Javascript must be enabled to continue!
DINAMIKA SPASIAL PERUBAHAN TUTUPAN LAHAN DI DAERAH ALIRAN SUNGAI (DAS) MOLAWE KABUPATEN KONAWE UTARA
View through CrossRef
ABSTRACT
Rapid land-cover change has become a critical issue in environmental management, particularly in regions experiencing high pressure from human activities. The Molawe Watershed is one such area undergoing intensive land conversion driven by the expansion of plantations and mining. This study aims to analyze land-cover change dynamics in the Molawe Watershed for the years 2009, 2014, 2019, and 2024, and to identify the dominant forms of land conversion. The analysis employed Sentinel-2 imagery using supervised classification, accuracy assessment with the kappa coefficient, and spatial change overlay. The results indicate a decline in primary and secondary dryland forests by 220.71 ha and 1,628.75 ha, respectively. Conversely, plantation areas expanded from 3,575.75 ha to 4,091.47 ha, while mining areas increased substantially from 42.38 ha to 1,084.35 ha. Growth in shrubland and a slight increase in water bodies reflect landscape modifications resulting from land-use conversion. The kappa accuracy value of 88.89% demonstrates the high reliability of the classification outputs. Overall, these findings highlight that forest conversion into plantation and mining areas poses significant risks to the ecological stability of the Molawe Watershed. Strengthening conservation-oriented land-use policies and sustainable land management practices is essential to mitigate further environmental degradation.
ABSTRAK
Perubahan tutupan lahan yang berlangsung cepat menjadi persoalan penting dalam pengelolaan lingkungan, terutama di wilayah yang mengalami tekanan tinggi akibat aktivitas manusia. DAS Molawe merupakan salah satu kawasan yang menghadapi konversi lahan intensif akibat ekspansi perkebunan dan pertambangan. Penelitian ini bertujuan menganalisis dinamika perubahan tutupan lahan di DAS Molawe pada periode 2009, 2014, 2019, dan 2024 serta mengidentifikasi bentuk konversi yang terjadi. Analisis dilakukan menggunakan citra Sentinel-2 melalui klasifikasi terbimbing, uji akurasi menggunakan koefisien kappa, dan overlay perubahan spasial. Hasil penelitian menunjukkan penurunan luas hutan lahan kering primer dan sekunder masing-masing sebesar 220,71 ha dan 1.628,75 ha. Sebaliknya, terjadi ekspansi signifikan pada sektor perkebunan dari 3.575,75 ha menjadi 4.091,47 ha serta pertambangan dari 42,38 ha menjadi 1.084,35 ha. Peningkatan semak belukar serta sedikit bertambahnya tubuh air mencerminkan perubahan lansekap akibat alih fungsi lahan. Nilai akurasi kappa sebesar 88,89% menunjukkan bahwa hasil klasifikasi memiliki reliabilitas tinggi. Secara keseluruhan, temuan ini menegaskan bahwa konversi hutan menuju perkebunan dan pertambangan berpotensi mengganggu stabilitas ekosistem DAS Molawe. Penguatan kebijakan konservasi dan pengelolaan lahan berkelanjutan diperlukan untuk menekan laju kerusakan lingkungan.
Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia
Title: DINAMIKA SPASIAL PERUBAHAN TUTUPAN LAHAN DI DAERAH ALIRAN SUNGAI (DAS) MOLAWE KABUPATEN KONAWE UTARA
Description:
ABSTRACT
Rapid land-cover change has become a critical issue in environmental management, particularly in regions experiencing high pressure from human activities.
The Molawe Watershed is one such area undergoing intensive land conversion driven by the expansion of plantations and mining.
This study aims to analyze land-cover change dynamics in the Molawe Watershed for the years 2009, 2014, 2019, and 2024, and to identify the dominant forms of land conversion.
The analysis employed Sentinel-2 imagery using supervised classification, accuracy assessment with the kappa coefficient, and spatial change overlay.
The results indicate a decline in primary and secondary dryland forests by 220.
71 ha and 1,628.
75 ha, respectively.
Conversely, plantation areas expanded from 3,575.
75 ha to 4,091.
47 ha, while mining areas increased substantially from 42.
38 ha to 1,084.
35 ha.
Growth in shrubland and a slight increase in water bodies reflect landscape modifications resulting from land-use conversion.
The kappa accuracy value of 88.
89% demonstrates the high reliability of the classification outputs.
Overall, these findings highlight that forest conversion into plantation and mining areas poses significant risks to the ecological stability of the Molawe Watershed.
Strengthening conservation-oriented land-use policies and sustainable land management practices is essential to mitigate further environmental degradation.
ABSTRAK
Perubahan tutupan lahan yang berlangsung cepat menjadi persoalan penting dalam pengelolaan lingkungan, terutama di wilayah yang mengalami tekanan tinggi akibat aktivitas manusia.
DAS Molawe merupakan salah satu kawasan yang menghadapi konversi lahan intensif akibat ekspansi perkebunan dan pertambangan.
