Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

Konsep Bisnis Islam Dan Tantangan Kapitalisme Global (Peluang dan Tantangan Pebisnis)

View through CrossRef
Bisnis merupakan bagian dari kegiatan ekonomi dan mempunyai peranan yang sangat vital dalam rangka memenuhi kebutuhan manusia. Kegiatan bisnis mempengaruhi semua tingkat kehidupan manusia baik individu, sosial, regional, nasional maupun internasional. Tiap harijutaan manusia melakukan kegiatan bisnis sebagai produsen, perantara maupun sebagaikonsumen.Bisnis adalah kegiatan ekonomis. Hal-hal yang terjadi dalam kegiatan ini adalah tukar menukar, jual beli, memproduksi memasarkan, bekerja memperkerjakan, serta interaksimanusiawi lainnya, dengan tujuan memperoleh keuntungan (Bertens, 2000 : 17). Dalam kegiatanperdagangan (bisnis), pelaku usaha atau pebisnis dan konsumen (pemakai barang dan jasa) samasama mempunyai kebutuhan dan kepentingan. Pelaku usaha harus memiliki tanggung jawab terhadap konsumen, karyawan, pemegang saham, komunitas dan lingkungan dalam segala aspek operasional perusahaan. Untuk itu sangat diperlukan aturan-aturan dan nilai-nilai yang mengatur kegiatan bisnis tersebut agar tidak ada pihak-pihak yang dirugikan dan dieksploitasi baik pihak konsumen, karyawan maupun siapa saja yang ikut terlibat dalam kegiatan bisnis tersebut.Kenyataan yang kita hadapi sekarang di masyarakat adalah perilaku yang menyimpang dari ajaran agama dan merosotnya nilai etika dalam bisnis. Bagi kalangan ini bisnis adalah kegiatan manusia yang bertujuan mencari laba semata-mata. Hal ini juga dinyatakan oleh Fauroni (2003 : 92) bahwa etika bisnis merupakan keharusan. Etika dapat menyatu dengan duniabisnis. Tanpa etika, dunia bisnis akan menjadi sebuah struktur kehidupan yang tersendiri dan dan menjadi dunia yang “hitam”. Selain itu hal yang juga penting dalam bisnis adalah pelayanan terhadap konsumen. Hanya perusahaan yang mampu memberikan pelayanan terbaik kepada konsumen yang akan sukses. Bentuk pelayanan terhadap konsumen antara lain adalahmempertahankan mutu barang dan jasa, permintaan konsumen dengan harga yang tepat, tidak membohongi konsumen, dan sebagainya.Di dalam sistem kapitalis kebebasan memilih pekerjaan merupakan salah satu hal yang sangat diagungkan. Dengan begitu, penentuan upah yang tinggi mempengaruhi pekerjaan seseorang. Dari sini munculah eksploitasi besar-besaran pada kaum buruh. Disatu pihak para bos menerima gaji yang sangat tinggi sementara para buruh hanya mendapatkan gaji yang minim. Terutama di negara-negara dunia berkembang seperti Indonesia. Salah satu ciri sistem kapitalisme adalah upah rendah dan proteksi dari pemerintah. Tenaga kerja Indonesia termasuk yang paling murah di Asia Tenggara, sementara waktu atau jam kerjanya tergolong tinggi dengan tingkat kesejahteraan kurang dari cukup. UMR (Upah Minimum Regional) atau UMP (Upah Minimun Provinsi) yang telah ditetapkan oleh Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) belum dapat memberikan jaminan kesejahteraan buruh. Buktinya demonstrasi buruh sering terjadi di perusahaan-perusahaan atau instansi-instansi.Berbeda halnya dengan sistem kapitalisme, Islam mengatur bisnis sesuai dengan syariatnya karena bisnis dalam Islam memposisikan pengertian bisnis yang pada hakikatnya merupakan usaha manusia untuk mencari keridhaan Allah swt. Bisnis tidak bertujuan jangka pendek, individual dan semata-mata keuntungan yang berdasarkan kalkulasi matematika, tetapibertujuan jangka pendek sekaligus jangka panjang, yaitu tanggung jawab pribadi dan sosial dihadap masyarakat, negara dan Allah SWT.
