Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

Aplikasi Ekstrak Jahe dan Lengkuas Merah sebagai Fungisida Alami Tanaman Jeruk

View through CrossRef
Jahe (Zingiber officinale) dan lengkuas (Alpinia galanga) merupakan tanaman biofarmaka yang dikenal memiliki berbagai manfaat termasuk aktivitas antijamur. Kajian ini bertujuan untuk membandingkan efektivitas ekstrak jahe (Zingiber officinale) dan lengkuas merah (Alpinia purpurata K. Schum) sebagai pestisida alami dalam menghambat pertumbuhan jamur patogen pada tanaman jeruk. Ekstrak kedua tanaman tersebut mengandung senyawa aktif seperti gingerol, shogaol, galangin, dan flavonoid yang diketahui memiliki sifat antijamur. Metode penelitian yang dilakukan meliputi ekstraksi bahan aktif jahe dan lengkuas merah serta pengujian aktivitas fungisidanya terhadap pertumbuhan jamur menggunakan metode difusi agar. Parameter yang diukur adalah diameter zona hambat sebagai indikator efektivitas masing-masing ekstrak. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak jahe dan lengkuas merah memiliki kemampuan menghambat pertumbuhan jamur patogen, dengan tingkat efektivitas yang bervariasi tergantung konsentrasi ekstrak. Lengkuas merah menunjukkan aktivitas antijamur yang lebih signifikan dibandingkan jahe pada konsentrasi tertentu. Penelitian ini menyimpulkan bahwa jahe dan lengkuas merah berpotensi menjadi pestisida alami yang ramah lingkungan, lengkuas merah mempunyai efektivitas yang lebih tinggi dalam mengendalikan jamur patogen. Ekstrak lengkuas menunjukkan zona hambat yang lebih besar dibandingkan jahe, mengindikasikan potensi yang lebih kuat dalam mengendalikan infeksi jamur pada tanaman. Dengan demikian, penggunaan jahe dan lengkuas sebagai pestisida alami dapat menjadi alternatif ramah lingkungan dalam pengendalian penyakit tanaman.
LP2M Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah Jakarta
Title: Aplikasi Ekstrak Jahe dan Lengkuas Merah sebagai Fungisida Alami Tanaman Jeruk
Description:
Jahe (Zingiber officinale) dan lengkuas (Alpinia galanga) merupakan tanaman biofarmaka yang dikenal memiliki berbagai manfaat termasuk aktivitas antijamur.
Kajian ini bertujuan untuk membandingkan efektivitas ekstrak jahe (Zingiber officinale) dan lengkuas merah (Alpinia purpurata K.
Schum) sebagai pestisida alami dalam menghambat pertumbuhan jamur patogen pada tanaman jeruk.
Ekstrak kedua tanaman tersebut mengandung senyawa aktif seperti gingerol, shogaol, galangin, dan flavonoid yang diketahui memiliki sifat antijamur.
Metode penelitian yang dilakukan meliputi ekstraksi bahan aktif jahe dan lengkuas merah serta pengujian aktivitas fungisidanya terhadap pertumbuhan jamur menggunakan metode difusi agar.
Parameter yang diukur adalah diameter zona hambat sebagai indikator efektivitas masing-masing ekstrak.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak jahe dan lengkuas merah memiliki kemampuan menghambat pertumbuhan jamur patogen, dengan tingkat efektivitas yang bervariasi tergantung konsentrasi ekstrak.
Lengkuas merah menunjukkan aktivitas antijamur yang lebih signifikan dibandingkan jahe pada konsentrasi tertentu.
Penelitian ini menyimpulkan bahwa jahe dan lengkuas merah berpotensi menjadi pestisida alami yang ramah lingkungan, lengkuas merah mempunyai efektivitas yang lebih tinggi dalam mengendalikan jamur patogen.
Ekstrak lengkuas menunjukkan zona hambat yang lebih besar dibandingkan jahe, mengindikasikan potensi yang lebih kuat dalam mengendalikan infeksi jamur pada tanaman.
Dengan demikian, penggunaan jahe dan lengkuas sebagai pestisida alami dapat menjadi alternatif ramah lingkungan dalam pengendalian penyakit tanaman.

Related Results

PEMBUATAN SABUN CUCI TANGAN JAHE MERAH UNTUK MENUMBUHKAN PEREKONOMIAN DESA SEKETI MOJOAGUNG JOMBANG
PEMBUATAN SABUN CUCI TANGAN JAHE MERAH UNTUK MENUMBUHKAN PEREKONOMIAN DESA SEKETI MOJOAGUNG JOMBANG
Tanaman jahe merah merupakan salah satu komoditi pada masyarakat Desa Seketi Mojoagung Jombang. Jahe merah tergolong tanaman TOGA (Tanaman Obat Keluarga) yang memiliki banyak khasi...
FORMULASI DAN EVALUASI STABILITAS FISIK CREAM MINYAK JAHE MERAH
FORMULASI DAN EVALUASI STABILITAS FISIK CREAM MINYAK JAHE MERAH
Jahe merah mempunyai efek untuk menurunkan sensasi nyeri juga meningkatkan proses penyembuhan jaringan yang mengalami kerusakan, penggunaan panas pada jahe merah selain memberikan ...
Uji Aktivitas Fibrinolisis Ekstrak Alkaloid Total Rimpang Lengkuas Merah (Alpinia Purpurata (Vielli) K.Schum) Secara In Vitro
Uji Aktivitas Fibrinolisis Ekstrak Alkaloid Total Rimpang Lengkuas Merah (Alpinia Purpurata (Vielli) K.Schum) Secara In Vitro
Ketidakseimbangan hemostasis akan meningkatan agregasi trombosit, hiperkoagulasi, dan penurunan aktivitas fibrinolisis yang menyebabkan terbentuknya sumbatan (trombus) pada pembulu...
Karakterisasi Tiga Jenis Simplisia Jahe yang Tumbuh di Jawa Barat
Karakterisasi Tiga Jenis Simplisia Jahe yang Tumbuh di Jawa Barat
Abstract. Emprit ginger (Zingiber officinale var. Amarum), elephant ginger (Zingiber officinale var. Rosc), and red ginger (Zingiber officinale var. sunti Valeton) are notable biop...
Pemanfaatan Beberapa Varietas Jeruk Sebagai Antimikroba Alami pada Saus Kacang Cilok
Pemanfaatan Beberapa Varietas Jeruk Sebagai Antimikroba Alami pada Saus Kacang Cilok
Peanut sauce is a product made from peanuts with some seasonings and processed into paste form. Previous research results have showed that “cilok” (a traditional condiment made of ...
Efektivitas Pupuk Mkm dan Ekstrak Tauge terhadap Pertumbuhan dan Produksi Tanaman Tomat (Lycopersicum Esculentum Mill.)
Efektivitas Pupuk Mkm dan Ekstrak Tauge terhadap Pertumbuhan dan Produksi Tanaman Tomat (Lycopersicum Esculentum Mill.)
Penelitian ini bertujuan (1) mengetahui pengaruh pemberian pupuk MKM dan ekstrak tauge terhadap pertumbuhan dan produksi tanaman tomat (2) mengetahui dosis pupuk MKM dan ekstrak ta...

Back to Top