Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

Rara Mendut Dari Sastra Lisan Ke Sastra Tulis: Potret Perlawanan Terhadap Kekuasaan

View through CrossRef
Rara Mendut, whose theme is about love, government, and power, results in a text enjoyed by the society. This matter is proved by the existence of the response in various shapes, such as literary works, wayang orang (Javanese dance drama), cinemas, and the others. The novels Rara Mendut, Genduk Duku, and Lusi Lindri written by Y.B. Mangunwijaya have gained inspirations, either from oral or written literature (Pranacitra-Rara Mendut tale). Based on the structure of its tale, it could be said that there is an intertextual relation between Pranacita Rara Mendut tale and the trilogy of Rara Mendut, Genduk Duku, and Lusi Lindri novels. The existence of Y.B Mangunwijaya’s novel trilogy has a position essential enough as the proof of cultural relation or continuation, namely between ancient culture (Pranacitra tale) and present culture (Rara Mendut, Genduk Duku, and Lusi Lindri trilogy), that can be enjoyed by present generations. Key Words: Rara Mendut; resistance; power; oral literature; written literature Abstrak: Tulisan ini bertujuan membahas dan mendeskripsikan teks Rara Mendut dari sastra lisan ke sastra tulis dan Rara Mendut sebagai potret perlawanan terhadap kekuasaan dengan teori resepsi intertekstual dan teori kekuasaan. Sumber data tulisan ini adalah cerita lisan Rara Mendut; serat Pranacitra­‐Rara Mendut; dan novel trilogi Rara Mendut; Genduk Duku; dan Lusi Lindri karya Y.B. Mangunwijaya. Penelitian ini menghasilkan temuan bahwa Rara Mendut yang bertemakan percintaan; pemerintahan; dan kekuasaan merupakan teks yang digemari oleh masyarakat; temuan tersebut dibuktikan oleh adanya sambutan dalam berbagai bentuk. Penciptaan novel trilogi Rara Mendut karya Y.B. Mangunwijaya diilhami oleh cerita Rara Mendut dalam sastra lisan dan sastra tulis. Berdasarkan struktur ceritanya; dapat dikatakan bahwa terdapat hubungan intertekstualitas antara serat Pranacitra Rara Mendut dan trilogi novel Rara Mendut; Genduk Duku; dan Lusi Lindri. Baik dalam sastra lisan maupun sastra tulis; Rara mendut menggambarkan perlawanan rakyat kecil terhadap kekuasaan.
Balai Bahasa Jawa Timur
Title: Rara Mendut Dari Sastra Lisan Ke Sastra Tulis: Potret Perlawanan Terhadap Kekuasaan
Description:
Rara Mendut, whose theme is about love, government, and power, results in a text enjoyed by the society.
This matter is proved by the existence of the response in various shapes, such as literary works, wayang orang (Javanese dance drama), cinemas, and the others.
The novels Rara Mendut, Genduk Duku, and Lusi Lindri written by Y.
B.
Mangunwijaya have gained inspirations, either from oral or written literature (Pranacitra-Rara Mendut tale).
Based on the structure of its tale, it could be said that there is an intertextual relation between Pranacita Rara Mendut tale and the trilogy of Rara Mendut, Genduk Duku, and Lusi Lindri novels.
The existence of Y.
B Mangunwijaya’s novel trilogy has a position essential enough as the proof of cultural relation or continuation, namely between ancient culture (Pranacitra tale) and present culture (Rara Mendut, Genduk Duku, and Lusi Lindri trilogy), that can be enjoyed by present generations.
Key Words: Rara Mendut; resistance; power; oral literature; written literature Abstrak: Tulisan ini bertujuan membahas dan mendeskripsikan teks Rara Mendut dari sastra lisan ke sastra tulis dan Rara Mendut sebagai potret perlawanan terhadap kekuasaan dengan teori resepsi intertekstual dan teori kekuasaan.
Sumber data tulisan ini adalah cerita lisan Rara Mendut; serat Pranacitra­‐Rara Mendut; dan novel trilogi Rara Mendut; Genduk Duku; dan Lusi Lindri karya Y.
B.
Mangunwijaya.
Penelitian ini menghasilkan temuan bahwa Rara Mendut yang bertemakan percintaan; pemerintahan; dan kekuasaan merupakan teks yang digemari oleh masyarakat; temuan tersebut dibuktikan oleh adanya sambutan dalam berbagai bentuk.
Penciptaan novel trilogi Rara Mendut karya Y.
B.
Mangunwijaya diilhami oleh cerita Rara Mendut dalam sastra lisan dan sastra tulis.
Berdasarkan struktur ceritanya; dapat dikatakan bahwa terdapat hubungan intertekstualitas antara serat Pranacitra Rara Mendut dan trilogi novel Rara Mendut; Genduk Duku; dan Lusi Lindri.
Baik dalam sastra lisan maupun sastra tulis; Rara mendut menggambarkan perlawanan rakyat kecil terhadap kekuasaan.

