Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

View through CrossRef
Pisang banyak disukai oleh masyarakat dunia termasuk Indonesia karena memiliki harga yang relatif murah dan kandungan gizi yang baik. Pisang kepok merupakan jenis pisang yang banyak digemari oleh masyarakat karena rasanya yang enak dan manis. Kendala yang sering dihadapi dalam budidaya pisang kepok adalah kesulitan dalam penyediaan bibit pisang yang berkualitas dalam waktu yang singkat sehingga diperlukan teknologi alternatif  melalui teknik kultur jaringan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh penambahan ekstrak umbi kembang sungsang dalam media kultur pada pembentukan planlet pisang kultivar kepok kuning dan mendapatkan informasi ilmiah tentang profil pertumbuhan planlet kepok kuning akibat penambahan ekstrak umbi kembang sungsang pada media kultur.  Penelitian ini dilaksanakan di Laboratorium MTC, PT. Great Giant Pineapple PG 4 Labuhan Ratu, Lampung Timur dari bulan Desember 2019 - April 2020 menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 10 kali ulangan terdiri dari penambahan ekstrak umbi kembang sungsang 10% sebagai perlakuan utama, kolkisin murni 0,1% sebagai kontrol positif, dan tanpa penambahan ekstrak umbi kembang sungsang dan kolkisin sebagai kontrol negatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan ekstrak umbi kembang sungsang 10% dalam media kultur menyebabkan pertumbuhan planlet pisang kepok kuning lebih lambat dibandingkan dengan penambahan kolkisin 0,1%,  dan pada media dengan penambahan ekstrak umbi kembang sungsang 10% menunjukkan jumlah tunas, tinggi tunas, jumlah akar dan luas daun yang lebih baik daripada media tanpa penambahan, tetapi kolkisin 0,1% tetap menunjukkan hasil yang paling baik.
Title:
Description:
Pisang banyak disukai oleh masyarakat dunia termasuk Indonesia karena memiliki harga yang relatif murah dan kandungan gizi yang baik.
Pisang kepok merupakan jenis pisang yang banyak digemari oleh masyarakat karena rasanya yang enak dan manis.
Kendala yang sering dihadapi dalam budidaya pisang kepok adalah kesulitan dalam penyediaan bibit pisang yang berkualitas dalam waktu yang singkat sehingga diperlukan teknologi alternatif  melalui teknik kultur jaringan.
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh penambahan ekstrak umbi kembang sungsang dalam media kultur pada pembentukan planlet pisang kultivar kepok kuning dan mendapatkan informasi ilmiah tentang profil pertumbuhan planlet kepok kuning akibat penambahan ekstrak umbi kembang sungsang pada media kultur.
  Penelitian ini dilaksanakan di Laboratorium MTC, PT.
Great Giant Pineapple PG 4 Labuhan Ratu, Lampung Timur dari bulan Desember 2019 - April 2020 menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 10 kali ulangan terdiri dari penambahan ekstrak umbi kembang sungsang 10% sebagai perlakuan utama, kolkisin murni 0,1% sebagai kontrol positif, dan tanpa penambahan ekstrak umbi kembang sungsang dan kolkisin sebagai kontrol negatif.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan ekstrak umbi kembang sungsang 10% dalam media kultur menyebabkan pertumbuhan planlet pisang kepok kuning lebih lambat dibandingkan dengan penambahan kolkisin 0,1%,  dan pada media dengan penambahan ekstrak umbi kembang sungsang 10% menunjukkan jumlah tunas, tinggi tunas, jumlah akar dan luas daun yang lebih baik daripada media tanpa penambahan, tetapi kolkisin 0,1% tetap menunjukkan hasil yang paling baik.

Back to Top