Javascript must be enabled to continue!
Client Satisfaction After Family Planning Counseling by Trained Medical Students
View through CrossRef
Latar Belakang: Program keluarga berencana mengalami tren penurunan di Indonesia dikarenakan adanya kendala pengetahuan, hambatan budaya, dan ketidakpuasan klien terhadap efek dari penggunaan alat kontrasepsi. Konseling keluarga berencana oleh penyedia layanan kesehatan memainkan peran yang penting dalam memberikan informasi mengenai metode program keluarga berencana.Tujuan: Mengetahui kepuasan klien terhadap konseling keluarga berencana yang dilakukan oleh mahasiswa kedokteran yang telah dilatih.Metode: Penelitian ini merupakan pre-experiment design with posttest only. Dua puluh lima mahasiswa kedokteran yang mengikuti progam ditugaskan untuk memberikan konseling keluarga berencana kepada klien program keluarga berencana di Kabupaten Sleman, Yogyakarta. Modifikasi kuisioner dari William dkk digunakan untuk menilai kepuasan klien. Analisis deskriptif dilakukan dengan program SPSS versi 21.Hasil dan Pembahasan: Dari 69 klien yang mendapatkan pelayanan,secara umum lebih dari 97% klien merasa puas dengan pelayanan yang diberikan kecuali pada poin waktu tunggu dimana ketidakpuasan klien 11,8%. Kepuasan pada poin merasa dihormati, durasi konseling, metode pemberian informasi, kesempatan bertanya, dan kesesuaian antara informasi yang dibutuhkan dengan yang diberikan mencapai 98,5-100%.Kesimpulan: Sebagian besar klien merasa puas dengan konseling yang diberikan oleh mahasiswa kedokteran.Kata kunci: kepuasan, keluarga berencana, konseling, mahasiswa kedokteran
Universitas Gadjah Mada
Title: Client Satisfaction After Family Planning Counseling by Trained Medical Students
Description:
Latar Belakang: Program keluarga berencana mengalami tren penurunan di Indonesia dikarenakan adanya kendala pengetahuan, hambatan budaya, dan ketidakpuasan klien terhadap efek dari penggunaan alat kontrasepsi.
Konseling keluarga berencana oleh penyedia layanan kesehatan memainkan peran yang penting dalam memberikan informasi mengenai metode program keluarga berencana.
Tujuan: Mengetahui kepuasan klien terhadap konseling keluarga berencana yang dilakukan oleh mahasiswa kedokteran yang telah dilatih.
Metode: Penelitian ini merupakan pre-experiment design with posttest only.
Dua puluh lima mahasiswa kedokteran yang mengikuti progam ditugaskan untuk memberikan konseling keluarga berencana kepada klien program keluarga berencana di Kabupaten Sleman, Yogyakarta.
Modifikasi kuisioner dari William dkk digunakan untuk menilai kepuasan klien.
Analisis deskriptif dilakukan dengan program SPSS versi 21.
Hasil dan Pembahasan: Dari 69 klien yang mendapatkan pelayanan,secara umum lebih dari 97% klien merasa puas dengan pelayanan yang diberikan kecuali pada poin waktu tunggu dimana ketidakpuasan klien 11,8%.
Kepuasan pada poin merasa dihormati, durasi konseling, metode pemberian informasi, kesempatan bertanya, dan kesesuaian antara informasi yang dibutuhkan dengan yang diberikan mencapai 98,5-100%.
Kesimpulan: Sebagian besar klien merasa puas dengan konseling yang diberikan oleh mahasiswa kedokteran.
Kata kunci: kepuasan, keluarga berencana, konseling, mahasiswa kedokteran.
Related Results
Increased life expectancy of heart failure patients in a rural center by a multidisciplinary program
Increased life expectancy of heart failure patients in a rural center by a multidisciplinary program
Abstract
Funding Acknowledgements
Type of funding sources: None.
INTRODUCTION Patients with heart failure (HF)...
Hubungan Perilaku Pola Makan dengan Kejadian Anak Obesitas
Hubungan Perilaku Pola Makan dengan Kejadian Anak Obesitas
<p><em><span style="font-size: 11.0pt; font-family: 'Times New Roman',serif; mso-fareast-font-family: 'Times New Roman'; mso-ansi-language: EN-US; mso-fareast-langua...
Primary PCI: a reasonable treatment for STEMI care during the COVID-19 pandemic
Primary PCI: a reasonable treatment for STEMI care during the COVID-19 pandemic
Abstract
Funding Acknowledgements
Type of funding sources: None.
Introduction
...
On Flores Island, do "ape-men" still exist? https://www.sapiens.org/biology/flores-island-ape-men/
On Flores Island, do "ape-men" still exist? https://www.sapiens.org/biology/flores-island-ape-men/
<span style="font-size:11pt"><span style="background:#f9f9f4"><span style="line-height:normal"><span style="font-family:Calibri,sans-serif"><b><spa...
Autonomy on Trial
Autonomy on Trial
Photo by CHUTTERSNAP on Unsplash
Abstract
This paper critically examines how US bioethics and health law conceptualize patient autonomy, contrasting the rights-based, individualist...
PsyBP: A Method for Constructing Process-Standardized LLMs for Psychological Counseling
PsyBP: A Method for Constructing Process-Standardized LLMs for Psychological Counseling
The application of large language models (LLMs) in the field of psychological counseling has become a research hotspot. However, existing methods for constructing psychological cou...
Family Pediatrics
Family Pediatrics
ABSTRACT/EXECUTIVE SUMMARYWhy a Task Force on the Family?The practice of pediatrics is unique among medical specialties in many ways, among which is the nearly certain presence of ...
Quality of family planning counseling and associated factors among reproductive age women who are current contraceptive users at Dessie town health facilities east Amhara, 2023
Quality of family planning counseling and associated factors among reproductive age women who are current contraceptive users at Dessie town health facilities east Amhara, 2023
Abstract
Background
The role of counseling in Family Planning is to care a woman in navigating the process of choosing a contraceptive method that w...