Related Results

Harmonisasi Keragaman dalam Komunitas Meditasi Kesadaran di Wihara Mendut
Harmonisasi Keragaman dalam Komunitas Meditasi Kesadaran di Wihara Mendut
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan keharmonisan dalam keragaman komunitas Meditasi Kesadaran di Wihara Mendut. Komunitas Meditasi Kesadaran di Wihara Mendut memiliki an...
Harmonisasi Keragaman dalam Komunitas Meditasi Kesadaran di Wihara Mendut
Harmonisasi Keragaman dalam Komunitas Meditasi Kesadaran di Wihara Mendut
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan keharmonisan dalam keragaman komunitas Meditasi Kesadaran di Wihara Mendut. Komunitas Meditasi Kesadaran di Wihara Mendut memiliki an...
Naskah Bila Malam Bertambah Malam karya Putu Wijaya sebagai perlawanan budaya tertutup
Naskah Bila Malam Bertambah Malam karya Putu Wijaya sebagai perlawanan budaya tertutup
Penelitian ini bertujuan melihat posisi naskah Bila Malam Bertambah Malam dalam polemik budaya masyarakat Bali. Hal in tidak lepas dari masalah budaya yang didasari atas perbedaan ...
Stabilitas Struktur Candi Mendut
Stabilitas Struktur Candi Mendut
Kajian Stabilitas Struktur Candi Mendut ini sangat penting guna mengevaluasi kondisi stabilitas struktur bangunan Candi Mendut sehingga kelestariannya akan terjaga. Berbagai kegiat...
PEMBELAJARAN BOTANI SASTRA DI ERA MILENIAL
PEMBELAJARAN BOTANI SASTRA DI ERA MILENIAL
Pembelajaran sastra di era milenial memang diperlukan perspektif terbaru. Di antara perspektif yang mulai berkembang yaitu pembelajaran botani sastra. Botani sastra adalah selukd b...
Pandangan Dunia Pengarang Terhadap Masyarakat Kota Pasuruan Dalam Novel Membeli Cahaya Bulan Karya Kaji Karno
Pandangan Dunia Pengarang Terhadap Masyarakat Kota Pasuruan Dalam Novel Membeli Cahaya Bulan Karya Kaji Karno
Rokhmawan,Tristan. 2011. Pandangan Dunia Pengarang Terhadap Masyarakat Kota Pasuruan Dalam Novel Membeli Cahaya Bulan Karya Kaji Karno. Skripsi, Jurusan Sastra Indonesia, Fakultas...
TINJAUAN YURIDIS PEMBAGIAN KEKUASAAN DI INDONESIA BERDASARKAN TEORI TRIAS POLITICA
TINJAUAN YURIDIS PEMBAGIAN KEKUASAAN DI INDONESIA BERDASARKAN TEORI TRIAS POLITICA
Penelitian ini mengkaji pembagian kekuasaan di Indonesia berdasarkan teori trias politica yang dicetuskan oleh Montesquieu, yang membagi kekuasaan negara menjadi tiga, yaitu kekuas...

Back to Top