Javascript must be enabled to continue!
SISTEM PENDETEKSI KEMATANGAN BUAH ALPUKAT DENGAN TRANSFORMASI RUANG WARNA HSI
View through CrossRef
Penentuan tingkat kematangan buah alpukat tidaklah mudah. Padahal tingkat kematangan buah alpukat merupakan faktor penting karena dampaknya pada umur simpan. Berdasarkan permasalahan yang ada, penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan sistem deteksi yang memanfaatkan teknik pemrosesan gambar digital, khususnya metode transformasi ruang warna HSI untuk mengklasifikasikan kualitas dan kematangan buah alpukat. Tahapan metode penelitian ini yang pertama yaitu pengumpulan data yang dilakukan dengan mengambil gambar buah alpukat menggunakan Handphone. Proses kedua membuat program dengan menggunakan platform MATLAB. Sebelum melakukan pengujian, dilakukan training terlebih dahulu dengan 100 data training dan 10 data testing untuk setiap kategori. Kemudian dilanjutkan dengan pengujian untuk mendapatkan nilai presentase tingkat akurasi kebenaran pada sistem pendeteksi. Berdasarkan hasil penelitian, melalui pemeriksaan 30 data testing buah alpukat, diamati bahwa 29 data berhasil dicocokkan dengan tingkat kematangannya masing-masing secara sistematis dan manual, namun terdapat 1 data yang tidak sesuai dengan klasifikasi kematangannya. Evaluasi akurasi sistem deteksi menghasilkan tingkat presisi 96,67%. Dari nilai persentase tingkat akurasi tersebut dapat ditarik kesimpulan bahwasannya sistem yang digunakan dapat secara efektif mengidentifikasi kematangan buah alpukat melalui transformasi warna HSI.
Title: SISTEM PENDETEKSI KEMATANGAN BUAH ALPUKAT DENGAN TRANSFORMASI RUANG WARNA HSI
Description:
Penentuan tingkat kematangan buah alpukat tidaklah mudah.
Padahal tingkat kematangan buah alpukat merupakan faktor penting karena dampaknya pada umur simpan.
Berdasarkan permasalahan yang ada, penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan sistem deteksi yang memanfaatkan teknik pemrosesan gambar digital, khususnya metode transformasi ruang warna HSI untuk mengklasifikasikan kualitas dan kematangan buah alpukat.
Tahapan metode penelitian ini yang pertama yaitu pengumpulan data yang dilakukan dengan mengambil gambar buah alpukat menggunakan Handphone.
Proses kedua membuat program dengan menggunakan platform MATLAB.
Sebelum melakukan pengujian, dilakukan training terlebih dahulu dengan 100 data training dan 10 data testing untuk setiap kategori.
Kemudian dilanjutkan dengan pengujian untuk mendapatkan nilai presentase tingkat akurasi kebenaran pada sistem pendeteksi.
Berdasarkan hasil penelitian, melalui pemeriksaan 30 data testing buah alpukat, diamati bahwa 29 data berhasil dicocokkan dengan tingkat kematangannya masing-masing secara sistematis dan manual, namun terdapat 1 data yang tidak sesuai dengan klasifikasi kematangannya.
Evaluasi akurasi sistem deteksi menghasilkan tingkat presisi 96,67%.
Dari nilai persentase tingkat akurasi tersebut dapat ditarik kesimpulan bahwasannya sistem yang digunakan dapat secara efektif mengidentifikasi kematangan buah alpukat melalui transformasi warna HSI.
Related Results
PEMANFAATAN BERAS MERAH DAN ALPUKAT SEBAGAI LULUR UNTUK MELEMBABKAN KULIT BADAN
PEMANFAATAN BERAS MERAH DAN ALPUKAT SEBAGAI LULUR UNTUK MELEMBABKAN KULIT BADAN
ABSTRAK - Penelitian ini adalah penelitian deskriptif untuk mengetahui (1) Proses pembuatan beras merah dan alpukat, (2) Teknik penggunaan lulur beras merah dan alpukat pada kulit ...
Pengembangan Alat Sensor Kematangan Buah Menggunakan Metode Quality Function Deployment dan Metode Value Enginering
Pengembangan Alat Sensor Kematangan Buah Menggunakan Metode Quality Function Deployment dan Metode Value Enginering
Kematangan buah adalah faktor penting bagi petani dalam menentukan waktu panen. Saat ini, petani biasanya mengandalkan intuisi dan pengetahuan pribadi untuk menilai kematangan, yan...
Kajian Semiotika Mantra Banjar
Kajian Semiotika Mantra Banjar
Penelitian ini berkenaan [u1] dengan kajian bentuk fisik, jenis, dan fungsi mantra Banjar. Rumusan masalah penelitian ini ada 4, yakni: (1) bagaimanakah bentuk fisik mantra Banjar?...
Kemandirian Petani dalam Pengembangan Usahatani Alpukat
Kemandirian Petani dalam Pengembangan Usahatani Alpukat
Alpukat memiliki manfaat sangat baik bagi kesehatan manusia, menjaga kesehatan jantung, mengandung vitamin C, zat besi, vitamin B-6, kalium, folat, vitamin E, vitamin K, vitamin A,...
PERANCANGAN SISTEM KONTROL DAN MONITORING DETEKSI TINGKAT KEMATANGAN BUAH PISANG MENGGUNAKAN ARDUINO UNO
PERANCANGAN SISTEM KONTROL DAN MONITORING DETEKSI TINGKAT KEMATANGAN BUAH PISANG MENGGUNAKAN ARDUINO UNO
Perancangan ini memiliki tujuan untuk memproses dan memantau klasifikasi tingkat kematangan buah pisang menggunakan mikrokontroler Arduino UNO. Buah pisang dipilih sebagai objek...
Pengaruh Konsumsi Buah Alpukat ((Persea Americana) dan Lemon pada Berat Badan Mencit Jantan (Mus Musculus)
Pengaruh Konsumsi Buah Alpukat ((Persea Americana) dan Lemon pada Berat Badan Mencit Jantan (Mus Musculus)
Alpukat dan lemon merupakan buah yang sering dianggap memberikan efek berat badan yang bertentangan. Alpukat menyebabkan peningkatan, sebaliknya lemon menurunkan berat badan. Tujua...
Klasifikasi Tingkat Kematangan Buah Pisang Dalam Ruang Warna RGB Menggunakan Jaringan Syaraf Tiruan (JST)
Klasifikasi Tingkat Kematangan Buah Pisang Dalam Ruang Warna RGB Menggunakan Jaringan Syaraf Tiruan (JST)
Abstark: Pisang merupakan salah satu komoditas tanaman buah dengan tingkat permintaan yang tinggi karena memiliki banyak manfaat. Kebutuhan masyarakat untuk pasar lokal dalam neger...
Review: Studi Kandungan Fitokimia dan Aktivitas Antimikroba Alpukat (Persea americana Mill)
Review: Studi Kandungan Fitokimia dan Aktivitas Antimikroba Alpukat (Persea americana Mill)
Alpukat dengan nama spesies Persea americana Mill termasuk ke dalam family Lauraceae. Alpukat diketahui mampu berperan aktif sebagai agen antimikroba. Narrative review ini merupaka...

