Javascript must be enabled to continue!
KONSEP PENDIDIKAN AKHLAK MENURUT HAJI ABDUL MALIK KARIM AMRULLAH (HAMKA)
View through CrossRef
Globalisasi telah membawa banyak perubahan dalam setiap aspek kehidupan masyarakat di seluruh dunia, khususnya di Indonesia. Selain berdampak positif, hal tersebut juga membawa dampak negatif bagi gaya hidup remaja dan perilaku mahasiswa seperti budaya barat yang mencemari gaya hidup mereka, membawa mereka pada kehidupan materialistis, hedonisme dan seks bebas. Perguruan tinggi sebagai pembentuk generasi penerus memiliki peran penting untuk menjadikan mereka sebagai generasi yang unggul. Untuk itu pendidikan akhlak telah dilaksanakan sebagai solusi untuk mengatasi permasalahan tersebut. Hamka adalah salah satu ulama Islam terbesar yang lahir di Indonesia. Pemikirannya mendapat banyak apresiasi dari masyarakat Indonesia. Sebagai ilmunya yang luas sehingga ia bisa menulis banyak buku dalam disiplin ilmu apa pun, terutama di tasawuf dan pendidikan. Sehingga penulis mencoba meneliti pemikirannya dalam pendidikan moral, seperti konsepnya tentang moral dan karakteristik pendidikannya. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian kepustakaan dengan metode penelitian kualitatif. Penelitian ini mencoba merekonstruksi secara sistematis pemikiran Hamka dalam pendidikan akhlak. Data yang terkumpul dianalisis dengan menggunakan metode deskriptif-analisis. Metode deskriptif digunakan untuk menjelaskan konsep moral dan karakteristik pendidikan moral menurut Hamka. Hasil penelitian menunjukkan bahwa akhlak menurut Hamka adalah sikap atau perilaku hidup, karena pembinaan dan pembiasaan dalam melakukan perbuatan baik, secara teratur menjadi wataknya. Konsep pendidikan akhlak Hamka berlandaskan nilai-nilai tauhidullah, dengan tujuan mencapai kebahagiaan dengan mengenal Allah (Marifatullah). Dan ruang lingkup pendidikan akhlaknya adalah akhlak agama, akhlak dalam masyarakat, dan akhlak terhadap umat manusia. Dimana proses pendidikan moral pada pemikiran Hamka harus dilakukan dengan metode pelatihan dan kostum, maka pola yang baik membentuk guru. Sebagai mata pelajaran pendidikan akhlak ini menurut Hamka harus memperhatikan keseimbangan pendidikan jasmani dan pendidikan rohani untuk mendapatkan tujuan dari pendidikan akhlak ini, yaitu kebahagiaan
Almubin Islamic Scientific Journal, Institut Ummul Quro Al-Islami Bogor
Title: KONSEP PENDIDIKAN AKHLAK MENURUT HAJI ABDUL MALIK KARIM AMRULLAH (HAMKA)
Description:
Globalisasi telah membawa banyak perubahan dalam setiap aspek kehidupan masyarakat di seluruh dunia, khususnya di Indonesia.
Selain berdampak positif, hal tersebut juga membawa dampak negatif bagi gaya hidup remaja dan perilaku mahasiswa seperti budaya barat yang mencemari gaya hidup mereka, membawa mereka pada kehidupan materialistis, hedonisme dan seks bebas.
Perguruan tinggi sebagai pembentuk generasi penerus memiliki peran penting untuk menjadikan mereka sebagai generasi yang unggul.
Untuk itu pendidikan akhlak telah dilaksanakan sebagai solusi untuk mengatasi permasalahan tersebut.
Hamka adalah salah satu ulama Islam terbesar yang lahir di Indonesia.
Pemikirannya mendapat banyak apresiasi dari masyarakat Indonesia.
Sebagai ilmunya yang luas sehingga ia bisa menulis banyak buku dalam disiplin ilmu apa pun, terutama di tasawuf dan pendidikan.
Sehingga penulis mencoba meneliti pemikirannya dalam pendidikan moral, seperti konsepnya tentang moral dan karakteristik pendidikannya.
Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian kepustakaan dengan metode penelitian kualitatif.
Penelitian ini mencoba merekonstruksi secara sistematis pemikiran Hamka dalam pendidikan akhlak.
Data yang terkumpul dianalisis dengan menggunakan metode deskriptif-analisis.
Metode deskriptif digunakan untuk menjelaskan konsep moral dan karakteristik pendidikan moral menurut Hamka.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa akhlak menurut Hamka adalah sikap atau perilaku hidup, karena pembinaan dan pembiasaan dalam melakukan perbuatan baik, secara teratur menjadi wataknya.
Konsep pendidikan akhlak Hamka berlandaskan nilai-nilai tauhidullah, dengan tujuan mencapai kebahagiaan dengan mengenal Allah (Marifatullah).
Dan ruang lingkup pendidikan akhlaknya adalah akhlak agama, akhlak dalam masyarakat, dan akhlak terhadap umat manusia.
Dimana proses pendidikan moral pada pemikiran Hamka harus dilakukan dengan metode pelatihan dan kostum, maka pola yang baik membentuk guru.
