Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

PENGARUH JENIS REFRIGERANT DAN DIAMETER PIPA KAPILER TERHADAP KINERJA AC SPLIT

View through CrossRef
Refrigerant R-22 yang dipakai untuk AC sangat berperan besar dalam proses penipisan lapisan ozon dan pemanasan global, sehingga mulai dilarang pemakaiannya. R-32 dan R-410A merupakan Refrigerant yang ramah lingkungan untuk pengganti Refrigerant R-22. Tujuan penelitian ini adalah membandingan COP pada AC split menggunakan Refrigerant R-22, R-32 dan R-410A, karena COP merupakan ukuran untuk menilai kinerja suatu AC. Adapun tujuan lain yaitu membandingkan pemakaian daya listrik kompresor ketika menggunakan ketiga jenis Refrigerant tersebut. Penelitian yang dilakukan adalah melakukan variasi pemakaian bahan pendingin pada AC split ½ PK. Bahan pendingin Refrigerant yang digunakan adalah R-22, kemudian R-32, dan yang terakhir adalah R-410A. Dari hasil penelitian didapatkan pada penggunaan R-22 rata-rata nilai COP adalah 7,11. Pada penggunaan R-32 rata-rata nilai COP adalah 5,23. Sedangkan pada penggunaan R-410A rata-rata nilai COP adalah 4,68. Dari hasil tersebut dilihat bahwa COP R-22 paling besar, sedangkan pemakaian daya listrik kompresor yang menggunakan R-22 paling rendah dibandingkan menggunakan R-32 dan R-410A.Kata kunci: AC, COP, refrigerant
Title: PENGARUH JENIS REFRIGERANT DAN DIAMETER PIPA KAPILER TERHADAP KINERJA AC SPLIT
Description:
Refrigerant R-22 yang dipakai untuk AC sangat berperan besar dalam proses penipisan lapisan ozon dan pemanasan global, sehingga mulai dilarang pemakaiannya.
R-32 dan R-410A merupakan Refrigerant yang ramah lingkungan untuk pengganti Refrigerant R-22.
Tujuan penelitian ini adalah membandingan COP pada AC split menggunakan Refrigerant R-22, R-32 dan R-410A, karena COP merupakan ukuran untuk menilai kinerja suatu AC.
Adapun tujuan lain yaitu membandingkan pemakaian daya listrik kompresor ketika menggunakan ketiga jenis Refrigerant tersebut.
Penelitian yang dilakukan adalah melakukan variasi pemakaian bahan pendingin pada AC split ½ PK.
Bahan pendingin Refrigerant yang digunakan adalah R-22, kemudian R-32, dan yang terakhir adalah R-410A.
Dari hasil penelitian didapatkan pada penggunaan R-22 rata-rata nilai COP adalah 7,11.
Pada penggunaan R-32 rata-rata nilai COP adalah 5,23.
Sedangkan pada penggunaan R-410A rata-rata nilai COP adalah 4,68.
Dari hasil tersebut dilihat bahwa COP R-22 paling besar, sedangkan pemakaian daya listrik kompresor yang menggunakan R-22 paling rendah dibandingkan menggunakan R-32 dan R-410A.
Kata kunci: AC, COP, refrigerant.

Related Results

PERANCANGAN SISTEM KERJA SIMULATOR AC (AIR CONDITIONER) MOBIL
PERANCANGAN SISTEM KERJA SIMULATOR AC (AIR CONDITIONER) MOBIL
Sistem AC memiliki beberapa komponen yaitu kompresor, kondensor, receiver dryer, katup ekspansi dan evaporator, yang mana memiliki fungsinya tersendiri. Untuk itu perlu adanya suat...
STUDI EKSPERIMENTAL KINERJA PIPA KALOR FLEKSIBEL
STUDI EKSPERIMENTAL KINERJA PIPA KALOR FLEKSIBEL
Tujuan penelitian ini untuk mengetahui kinerja pipa kalor fleksibel. Pipa kalor fleksibel dibuat denganpanjang 450 mm. Bagian evaporator terbuat dari tembaga dengan panjang 150 mm,...
PENGARUH KOMPETENSI, KOMITMEN TERHADAP KEPUASAN KERJA DAN KINERJA PEGAWAI (STUDI PADA BADAN PELAYANAN PERIZINAN TERPADU KOTA MALANG)
PENGARUH KOMPETENSI, KOMITMEN TERHADAP KEPUASAN KERJA DAN KINERJA PEGAWAI (STUDI PADA BADAN PELAYANAN PERIZINAN TERPADU KOTA MALANG)
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengatahui dan menganalisa pengaruh kompetensi terhadap kepuasan kerja, pengaruh komitmen terhadap kepuasan kerja, pengaruh kompetensi terha...
Penentuan Kondisi Optimum Panjang Pipa Resonator dan Daya Input Listrik Terhadap Kinerja Prime Mover Termoakustik Gelombang Berdiri
Penentuan Kondisi Optimum Panjang Pipa Resonator dan Daya Input Listrik Terhadap Kinerja Prime Mover Termoakustik Gelombang Berdiri
Telah dilakukan penelitian tentang penentuan kondisi optimum panjang pipa resonator dan daya input terhadap kinerja mesin prime mover termoakustik gelombang bediri. Prinsip prime m...
PENGARUH MOTIVASI INTRINSIK DAN EKTRINSIK TERHADAP KINERJA KARYAWAN KOPERASI SYARIAH DI KALIBARU
PENGARUH MOTIVASI INTRINSIK DAN EKTRINSIK TERHADAP KINERJA KARYAWAN KOPERASI SYARIAH DI KALIBARU
Keberhasilan sebuah perusahaan sangat erat kaitannya dengan kinerja karyawan yang ada di dalamnya. Karyawan merupakan penggerak dan pengendali dalam perusahaan. Meningkatnya kinerj...
EFEKTIFITAS PENAMBAHAN PIPA PENGISAP PADA PROSES FLUIDISASI
EFEKTIFITAS PENAMBAHAN PIPA PENGISAP PADA PROSES FLUIDISASI
Penelitian ini bertujuan untuk meneliti pengaruh pipa pengisap pada proses fluidisasi terhadap profil alur yang terbentuk, pengaruh diameter lubang perforasi dan jarak antar lubang...

Back to Top