Javascript must be enabled to continue!
INTERVENSI DAN HAMBATAN PENCEGAHAN DAN PENGENDALIAN DEMAM BERDARAH DENGUE
View through CrossRef
Pencegahan dan pengendalian demam berdarah di tataran rumah tangga menjadi kunci keberhasilan penurunan kejadian demam berdarah. Akan tetapi, hambatan dan pengendalian Aedes aegypti di rumah tangga belum diketahui terlebih lagi pada situasi pandemic COVID-19. Kami mensurvey 83 rumah tangga di komunitas risiko tinggi DBD di pinggiran Kota Semarang, Kelurahan Bandarhajo, Indonesia, tentang pengetahuan dan persepsi demam berdarah, intervensi pengendalian vektor, pengeluaran rumah tangga, hambatan dan faktor-faktor yang mempengaruhi keputusan pembelian. Hasil studi ini menunjukkan bahwa persepsi tentang kerentanan demam berdarah menurun pada masa pandemic COVID-19 (88.1% menjadi 66.3%), rumah tangga menghabiskan rata-rata bulanan sebesar Rp30,000.- (US$2.10, 14,500), atau 1.50% (kisaran: Rp5,000.-150,000.-(US$0.34-10.34, 0.25%-7.50%) dari pendapatan keluarga mereka pada intervensi pengendalian Ae. Aegypti di masa pandemic COVID-19. Rumah tangga melaporkan intervasi pengendalian paling banyak sebelum dan selama pandemic adalah memberantas sarang nyamuk, memakai lotion/ obat bakar/ semprot anti nyamuk, sedangkan pemanfaatan ikan cukup baik dan pemakain kelambu masih rendah (42.2%,). Kami menemukan 33.7% mengalami hambatan keterbatasan ekonomi, 38.6% kurang informasi, dan 47% karena perubahan pemantauan dan peran dari Tenaga kesehatan/ kader/ Stake holder selama pandemi COVID-19 dalam pengendalian vektor. Efektivitas dan kemudahan dalam aplikasi adalah faktor terpenting yang memengaruhi keputusan orang untuk membeli produk pengendalian nyamuk juga termasuk harga yang terjangkau. Temuan kami dapat menjadi dasar dalam pengembangan intervensi yang akan datang dan menjadi evidence based dalam pengambilan kebijakan oleh sektor kesehatan dan pemerintah, serta memberikan infomasi beban ekonomi terkait pengendalian demam berdarah di masa pandemic COVID-19.
Title: INTERVENSI DAN HAMBATAN PENCEGAHAN DAN PENGENDALIAN DEMAM BERDARAH DENGUE
Description:
Pencegahan dan pengendalian demam berdarah di tataran rumah tangga menjadi kunci keberhasilan penurunan kejadian demam berdarah.
Akan tetapi, hambatan dan pengendalian Aedes aegypti di rumah tangga belum diketahui terlebih lagi pada situasi pandemic COVID-19.
Kami mensurvey 83 rumah tangga di komunitas risiko tinggi DBD di pinggiran Kota Semarang, Kelurahan Bandarhajo, Indonesia, tentang pengetahuan dan persepsi demam berdarah, intervensi pengendalian vektor, pengeluaran rumah tangga, hambatan dan faktor-faktor yang mempengaruhi keputusan pembelian.
Hasil studi ini menunjukkan bahwa persepsi tentang kerentanan demam berdarah menurun pada masa pandemic COVID-19 (88.
1% menjadi 66.
3%), rumah tangga menghabiskan rata-rata bulanan sebesar Rp30,000.
- (US$2.
10, 14,500), atau 1.
50% (kisaran: Rp5,000.
-150,000.
-(US$0.
34-10.
34, 0.
25%-7.
50%) dari pendapatan keluarga mereka pada intervensi pengendalian Ae.
Aegypti di masa pandemic COVID-19.
Rumah tangga melaporkan intervasi pengendalian paling banyak sebelum dan selama pandemic adalah memberantas sarang nyamuk, memakai lotion/ obat bakar/ semprot anti nyamuk, sedangkan pemanfaatan ikan cukup baik dan pemakain kelambu masih rendah (42.
2%,).
Kami menemukan 33.
7% mengalami hambatan keterbatasan ekonomi, 38.
6% kurang informasi, dan 47% karena perubahan pemantauan dan peran dari Tenaga kesehatan/ kader/ Stake holder selama pandemi COVID-19 dalam pengendalian vektor.
Efektivitas dan kemudahan dalam aplikasi adalah faktor terpenting yang memengaruhi keputusan orang untuk membeli produk pengendalian nyamuk juga termasuk harga yang terjangkau.
Temuan kami dapat menjadi dasar dalam pengembangan intervensi yang akan datang dan menjadi evidence based dalam pengambilan kebijakan oleh sektor kesehatan dan pemerintah, serta memberikan infomasi beban ekonomi terkait pengendalian demam berdarah di masa pandemic COVID-19.