Sebagai mata pelajaran pendidikan akhlak ini menurut Hamka harus memperhatikan keseimbangan pendidikan jasmani dan pendidikan rohani untuk mendapatkan tujuan dari pendidikan akhlak ini, yaitu kebahagiaan.
Related Results
Pemikiran Pendidikan Islam Kontemporer Menurut Haji Abdul Malik Karim Amrullah (Hamka)
Pemikiran Pendidikan Islam Kontemporer Menurut Haji Abdul Malik Karim Amrullah (Hamka)
Islamic education does not only inclined to materialism, which solely stresses educational institutions, understanding knowledge (cognitive), and acquiring skills, therefore its fu...
Konsep Pendidikan Akhlak Menurut Syekh Umar Bin Ahmad Baradja dalam Kitab Akhlak Lil Banin Relevansinya dengan Pendidikan Akhlak Masa Kini
Konsep Pendidikan Akhlak Menurut Syekh Umar Bin Ahmad Baradja dalam Kitab Akhlak Lil Banin Relevansinya dengan Pendidikan Akhlak Masa Kini
Abstract. Human quality can not only be measured in terms of scientific excellence and expertise alone, but also measured by the quality of morals. High knowledge without being acc...
Kerugian Jemaah Haji Furoda atas Gagal Berangkat Haji dan Tanggung Jawab Hukum Biro Perjalanan Haji Khusus Berdasarkan Buku III KUH Perdata Dihubungkan dengan Undang-Undang Nomor 8 Tahun 2019 Tentang Penyelenggaraan Ibadah Haji dan Umrah
Kerugian Jemaah Haji Furoda atas Gagal Berangkat Haji dan Tanggung Jawab Hukum Biro Perjalanan Haji Khusus Berdasarkan Buku III KUH Perdata Dihubungkan dengan Undang-Undang Nomor 8 Tahun 2019 Tentang Penyelenggaraan Ibadah Haji dan Umrah
Abstract. The implementation of the furoda pilgrimage can be organized by a hajj travel agency that has become a special pilgrimage organizer (PIHK) that has obtained official perm...
NILAI PENDIDIKAN DALAM NOVEL TENGGELAMNYA KAPAL VAN DER WIJCK KARYA HAMKA SEBUAH ANALISIS UNSUR TEMA, TOKOH, PERWATAKAN, AMANAT
NILAI PENDIDIKAN DALAM NOVEL TENGGELAMNYA KAPAL VAN DER WIJCK KARYA HAMKA SEBUAH ANALISIS UNSUR TEMA, TOKOH, PERWATAKAN, AMANAT
Penelitian ini merupakan suatu analisis terhadap unsur pendidikan atas tema, tokoh dan perwatakan serta amanat dalam novel Tenggelamnya Kapal Van Der Wijck karya HAMKA. Rumusan mas...
Perbedaan Haji Furoda, Haji ONH Plus, dan Haji Regular
Perbedaan Haji Furoda, Haji ONH Plus, dan Haji Regular
Haji reguler, haji plus, dan haji furoda adalah jenis-jenis program haji yang berbeda dengan fitur dan ketentuan masing-masing: Haji Reguler: Program ini merupakan haji yang dilaku...
Pendidikan Akhlak Dalam Perspektif Imam Al-Ghazali
Pendidikan Akhlak Dalam Perspektif Imam Al-Ghazali
Tujuan penelitian untuk membahas tentang pendidikan akhlak menurut Imam Al-Ghazali. Jenis penelitian ini yakni penelitian kepustakaan (library research), bercorak historis faktual ...
REPRESENTASI IDEOLOGI ABDUL KARIM AMRULLAH MELALUI WACANA NIKAH CINA BUTA DALAM KITAB PEMBUKA MATA THE REPRESENTATION OF ABDUL KARIM AMRULLAH'S IDEOLOGY IN THE DISCOURSE OF 'NIKAH CINA BUTA' IN KITAB PEMBUKA MATA
REPRESENTASI IDEOLOGI ABDUL KARIM AMRULLAH MELALUI WACANA NIKAH CINA BUTA DALAM KITAB PEMBUKA MATA THE REPRESENTATION OF ABDUL KARIM AMRULLAH'S IDEOLOGY IN THE DISCOURSE OF 'NIKAH CINA BUTA' IN KITAB PEMBUKA MATA
Abstract
Makalah ini memperkukuh pandangan pemikir-pemikir aliran teori kritis yang menolak pegangan aliran positivisme, iaitu keneutralan dan keobjektifan ilmu. Setiap ilmu adalah...
[Interpretation Method of Al-Ilmi Hamka and Al-Maraghiy on Al-Kawniyah Verses: A Comparison] Metode Pentafsiran Al-Ilmiy Hamka dan Al-Maraghiy Terhadap Ayat-Ayat Al-Kawniyyah : Satu Perbandingan
[Interpretation Method of Al-Ilmi Hamka and Al-Maraghiy on Al-Kawniyah Verses: A Comparison] Metode Pentafsiran Al-Ilmiy Hamka dan Al-Maraghiy Terhadap Ayat-Ayat Al-Kawniyyah : Satu Perbandingan
The Tafsir al-Azhar of HAMKA is one of the Malay world's tafsir which reveals the vastness of knowledge that encompasses and covers all disciplines of science. In this interpretati...

