Javascript must be enabled to continue!
ANALISIS MANAJEMEN GALERI PADA GRIYA SENI POPO ISKANDAR
View through CrossRef
Griya Seni Popo Iskandar (GSPI) merupakan salah satu galeri di Bandung yang sudah bertahan selama 40 tahun. Melalui tulisan ini, akan menganalisis sistem manajemen galeri yang mengubah format menjadi Griya Seni Popo Iskandar.  Penelitian ini dibatasi pada periode 2016-2019, dengan pertimbangan dalam periode tersebut kegiatan pameran di GSPI memperlihatkan freukensi yang tinggi.Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan menggunakan teori teori manajemen seni oleh Giep Hagoort yang berhubungan dengan strategi, struktur, kepemimpinan, budaya organisasi dan fungsi. Penelitian ini juga menggunakan teori medan sosial seni oleh Hans Van Maanen yang berhubungan dengan aesthetic production, audiens dan means (PAM).Berdasarkan aesthetic production yaitu seniman yang berpameran di GSPI berasal dari mahasiswa dan seniman dari masyarakat umum. Seniman yang sering berpameran adalah seniman dari Universitas Pendidikan Indonesia (UPI), selanjutnya dari Institut Seni Budaya Indonesia (ISBI), Universitas Maranatha, dan Institut Teknologi Bandung (ITB). Seniman di GSPI juga memamerkan karya yang beragam (fleksibel) dan di dominasi oleh karya kontemporer. Di samping itu GSPI memamerkan karya Popo Iskandar sebagai daya tarik bagi pengunjung. Audiens yang mengapresiasi karya di GPI berasal dari berbagai segmen, kolektor, akademisi, curator, dan pengunjung umum. Terdapat beragam tingkat pengetahuan mereka terhadap kesenirupaan. Berdasarkan means yang berkaitan dengan fsilitas GSPI, letak GSPI tidak berada di jalan utama sehingga menjadi salah satu kendala bagi pengunjung. Interior GSPI sendiri tidak terfokus pada gaya arsitektur tertentu, pengaturan tata letak masih memberikan kesan bangunan rumah.Melalui pemaparan di atas, manajemen GSPI yang dikelola oleh keluarga dan meminimalisir staf manajemen mengakibatkan penumpukan kerja pada Kurator. Perlu dilakukan evaluasi penambahan staf agar manajemen galeri dapat menajdi optimal. Berdasarkan analisis PAM pihak manajemen perlu memfokuskan target audiens yang dibidik, sehingga GSPI memiliki kekhasan tersendiri. Misalnya dengan mempertegas sebagai galeri Pendidikan. Hal ini sesuai dengan kondisi saat ini dan di sisi lain Popo Iskandar memang seorang pendidik. Karya yang dipamerkan dapat saja difokuskan pada karya-karya kontemporer sehingga menjadi sejalan dengan perkembangan Pendidikan seni saat ini. Fakor terakhir yang berkaitan dengan means adalah memperbaiki interior maupun eksterior GSPI menjadi satu gaya yang menyatu. Hal tersebut akan mempertegas karakter yang ingin disampaikan. Pihak manajemen perlu lebih kreatif dalam menjaring audiens mendatangi GSPI, salah satunya dengan mengaktifkan café yang tersedia dan menata menjadi tempat yang nyaman serta layak ditampilkan di media social.Kata kunci : GSPI, galeri, PAM, Popo Iskandar.       Â
The Institute for Research and Community Services (LPPM) ITB
Title: ANALISIS MANAJEMEN GALERI PADA GRIYA SENI POPO ISKANDAR
Description:
Griya Seni Popo Iskandar (GSPI) merupakan salah satu galeri di Bandung yang sudah bertahan selama 40 tahun.
Melalui tulisan ini, akan menganalisis sistem manajemen galeri yang mengubah format menjadi Griya Seni Popo Iskandar.
 Penelitian ini dibatasi pada periode 2016-2019, dengan pertimbangan dalam periode tersebut kegiatan pameran di GSPI memperlihatkan freukensi yang tinggi.
Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan menggunakan teori teori manajemen seni oleh Giep Hagoort yang berhubungan dengan strategi, struktur, kepemimpinan, budaya organisasi dan fungsi.
Penelitian ini juga menggunakan teori medan sosial seni oleh Hans Van Maanen yang berhubungan dengan aesthetic production, audiens dan means (PAM).
Berdasarkan aesthetic production yaitu seniman yang berpameran di GSPI berasal dari mahasiswa dan seniman dari masyarakat umum.
Seniman yang sering berpameran adalah seniman dari Universitas Pendidikan Indonesia (UPI), selanjutnya dari Institut Seni Budaya Indonesia (ISBI), Universitas Maranatha, dan Institut Teknologi Bandung (ITB).
Seniman di GSPI juga memamerkan karya yang beragam (fleksibel) dan di dominasi oleh karya kontemporer.
Di samping itu GSPI memamerkan karya Popo Iskandar sebagai daya tarik bagi pengunjung.
Audiens yang mengapresiasi karya di GPI berasal dari berbagai segmen, kolektor, akademisi, curator, dan pengunjung umum.
