Javascript must be enabled to continue!
Shelf life prediction of cacao powder using isothermic sorption approach
View through CrossRef
Tujuan dari penelitian ini adalah menentukan model kurva sorpsi isotermis bubuk kakao dan menduga umur simpan bubuk kakao pada kemasan standing pouch aluminium foil dan kraft dengan pendekatan sorpsi isotermis. Penelitian ini diawali dengan pembuatan bubuk kakao, penentuan kadar air bubuk kakao pada berbagai kelembaban relatif (RH) penyimpanan dan pendugaan umur simpan bubuk kakao pada kemasan standing pouch aluminium foil dan kraft dengan pendekatan sorpsi isotermis . Bubuk kakao diperoleh dengan cara menggiling menggunakan mesin pembubuk kakao dan mengayaknya menggunakan ayakan Tyler dengan ukuran mesh 60. Kadar air kesetimbangan (KAK) bubuk kakao diperoleh dengan menyimpan bubuk kakao pada berbagai kelembaban relative (RH) menggunakan larutan garam jenuh MgCl2, K2CO3, NaNO2, NaCl dan KCl. Model sorpsi isotermis diperoleh dengan memplotkan KAK dengan nilai aktivitas air (aw) (RH/100). Hasil penelitian menunjukkan bahwa model Hasley merupakan model paling tepat untuk menggambarkan fenomena sorpsi isotermis bubuk kakao dengan nilai Mean Relative Determination (MRD) paling kecil yaitu 2.007. Umur simpan bubuk kakao yang simpan dengan kemasan standing pouch aluminium foil pada penyimpanan suhu 30 °C dan kelembaban relatif (RH) 75% dan 80% berturut-turut adalah 665 hari dan 514 hari. Sedangkan dengan kemasan standing pouch kraft selama 293 hari dan 227 hari.
Department of Mechanical and Biosystem Engineering IPB
Title: Shelf life prediction of cacao powder using isothermic sorption approach
Description:
Tujuan dari penelitian ini adalah menentukan model kurva sorpsi isotermis bubuk kakao dan menduga umur simpan bubuk kakao pada kemasan standing pouch aluminium foil dan kraft dengan pendekatan sorpsi isotermis.
Penelitian ini diawali dengan pembuatan bubuk kakao, penentuan kadar air bubuk kakao pada berbagai kelembaban relatif (RH) penyimpanan dan pendugaan umur simpan bubuk kakao pada kemasan standing pouch aluminium foil dan kraft dengan pendekatan sorpsi isotermis .
Bubuk kakao diperoleh dengan cara menggiling menggunakan mesin pembubuk kakao dan mengayaknya menggunakan ayakan Tyler dengan ukuran mesh 60.
Kadar air kesetimbangan (KAK) bubuk kakao diperoleh dengan menyimpan bubuk kakao pada berbagai kelembaban relative (RH) menggunakan larutan garam jenuh MgCl2, K2CO3, NaNO2, NaCl dan KCl.
Model sorpsi isotermis diperoleh dengan memplotkan KAK dengan nilai aktivitas air (aw) (RH/100).
Hasil penelitian menunjukkan bahwa model Hasley merupakan model paling tepat untuk menggambarkan fenomena sorpsi isotermis bubuk kakao dengan nilai Mean Relative Determination (MRD) paling kecil yaitu 2.
007.
Umur simpan bubuk kakao yang simpan dengan kemasan standing pouch aluminium foil pada penyimpanan suhu 30 °C dan kelembaban relatif (RH) 75% dan 80% berturut-turut adalah 665 hari dan 514 hari.
Sedangkan dengan kemasan standing pouch kraft selama 293 hari dan 227 hari.
Related Results
Effects of watering regime on the morphological, physiological and functional traits of seedlings of cacao provenances under screen house conditions
Effects of watering regime on the morphological, physiological and functional traits of seedlings of cacao provenances under screen house conditions
In the present study, morphological and physiological responses of cocoa provenances to watering regimes under screen house conditions and the implications of the measured variable...
Cacao, Shade, and Agroforestry
Cacao, Shade, and Agroforestry
In its natural habitat, cacao grows in the shade of larger trees. In fact, 70 percent of the world’s cacao is grown with some level of shade. This comes mostly from native forest t...
Effects of Organic Amendments on Growth, Establishment and Yield of Cacao (Theobroma cacao L) in Southwestern Nigeria
Effects of Organic Amendments on Growth, Establishment and Yield of Cacao (Theobroma cacao L) in Southwestern Nigeria
Low soil fertility is a major problem of growth and establishment of cacao seedlings, as well as the yield on the field. However, cacao (Theobroma cacao L) is characterized by high...
Growth and Establishment of Cacao Seedlings under Intercrop with Plantain at Different Transplanting Positions
Growth and Establishment of Cacao Seedlings under Intercrop with Plantain at Different Transplanting Positions
An investigation was carried out in Cocoa Research Institute of Nigeria (CRIN), Uhonmora Station, Edo State to evaluate the effect of transplanting positions of cacao (Theobroma ca...
KARAKTERISTIK BUDIDAYA KAKAO (Theobroma cacao L.) PADA PERKEBUNAN RAKYAT DI KECAMATAN TIMPEH KABUPATEN DHARMASRAYA
KARAKTERISTIK BUDIDAYA KAKAO (Theobroma cacao L.) PADA PERKEBUNAN RAKYAT DI KECAMATAN TIMPEH KABUPATEN DHARMASRAYA
Cacao (Theobroma cacao L.) is a plantation commodity that has high economic value. The characteristics of cacao cultivation are used to describe the cultivation method or technique...
KARAKTERISTIK BUDIDAYA KAKAO (Theobroma cacao L.) PADA PERKEBUNAN RAKYAT DI KECAMATAN PANTI KABUPATEN PASAMAN
KARAKTERISTIK BUDIDAYA KAKAO (Theobroma cacao L.) PADA PERKEBUNAN RAKYAT DI KECAMATAN PANTI KABUPATEN PASAMAN
Cacao (Theobroma cacao L.) is one of the plantation crop that has high economic value. Therefore it is important to carry out cacao cultivation as recommended. The objective of thi...
New Isothermic surfaces in S3
New Isothermic surfaces in S3
In this paper, we consider a method of constructing isothermic surfaces in S3 based on Ribaucour transformations. By applying the theory to the flat torus, we obtain two family of ...
Predicting the Water Sorption in ASDs
Predicting the Water Sorption in ASDs
Water decreases the stability of amorphous solid dispersions (ASDs) and water sorption is, therefore, unwanted during ASD storage. This work suggests a methodology to predict the w...