Penelitian ini bertujuan menganalisis dinamika perubahan tutupan lahan di DAS Molawe pada periode 2009, 2014, 2019, dan 2024 serta mengidentifikasi bentuk konversi yang terjadi.
Analisis dilakukan menggunakan citra Sentinel-2 melalui klasifikasi terbimbing, uji akurasi menggunakan koefisien kappa, dan overlay perubahan spasial.
Hasil penelitian menunjukkan penurunan luas hutan lahan kering primer dan sekunder masing-masing sebesar 220,71 ha dan 1.
628,75 ha.
Sebaliknya, terjadi ekspansi signifikan pada sektor perkebunan dari 3.
575,75 ha menjadi 4.
091,47 ha serta pertambangan dari 42,38 ha menjadi 1.
084,35 ha.
Peningkatan semak belukar serta sedikit bertambahnya tubuh air mencerminkan perubahan lansekap akibat alih fungsi lahan.
Nilai akurasi kappa sebesar 88,89% menunjukkan bahwa hasil klasifikasi memiliki reliabilitas tinggi.
Secara keseluruhan, temuan ini menegaskan bahwa konversi hutan menuju perkebunan dan pertambangan berpotensi mengganggu stabilitas ekosistem DAS Molawe.
Penguatan kebijakan konservasi dan pengelolaan lahan berkelanjutan diperlukan untuk menekan laju kerusakan lingkungan.
Related Results
DAMPAK TEKNOLOGI TERHADAP PROSES BELAJAR MENGAJAR
DAMPAK TEKNOLOGI TERHADAP PROSES BELAJAR MENGAJAR
DAFTAR PUSTAKAAditama, M. H. R., & Selfiardy, S. (2022). Kehidupan Mahasiswa Kuliah Sambil Bekerja di Masa Pandemi Covid-19. Kidspedia: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini, 3(...
MITIGASI BENCANA KEKERINGAN DI KAWASAN DAERAH ALIRAN SUNGAI MAROS KABUPATEN MAROS PROVINSI SULAWESI SELATAN
MITIGASI BENCANA KEKERINGAN DI KAWASAN DAERAH ALIRAN SUNGAI MAROS KABUPATEN MAROS PROVINSI SULAWESI SELATAN
<p>Bencana kekeringan merupakan bencana yang terjadi ketika ketersediaan air tanah tidak dapat mencukupi kebutuhan air bersih penduduk. Selama beberapa bulan terakhir di tahu...
Analisis Perubahan Tutupan Lahan Pada Daerah Aliran Sungai (DAS) Pami Di Kabupaten Manokwari
Analisis Perubahan Tutupan Lahan Pada Daerah Aliran Sungai (DAS) Pami Di Kabupaten Manokwari
Penutupan lahan merupakan faktor penting, terutama tutupan lahan di sekitar Daerah Aliran Sungai (DAS). Monitoring terhadap pola perubahan penggunaan lahan di sekitar DAS penting u...
ANALISA PERBANDINGAN METODE CELLULAR AUTOMATA ANN DAN MARKOV UNTUK PREDIKSI TUTUPAN LAHAN DI KOTA BLITAR
ANALISA PERBANDINGAN METODE CELLULAR AUTOMATA ANN DAN MARKOV UNTUK PREDIKSI TUTUPAN LAHAN DI KOTA BLITAR
ABSTRACT
The development of urban areas in Blitar City, which is triggered by population growth and mobility, has caused changes in land cover, especially the reduction in rice fie...
Perubahan Penutupan Lahan Kota Bogor
Perubahan Penutupan Lahan Kota Bogor
Pembangunan yang terjadi sangat pesat sehingga tutupan lahan di Kota Bogor berubah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tutupan lahan Kota Bogor yang berubah yaitu tahun 1996...
Analisis Spasial Tekanan Penduduk Terhadap Lahan Pertanian di Daerah Aliran Sungai Laeya Kabupaten Konawe Selatan
Analisis Spasial Tekanan Penduduk Terhadap Lahan Pertanian di Daerah Aliran Sungai Laeya Kabupaten Konawe Selatan
Population pressure on agricultural land is one of the important parameters to determine the level of environmental quality in watersheds (DAS). High population pressure on agricul...
Model Penanaman Berbasis Kekritisan Lahan Di DAS Telake Kalimantan Timur
Model Penanaman Berbasis Kekritisan Lahan Di DAS Telake Kalimantan Timur
Daerah Aliran Sungai (DAS) Telake seluas sekitar 358.405,70 ha berada di wilayah Kalimantan Timur. Selain itu, juga terdapat aktivitas pemanfaatan sumber daya alam. Dalam penelitia...
Kajian Perubahan Tutupan Lahan terhadap Karakteristik Hidrologis di Hutan Penelitian Gunung Dahu
Kajian Perubahan Tutupan Lahan terhadap Karakteristik Hidrologis di Hutan Penelitian Gunung Dahu
ABSTRACT
The Gunung Dahu Research Forest Area was originally degraded land that was converted into forested land through a revegetation program with dipterocarp tree species in 199...

