digunakan adalah analisis deskriptif evaluatif.
Adapun data yang dibutuhkan dalam penelitian ini adalah jumlah dan jenis yang berada di sempadan pantai.
Berdasarkan hasil pemetaan diperoleh data tentang jumlah bangunan yang tidak sesuai adalah bangunan sebanyak tempat tinggal sebanyak 255 unit, sedangkan bangunan yang sesuai ada 98 unit.
Sebanyak 255 unit 27,24% dari 353 unit bangunan yang terbangun di wilayah pesisir Tanjung Uban, yang tersebar di 3 kecamatan yaitu pada Kecamatan Tanjung Uban selatan sebanyak 7 bangunan tempat tinggal, Kecamatan Tanjung Uban Utara sebanyak 47 bangunan tempat tinggal dan Kecamatan Tanjung Uban Kota sebanyak 201 bangunan tempat tinggal.
Berdasarkan hasil evaluasi bangunan pada sempadan pantai terdapat bangunan permukiman yang tidak sesuai dengan Perda tersebut atau melanggar sempadan pantai.
Related Results
DAMPAK TEKNOLOGI TERHADAP PROSES BELAJAR MENGAJAR
DAMPAK TEKNOLOGI TERHADAP PROSES BELAJAR MENGAJAR
DAFTAR PUSTAKAAditama, M. H. R., & Selfiardy, S. (2022). Kehidupan Mahasiswa Kuliah Sambil Bekerja di Masa Pandemi Covid-19. Kidspedia: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini, 3(...
Uban Dalam Persperktif Biologi Dan Teologi
Uban Dalam Persperktif Biologi Dan Teologi
<p>Uban merupakan kejadian alamiah yang terjadi pada seorang manusia. Uban selalu diidentikkan bahwa manusia tersebut sudah masuk pada usia tua. Uban yang tumbuh sebelum wakt...
ANALISIS DAYA DUKUNG LINGKUNGAN BERBASIS LAHAN DI KECAMATAN SUKADANA KABUPATEN KAYONG UTARA
ANALISIS DAYA DUKUNG LINGKUNGAN BERBASIS LAHAN DI KECAMATAN SUKADANA KABUPATEN KAYONG UTARA
Daya dukung lahan merupakan kapasitas atau kemampuan lahan yang berupa lingkungan untuk mendukung kehidupan manusia dan makhluk hidup lainnya. Kemampuan lahan adalah mutu lahan yan...
PENINGKATAN AKSESIBILITAS WISATA ALAM PANTAI SENGGILING DALAM MENDUKUNG KEBERADAAN POTENSI WILAYAH DI TELUK SEBONG KABUPATEN BINTAN KEPULAUAN RIAU
PENINGKATAN AKSESIBILITAS WISATA ALAM PANTAI SENGGILING DALAM MENDUKUNG KEBERADAAN POTENSI WILAYAH DI TELUK SEBONG KABUPATEN BINTAN KEPULAUAN RIAU
Bintan merupakan pulau terbesar di provinsi kepulauan riau dengan memiliki potensi wisata alam yang menarik sehingga dikategorikan kawasan industri pariwisata. wisatawan...
PERUBAHAN PENGGUNAAN LAHAN DI KECAMATAN SIRIMAU KOTA AMBON
PERUBAHAN PENGGUNAAN LAHAN DI KECAMATAN SIRIMAU KOTA AMBON
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui luasan masing-masing perubahan penggunaan lahan Kecamatan Sirimau dilihat dari citra satelit tahun 2006-2016, mengetahui agihan perubahan ...
Analisis perubahan penggunaan lahan di Kecamatan Tanjung Karang Timur, Kota Bandar Lampung dengan menggunakan metode NDVI
Analisis perubahan penggunaan lahan di Kecamatan Tanjung Karang Timur, Kota Bandar Lampung dengan menggunakan metode NDVI
Tanjung Karang Timur merupakan salah satu kecamatan yang berada di Kota Bandar Lampung, yang telah mengalami pemekaran dari wilayah Tanjung Karang. Kebutuhan lahan akan semakin men...
KARAKTERISTIK PANTAI PULAU LAUT-SEKATUNG (SALAH SATU PULAU TERLUAR NKRI)
KARAKTERISTIK PANTAI PULAU LAUT-SEKATUNG (SALAH SATU PULAU TERLUAR NKRI)
Pulau Laut-Sekatung adalah salah satu pulau terluar Negara Republik Indonesia yang berbatasan dengan perairan Malaysia Timur. Pulau ini terletak di laut Cina Selatan sebagai bagian...
Kajian Penggunaan Lahan Terhadap Peraturan Sempadan Sungai Arui
Kajian Penggunaan Lahan Terhadap Peraturan Sempadan Sungai Arui
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bentuk penggunaan lahan di sempadan Sungai Arui yang tidak sesuai dengan peraturan sempadan sungai. Lokasi penelitian ini berada di semp...

