Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

Efektivitas pelatihan resusitasi neonatus terhadap keterampilan perawat perinatologi

View through CrossRef
Background: Successful newborn care depends on the abilities and skills of healthcare workers, particularly nurses, in performing neonatal resuscitation. This is the basis for ongoing neonatal resuscitation training programs. The development of video-assisted simulation methods has been widely reported to be highly effective in improving trainee skills, but does not cover all competencies. Purpose: To compare the effectiveness of neonatal resuscitation training on nurses' skills using video-assisted simulation methods compared to those without video. Method: Quantitative, quasi-experimental design using a non-equivalent group design. The sample size for this study was 40 pediatric nurses, divided into two groups, each consisting of 20 nurses. Results: There was a significant difference between the average knowledge scores of the group without video and the group with video (P = 0.000, mean at α 0.05). There was also a significant difference between the average competency scores of the group without video and the group with video (P = 0.000, mean at α 0.05). Conclusion: Resuscitation video media has been shown to improve overall competency in neonatal resuscitation. Therefore, researchers recommend the use of video as an additional medium in neonatal resuscitation training.   Keywords: Neonatal Resuscitation; Neonatal Resuscitation Training; Video.   Pendahuluan: Keberhasilan dalam penanganan bayi baru lahir tergantung pada kemampuan dan keterampilan petugas kesehatan terutama perawat dalam melakukan resusitasi neonatus. Hal tersebut yang mendasari program pelatihan resusitasi neonatus terus dilakukan secara berkelanjutan. Perkembangan metode simulasi disertai video banyak dilaporkan memberikan efektifitas yang tinggi dalam meningkatkan keterampilan peserta pelatihan, namun tidak mencakup seluruh kompetensi. Tujuan: Untuk melihat perbandingan efektivitas pelatihan resusitasi neonatus terhadap keterampilan perawat dengan menggunakan metode simulasi disertai video dengan simulasi tanpa video Metode: Kuantitatif dengan metode quasi eksperimen menggunakan desain the non-equivalent group design. Jumlah sampel dalam penelitian ini adalah sebanyak 40 perawat anak yang terbagi menjadi dua kelompok. Sehingga masing-masing kelompok terdiri dari 20 orang perawat. Hasil: Terdapat perbedaan yang signifikan antara rata-rata nilai pengetahuan pada kelompok tanpa video dan kelompok dengan video (P= 0.000, berarti pada α 0.05). Terdapat perbedaan yang signifikan antara rata-rata nilai kompetensi pada kelompok tanpa video dan kelompok dengan video (P= 0.000, berarti pada α 0.05). Simpulan: Media video resusitasi terbukti dapat meningkatkan ekseluruhan kompetensi yang ada didalam resusitasi neonatus.Sehingga penelti merekomendasikan penggunaan video sebagai media tambahan dalam pelatihan resusitasi neonatus. Keyword:  Pelatihan Ressitasi Neonatus; Resusitasi Neonatus; Video.
Title: Efektivitas pelatihan resusitasi neonatus terhadap keterampilan perawat perinatologi
Description:
Background: Successful newborn care depends on the abilities and skills of healthcare workers, particularly nurses, in performing neonatal resuscitation.
This is the basis for ongoing neonatal resuscitation training programs.
The development of video-assisted simulation methods has been widely reported to be highly effective in improving trainee skills, but does not cover all competencies.
Purpose: To compare the effectiveness of neonatal resuscitation training on nurses' skills using video-assisted simulation methods compared to those without video.
Method: Quantitative, quasi-experimental design using a non-equivalent group design.
The sample size for this study was 40 pediatric nurses, divided into two groups, each consisting of 20 nurses.
Results: There was a significant difference between the average knowledge scores of the group without video and the group with video (P = 0.
000, mean at α 0.
05).
There was also a significant difference between the average competency scores of the group without video and the group with video (P = 0.
000, mean at α 0.
05).
Conclusion: Resuscitation video media has been shown to improve overall competency in neonatal resuscitation.
Therefore, researchers recommend the use of video as an additional medium in neonatal resuscitation training.
  Keywords: Neonatal Resuscitation; Neonatal Resuscitation Training; Video.
  Pendahuluan: Keberhasilan dalam penanganan bayi baru lahir tergantung pada kemampuan dan keterampilan petugas kesehatan terutama perawat dalam melakukan resusitasi neonatus.
Hal tersebut yang mendasari program pelatihan resusitasi neonatus terus dilakukan secara berkelanjutan.
Perkembangan metode simulasi disertai video banyak dilaporkan memberikan efektifitas yang tinggi dalam meningkatkan keterampilan peserta pelatihan, namun tidak mencakup seluruh kompetensi.
Tujuan: Untuk melihat perbandingan efektivitas pelatihan resusitasi neonatus terhadap keterampilan perawat dengan menggunakan metode simulasi disertai video dengan simulasi tanpa video Metode: Kuantitatif dengan metode quasi eksperimen menggunakan desain the non-equivalent group design.
Jumlah sampel dalam penelitian ini adalah sebanyak 40 perawat anak yang terbagi menjadi dua kelompok.
Sehingga masing-masing kelompok terdiri dari 20 orang perawat.
Hasil: Terdapat perbedaan yang signifikan antara rata-rata nilai pengetahuan pada kelompok tanpa video dan kelompok dengan video (P= 0.
000, berarti pada α 0.
05).
Terdapat perbedaan yang signifikan antara rata-rata nilai kompetensi pada kelompok tanpa video dan kelompok dengan video (P= 0.
000, berarti pada α 0.
05).
Simpulan: Media video resusitasi terbukti dapat meningkatkan ekseluruhan kompetensi yang ada didalam resusitasi neonatus.
Sehingga penelti merekomendasikan penggunaan video sebagai media tambahan dalam pelatihan resusitasi neonatus.
Keyword:  Pelatihan Ressitasi Neonatus; Resusitasi Neonatus; Video.

