Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

Dynamics of Indonesia’s Export to RCEP Member Countries

View through CrossRef
Artikel ini mengkaji dinamika ekspor Indonesia ke negara-negara anggota RCEP dengan menggunakan pendekatan kualitatif. Dinamika ekspor Indonesia ke negara anggota RCEP sangat kompleks dan dipengaruhi oleh berbagai faktor, antara lain pertumbuhan ekonomi anggota RCEP, permintaan produk Indonesia di negara anggota RCEP, daya saing produk Indonesia di negara-negara anggota RCEP, kebijakan perdagangan negara-negara anggota RCEP, infrastruktur dan logistik di Indonesia,  dan iklim investasi di Indonesia. Di temukan bahwa implementasi perjanjian RCEP berdampak positif terhadap dinamika ekspor Indonesia ke negara-negara anggota RCEP. Perjanjian RCEP telah menurunkan tarif dan hambatan perdagangan lainnya antara Indonesia dan negara-negara anggota RCEP, yang memudahkan eksportir Indonesia untuk menjual produk mereka di negara anggota RCEP. Namun, dalam artikel ini juga menemukan bahwa Indonesia menghadapi sejumlah tantangan dalam meningkatkan ekspornya ke negara anggota RCEP. Tantangan ini termasuk kurangnya basis manufaktur yang kuat di Indonesia, rendahnya kualitas produk Indonesia, tingginya biaya melakukan bisnis di Indonesia, dan kurangnya tenaga kerja terampil di Indonesia. Artikel ini diakhiri dengan membahas implikasi temuan bagi pembuat kebijakan dan eksportir. Pemerintah Indonesia perlu mengatasi tantangan yang dihadapi oleh eksportir Indonesia untuk lebih meningkatkan ekspornya ke negara anggota RCEP. Artikel ini juga berpendapat bahwa eksportir perlu meningkatkan kualitas produk mereka, mengurangi biaya melakukan bisnis di Indonesia, dan mengembangkan tenaga kerja terampil.
Title: Dynamics of Indonesia’s Export to RCEP Member Countries
Description:
Artikel ini mengkaji dinamika ekspor Indonesia ke negara-negara anggota RCEP dengan menggunakan pendekatan kualitatif.
Dinamika ekspor Indonesia ke negara anggota RCEP sangat kompleks dan dipengaruhi oleh berbagai faktor, antara lain pertumbuhan ekonomi anggota RCEP, permintaan produk Indonesia di negara anggota RCEP, daya saing produk Indonesia di negara-negara anggota RCEP, kebijakan perdagangan negara-negara anggota RCEP, infrastruktur dan logistik di Indonesia,  dan iklim investasi di Indonesia.
Di temukan bahwa implementasi perjanjian RCEP berdampak positif terhadap dinamika ekspor Indonesia ke negara-negara anggota RCEP.
Perjanjian RCEP telah menurunkan tarif dan hambatan perdagangan lainnya antara Indonesia dan negara-negara anggota RCEP, yang memudahkan eksportir Indonesia untuk menjual produk mereka di negara anggota RCEP.
Namun, dalam artikel ini juga menemukan bahwa Indonesia menghadapi sejumlah tantangan dalam meningkatkan ekspornya ke negara anggota RCEP.
Tantangan ini termasuk kurangnya basis manufaktur yang kuat di Indonesia, rendahnya kualitas produk Indonesia, tingginya biaya melakukan bisnis di Indonesia, dan kurangnya tenaga kerja terampil di Indonesia.
Artikel ini diakhiri dengan membahas implikasi temuan bagi pembuat kebijakan dan eksportir.
Pemerintah Indonesia perlu mengatasi tantangan yang dihadapi oleh eksportir Indonesia untuk lebih meningkatkan ekspornya ke negara anggota RCEP.
Artikel ini juga berpendapat bahwa eksportir perlu meningkatkan kualitas produk mereka, mengurangi biaya melakukan bisnis di Indonesia, dan mengembangkan tenaga kerja terampil.

Related Results

Export concentration and diversification impact on economic growth in the developed and developing countries of the world
Export concentration and diversification impact on economic growth in the developed and developing countries of the world
There is much evidence that export diversity has a positive effect on economic growth, but there is some evidence that the concentration of exports may be also related to economic ...
Motif dan Kepentingan China dalam Pembentukan Regional Comprehensive Economic Partnership (RCEP)
Motif dan Kepentingan China dalam Pembentukan Regional Comprehensive Economic Partnership (RCEP)
The establishment of the Regional Comprehensive Economic Partnership (RCEP) began because of the conflict between China and Japan. The establishment of RCEP is to create the larges...
Regional Comprehensive Economic Partnership
Regional Comprehensive Economic Partnership
The Regional Comprehensive Economic Partnership (RCEP) is a free-trade deal between 10 ASEAN member states and Australia, China, Japan, New Zealand, and South Korea. It is the worl...
The impact mechanism of MRLs standards harmonization on China’s tea export trade—evidence from RCEP countries
The impact mechanism of MRLs standards harmonization on China’s tea export trade—evidence from RCEP countries
The RCEP countries are key markets for China’s tea exports, and the harmonization of Maximum Residue Limits (MRLs) standards for pesticides between China and these countries signif...
YOSHIHIDE SUGA POLICY DALAM MELANJUTKAN ABENOMICS DI KAWASAN ASIA TIMUR DAN TENGGARA
YOSHIHIDE SUGA POLICY DALAM MELANJUTKAN ABENOMICS DI KAWASAN ASIA TIMUR DAN TENGGARA
This article describes a problem regarding abenomics made by Shinzo Abe as the basis of Japan's domestic political economy and foreign policy which began in 2012. However, after Sh...
Cross-Country Potentials and Advantages in Trade in Fish and Seafood Products in the RCEP Member States
Cross-Country Potentials and Advantages in Trade in Fish and Seafood Products in the RCEP Member States
Fisheries has always played a vital role in supporting livelihoods and ensuring food security and sustainable economic and social development in Southeast Asia. Historically, rural...
An Overview of Regional Comprehensive Economic Partnership (RCEP)
An Overview of Regional Comprehensive Economic Partnership (RCEP)
The Regional Comprehensive Economic Partnership (RCEP) is a recently established Free Trade Agreement between Asia-Pacific countries with the goal of increasing trade between parti...
British Food Journal Volume 35 Issue 5 1933
British Food Journal Volume 35 Issue 5 1933
The Fruit Control Act, 1924, is an important one as it provides for the establishment of a Fruit Control Board, and is described as an “Act to make Provision for Control of the Fru...

Back to Top