Center for Open Science
Title: Konsep Bisnis Islam Dan Tantangan Kapitalisme Global (Peluang dan Tantangan Pebisnis)
Description:
Bisnis merupakan bagian dari kegiatan ekonomi dan mempunyai peranan yang sangat vital dalam rangka memenuhi kebutuhan manusia.
Kegiatan bisnis mempengaruhi semua tingkat kehidupan manusia baik individu, sosial, regional, nasional maupun internasional.
Tiap harijutaan manusia melakukan kegiatan bisnis sebagai produsen, perantara maupun sebagaikonsumen.
Bisnis adalah kegiatan ekonomis.
Hal-hal yang terjadi dalam kegiatan ini adalah tukar menukar, jual beli, memproduksi memasarkan, bekerja memperkerjakan, serta interaksimanusiawi lainnya, dengan tujuan memperoleh keuntungan (Bertens, 2000 : 17).
Dalam kegiatanperdagangan (bisnis), pelaku usaha atau pebisnis dan konsumen (pemakai barang dan jasa) samasama mempunyai kebutuhan dan kepentingan.
Pelaku usaha harus memiliki tanggung jawab terhadap konsumen, karyawan, pemegang saham, komunitas dan lingkungan dalam segala aspek operasional perusahaan.
Untuk itu sangat diperlukan aturan-aturan dan nilai-nilai yang mengatur kegiatan bisnis tersebut agar tidak ada pihak-pihak yang dirugikan dan dieksploitasi baik pihak konsumen, karyawan maupun siapa saja yang ikut terlibat dalam kegiatan bisnis tersebut.
Kenyataan yang kita hadapi sekarang di masyarakat adalah perilaku yang menyimpang dari ajaran agama dan merosotnya nilai etika dalam bisnis.
Bagi kalangan ini bisnis adalah kegiatan manusia yang bertujuan mencari laba semata-mata.
Hal ini juga dinyatakan oleh Fauroni (2003 : 92) bahwa etika bisnis merupakan keharusan.
Etika dapat menyatu dengan duniabisnis.
Tanpa etika, dunia bisnis akan menjadi sebuah struktur kehidupan yang tersendiri dan dan menjadi dunia yang “hitam”.
Selain itu hal yang juga penting dalam bisnis adalah pelayanan terhadap konsumen.
Hanya perusahaan yang mampu memberikan pelayanan terbaik kepada konsumen yang akan sukses.
Bentuk pelayanan terhadap konsumen antara lain adalahmempertahankan mutu barang dan jasa, permintaan konsumen dengan harga yang tepat, tidak membohongi konsumen, dan sebagainya.
Di dalam sistem kapitalis kebebasan memilih pekerjaan merupakan salah satu hal yang sangat diagungkan.
Dengan begitu, penentuan upah yang tinggi mempengaruhi pekerjaan seseorang.
Dari sini munculah eksploitasi besar-besaran pada kaum buruh.
Disatu pihak para bos menerima gaji yang sangat tinggi sementara para buruh hanya mendapatkan gaji yang minim.
Terutama di negara-negara dunia berkembang seperti Indonesia.
Salah satu ciri sistem kapitalisme adalah upah rendah dan proteksi dari pemerintah.
Tenaga kerja Indonesia termasuk yang paling murah di Asia Tenggara, sementara waktu atau jam kerjanya tergolong tinggi dengan tingkat kesejahteraan kurang dari cukup.
UMR (Upah Minimum Regional) atau UMP (Upah Minimun Provinsi) yang telah ditetapkan oleh Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) belum dapat memberikan jaminan kesejahteraan buruh.
Buktinya demonstrasi buruh sering terjadi di perusahaan-perusahaan atau instansi-instansi.
Berbeda halnya dengan sistem kapitalisme, Islam mengatur bisnis sesuai dengan syariatnya karena bisnis dalam Islam memposisikan pengertian bisnis yang pada hakikatnya merupakan usaha manusia untuk mencari keridhaan Allah swt.
Bisnis tidak bertujuan jangka pendek, individual dan semata-mata keuntungan yang berdasarkan kalkulasi matematika, tetapibertujuan jangka pendek sekaligus jangka panjang, yaitu tanggung jawab pribadi dan sosial dihadap masyarakat, negara dan Allah SWT.