Related Results
PENYULUHAN TENTANG PENYAKIT DEMAM BERDARAH (DBD) DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS MACINI SAWAH KOTA MAKASSAR
PENYULUHAN TENTANG PENYAKIT DEMAM BERDARAH (DBD) DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS MACINI SAWAH KOTA MAKASSAR
Latar Belakang : Penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD) merupakan penyakit yang masih menjadi masalah bagi kesehatan masyarakat di Indonesia. Sehingga penyakit ini masih menjadi prio...
Hubungan Tingkat Pengetahuan Masyarakat Tentang Demam Berdarah Dengue (DBD) Dengan Upaya Pencegahan Demam Berdarah Dengue (DBD)
Hubungan Tingkat Pengetahuan Masyarakat Tentang Demam Berdarah Dengue (DBD) Dengan Upaya Pencegahan Demam Berdarah Dengue (DBD)
Demam berdarah dengue (DBD) sampai saat ini merupakan salah satu penyakit yang penularannya cepat dan harus ditangani secara tepat apabila tidak dapat menimbulkan kematian. Kurangn...
ANALYSIS RISK FACTORS OF DENGUE HEMORRHAGE FEVER IN THE WORKING AREA OF PUU WERI HEALTH CENTER
ANALYSIS RISK FACTORS OF DENGUE HEMORRHAGE FEVER IN THE WORKING AREA OF PUU WERI HEALTH CENTER
Pendahuluan : Demam berdarah dengue merupakan salah satu masalah kesehatan di Kabupaten Sumba Barat. Angka kejadian Demam Berdarah Dengue di Kabupaten Sumba Barat terus meningkat d...
Pemberdayaan Masyarakat Sebagai Pembantu Jumantik di Desa Panjer
Pemberdayaan Masyarakat Sebagai Pembantu Jumantik di Desa Panjer
ABSTRAKJumlah kasus infeksi demam berdarah dengue semakin meningkat dan memicu masalah kesehatan global. Pemerintah telah mencanangkan program satu Jumantik satu keluarga untuk men...
Perbandingan Model Transfer Function Dan Model Neural Network Untuk Prediksi Banyak Kasus Demam Berdarah Di Kota Malang
Perbandingan Model Transfer Function Dan Model Neural Network Untuk Prediksi Banyak Kasus Demam Berdarah Di Kota Malang
ABSTRAK
Kota Malang adalah salah satu kota yang dinyatakan sebagai daerah endemis demam berdarah. Pada tahun 2015, jumlah penderita demam berdarah sebanyak 1629 kasus dengan ...
Perbandingan Model Transfer Function Dan Model Neural Network Untuk Prediksi Banyak Kasus Demam Berdarah Di Kota Malang
Perbandingan Model Transfer Function Dan Model Neural Network Untuk Prediksi Banyak Kasus Demam Berdarah Di Kota Malang
ABSTRAK
Kota Malang adalah salah satu kota yang dinyatakan sebagai daerah endemis demam berdarah. Pada tahun 2015, jumlah penderita demam berdarah sebanyak 1629 kasus dengan ...
CLINICAL COURSE AND OUTCOME OF PATIENTS WITH DENGUE FEVER, DENGUE HEMORRHAGIC FEVER AND DENGUE SHOCK SYNDROME IN A TERTIARY CARE HOSPITAL IN RECENT ENDEMIC 2022
CLINICAL COURSE AND OUTCOME OF PATIENTS WITH DENGUE FEVER, DENGUE HEMORRHAGIC FEVER AND DENGUE SHOCK SYNDROME IN A TERTIARY CARE HOSPITAL IN RECENT ENDEMIC 2022
Background: Dengue fever cases have been increased almost 30-fold over last 50 years and now reaches an estimated 100 million clinically apparent infections annually. This rapid in...
PERBANDINGAN LAMA RAWAT INAP PENGOBATAN DEMAM BERDARAH DENGUE PADA ANAK-ANAK MENGGUNAKAN OBAT SUPORTIF YANG MENGANDUNG EKSTRAK DAUN JAMBU BIJI (Psidium guajava Linn.) DAN OBAT IMUNOMODULATOR COMPARATIVE LONG HOSPITALIZATION TREATMENT TO THE CHILDREN USI
PERBANDINGAN LAMA RAWAT INAP PENGOBATAN DEMAM BERDARAH DENGUE PADA ANAK-ANAK MENGGUNAKAN OBAT SUPORTIF YANG MENGANDUNG EKSTRAK DAUN JAMBU BIJI (Psidium guajava Linn.) DAN OBAT IMUNOMODULATOR COMPARATIVE LONG HOSPITALIZATION TREATMENT TO THE CHILDREN USI
PERBANDINGAN LAMA RAWAT INAP PENGOBATAN DEMAM BERDARAH DENGUE PADA ANAK-ANAK MENGGUNAKAN OBAT SUPORTIF YANG MENGANDUNG EKSTRAK DAUN JAMBU BIJI (Psidium guajava Linn.) DAN OBAT IMUN...