Related Results

Faktor-Faktor Yang Berpengaruh Terhadap Turnover Intention Perawat
Faktor-Faktor Yang Berpengaruh Terhadap Turnover Intention Perawat
Salah satu masalah yang berpengaruh dengan tenaga kerja dalam suatu organisasi adalah tingkat turnover yang tinggi. Data turnover perawat Rumah Sakit Permata Depok yang diperoleh a...
PENGARUH PENGGUNAAN BEDONG TERHADAP KUALITAS TIDUR NEONATUS
PENGARUH PENGGUNAAN BEDONG TERHADAP KUALITAS TIDUR NEONATUS
Latar belakang: bayi setelah dilahirkan mengalami masa kehidupan awal di luar rahim selama 28 hari (neonatus) dan mengalami transformasi kehidupan intrauterin menuju ekstrauterin. ...
Hubungan Kejadian Asfiksia Neonatorum dengan Gangguan Fungsi Koklea pada Neonatus
Hubungan Kejadian Asfiksia Neonatorum dengan Gangguan Fungsi Koklea pada Neonatus
Gangguan pendengaran pada masa bayi dapat menyebabkan gangguan bicara, berbahasa, kognitif, masalah sosial, dan emosional sehingga dapat menurunkan kualitas hidup seseorang. The Jo...
Hubungan Kejadian Pneumonia Neonatus dengan Beberapa Faktor Risiko di RSUP Dr. M. Djamil Padang Periode 2010-2012
Hubungan Kejadian Pneumonia Neonatus dengan Beberapa Faktor Risiko di RSUP Dr. M. Djamil Padang Periode 2010-2012
AbstrakPneumonia merupakan salah satu penyebab mortalitas utama pada neonatus. Bayi Berat Lahir Rendah (BBLR), kelahiran preterm, ketuban pecah dini (KPD), dan demam intrapartum me...
Faktor Faktor Yang Berhubungan Dengan Kinerja Perawat Di RSUD Haji Makassar
Faktor Faktor Yang Berhubungan Dengan Kinerja Perawat Di RSUD Haji Makassar
Kinerja perawat adalah hasil kerja secara kualitas dan kuantitas yang dicapai oleh seseorang perawat dalam melaksanakan fungsinya sesuai dengan tanggung jawab yang diberikan kepada...
HUBUNGAN PENGETAHUAN DAN KETERAMPILAN PERAWAT TENTANG RESPONSE TIME TERHADAP PELAKSANAAN TRIAGE
HUBUNGAN PENGETAHUAN DAN KETERAMPILAN PERAWAT TENTANG RESPONSE TIME TERHADAP PELAKSANAAN TRIAGE
Latar Belakang: Pengetahuan dan keterampilan perawat sangat dibutuhkan terutama dalam pengambilan keputusan klinis dimana ketrampilan penting bagi perawat dalam penilaian awal, per...
Pengaruh Motivasi Kerja, Lingkungan Kerja, dan Work-Family Conflict terhadap Kinerja Perawat Rumah Sakit Surya Insani
Pengaruh Motivasi Kerja, Lingkungan Kerja, dan Work-Family Conflict terhadap Kinerja Perawat Rumah Sakit Surya Insani
Tujuan dalam penelitian ini adalah untuk menganalisis motivasi kerja, lingkungan kerja dan work family conlict secara parsial maupun simultan terhadap kinerja perawat rumah sakit S...

Back to Top