Related Results

Al-Wa'ie Media Politik dan Dakwah, Edisi Februari 2020
Al-Wa'ie Media Politik dan Dakwah, Edisi Februari 2020
Assalâmu‘alaikum wa rahmatullâhi wa barakâtuh.Pembaca yang budiman, setidaknya dalam tiga dekade terakhir kondisi Dunia Islam makin terpuruk, terjajah dan tertindas. Lebih dari set...
Manajemen Perubahan dan Manajemen Harapan Dalam Tantangan Bisnis Masa Depan
Manajemen Perubahan dan Manajemen Harapan Dalam Tantangan Bisnis Masa Depan
Tujuan dilaksanakannya kegiatan Pengabdian Pada Masyarakat ini adalah untuk memberikan pemahaman dan pengetahuan kepada para siswa/siswi SMK AL MANAR Ciseeng Kabupaten Bogor tentan...
Optimalisasi Aplikasi Whatsapp untuk Bisnis Bagi Generasi Z
Optimalisasi Aplikasi Whatsapp untuk Bisnis Bagi Generasi Z
Saat ini strategi pemasaran menggunakan sosial media memang banyak digunakan oleh pebisnis. Sosial media dikenal cukup efektif untuk menjalankan strategi pemasaran, salah satunya W...
AL-FALAH SEBAGAI PENANGKAL SISTEM EKONOMI KAPITALIS
AL-FALAH SEBAGAI PENANGKAL SISTEM EKONOMI KAPITALIS
Perkembangan ekonomi saat ini umumnya di pelopori oleh semangat kapitalisme, Penelitian ini membahas konsep al-falah dalam menangkal kapitalisme pada sistem ekonomi.  Penelitian in...
Integrasi Hukum Islam dan Akhlak dalam Manajemen Bisnis Islam: Membangun Etika dan Keberlanjutan
Integrasi Hukum Islam dan Akhlak dalam Manajemen Bisnis Islam: Membangun Etika dan Keberlanjutan
Manajemen bisnis Islam menekankan pentingnya hukum Islam serta akhlak sebagai fondasi utama pada saat membangun bisnis yang beretika dan berkelanjutan. Kaidah seperti keadilan (al-...
Melihat Tren Ekonomi dan Bisnis di Tengah Pandemi “Peluang dan Tantangan di Era Baru”
Melihat Tren Ekonomi dan Bisnis di Tengah Pandemi “Peluang dan Tantangan di Era Baru”
Artikel ini membahas Tren Ekonomi dan Bisnis di Tengah pandemi COVID-19, dengan fokus pada peluang dan tantangan yang dihadapi di era baru. Penulis mengevaluasi dampak pandemi terh...
Formulasi Konsep Moderasi Islam M Mucharom Syifa
Formulasi Konsep Moderasi Islam M Mucharom Syifa
Abstract: The religious phenomenon of Islam in post-reform Indonesia is thought to have experienced extremism and radicalism. The explosion of terrorism in the name of Islam ...
Transformasi Digital dalam Praktik Bisnis: Tantangan dan Peluang di Era Kontemporer
Transformasi Digital dalam Praktik Bisnis: Tantangan dan Peluang di Era Kontemporer
Transformasi digital telah menjadi fenomena yang mendominasi dalam praktik bisnis di era kontemporer, memberikan tantangan dan peluang yang signifikan bagi perusahaan di berbagai s...

Back to Top