Terdapat beragam tingkat pengetahuan mereka terhadap kesenirupaan.
Berdasarkan means yang berkaitan dengan fsilitas GSPI, letak GSPI tidak berada di jalan utama sehingga menjadi salah satu kendala bagi pengunjung.
Interior GSPI sendiri tidak terfokus pada gaya arsitektur tertentu, pengaturan tata letak masih memberikan kesan bangunan rumah.
Melalui pemaparan di atas, manajemen GSPI yang dikelola oleh keluarga dan meminimalisir staf manajemen mengakibatkan penumpukan kerja pada Kurator.
Perlu dilakukan evaluasi penambahan staf agar manajemen galeri dapat menajdi optimal.
Berdasarkan analisis PAM pihak manajemen perlu memfokuskan target audiens yang dibidik, sehingga GSPI memiliki kekhasan tersendiri.
Misalnya dengan mempertegas sebagai galeri Pendidikan.
Hal ini sesuai dengan kondisi saat ini dan di sisi lain Popo Iskandar memang seorang pendidik.
Karya yang dipamerkan dapat saja difokuskan pada karya-karya kontemporer sehingga menjadi sejalan dengan perkembangan Pendidikan seni saat ini.
Fakor terakhir yang berkaitan dengan means adalah memperbaiki interior maupun eksterior GSPI menjadi satu gaya yang menyatu.
Hal tersebut akan mempertegas karakter yang ingin disampaikan.
Pihak manajemen perlu lebih kreatif dalam menjaring audiens mendatangi GSPI, salah satunya dengan mengaktifkan café yang tersedia dan menata menjadi tempat yang nyaman serta layak ditampilkan di media social.
Kata kunci : GSPI, galeri, PAM, Popo Iskandar.
        .
Related Results
Seniman sebagai Pemilik Galeri Studi Komparasi antara Tiga Manajemen Galeri Swasta di Yogyakarta
Seniman sebagai Pemilik Galeri Studi Komparasi antara Tiga Manajemen Galeri Swasta di Yogyakarta
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan manajemen galeri swasta di Yogyakarta dan peran pemilik galeri yang berprofesi sebagai seniman, masing-masing galeri memiliki ci...
PERANCANGAN BOOTH PAMERAN BATIK GALERI GRIYA PENI DENGAN MEDIA MAKET
PERANCANGAN BOOTH PAMERAN BATIK GALERI GRIYA PENI DENGAN MEDIA MAKET
Pameran merupakan sebuah kegiatan yang bertujuan untuk memamerkan suatu hasil karya kepada khalayak. Kata pameran berasal dari bahasa Inggris Exhibition, yang kemudian diserap menj...
SENI LUKIS KONSEP DAN METODE
SENI LUKIS KONSEP DAN METODE
Membuat seni lukis sebagai landasan berkarya yang mengikuti kaidah seni lukis dengan baik dan mampu menguasai konsep berkarya dan teknik seni lukis. Selanjutnya seni lukis menjadi ...
RESEPSI KHALAYAK PROGRAM “GALERI HALAL”ADiTV THE AUDIENCE RECEPTION OF ‘GALERI HALAL’ ADiTV’S
RESEPSI KHALAYAK PROGRAM “GALERI HALAL”ADiTV THE AUDIENCE RECEPTION OF ‘GALERI HALAL’ ADiTV’S
RESEPSI KHALAYAK PROGRAM “GALERI HALAL”ADiTV THE AUDIENCE RECEPTION OF ‘GALERI HALAL’ ADiTV’S Oleh: Dainty Dheanara, 16419141013, Jurusan Ilmu Komunikasi, Fakultas Ilmu Sosial, Un...
GALERI SENI RUPA BANDA ACEH
GALERI SENI RUPA BANDA ACEH
Seni merupakan bagian dari kebudayaan yang lahir dari hasil budi daya manusia. Dengan segala keindahan, dan kebebasan ekspresi dari manusia sendiri. Seni rupa adalah cabang seni ya...
Minat Konsumen Terhadap Kaftan Lukis Eling Galeri
Minat Konsumen Terhadap Kaftan Lukis Eling Galeri
Eling Galeri menjawab perkembangan fashion di Indonesia melalui busana kaftan lukis Eling Galeri. Penelitian untuk mendapatkan jawaban rumusan masalah: apa saja alat dan bahan yang...
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MORTALITAS PADA PASIEN DENGAN FRAKTUR COSTA: Literature Review
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MORTALITAS PADA PASIEN DENGAN FRAKTUR COSTA: Literature Review
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MORTALITAS PADA PASIEN DENGAN FRAKTUR COSTA: Literature Review Anna Tri Wahyuni1), Masfuri2), Liya Arista3)1,2,3 Fakultas Ilmu Keperawatan Univers...
MANAJEMEN PERENCANAAN DI GALERI RUMAH SENI ROPIH BRAGA BANDUNG
MANAJEMEN PERENCANAAN DI GALERI RUMAH SENI ROPIH BRAGA BANDUNG
Galeri atau galeri seni adalah sebuah ruangan atau gedung atau bangunan yang digunakan untuk tempat menampilkan atau menjual karya-karya seni. Sedangkan Cambridge Dictionary mendef...

