Javascript must be enabled to continue!
Hubungan Motivasi dengan Kinerja Kader Posyandu di Wilayah Kerja Puskesmas Sunyaragi Kota Cirebon Tahun 2025
View through CrossRef
Abstract. Posyandu cadres play a strategic role in community-based health services, particularly in maternal and child health programs. Motivation is often considered an important factor influencing cadres’ performance in carrying out their duties. This study aimed to describe the level of motivation, performance, and the relationship between motivation and performance among Posyandu cadres in the working area of Sunyaragi Public Health Center, Cirebon City, in 2025. This research employed a quantitative analytic design with a cross-sectional approach. A total of 100 Posyandu cadres were selected using stratified random sampling. Data were collected using the Motivation at Work Scale to assess motivation and a cadre performance questionnaire based on three Posyandu activity indicators: before, during, and after Posyandu activities. Data analysis was conducted using univariate and bivariate analyses with the Fisher–Freeman–Halton Exact Test. The results showed that most cadres had moderate motivation (59%) and good performance (88%). Statistical analysis revealed a p-value of 0.897, indicating no significant relationship between motivation and cadre performance. These findings suggest that cadre performance is not solely determined by motivation but is also influenced by other factors such as work experience, training, supervision by health workers, family support, and the availability of facilities and infrastructure. Therefore, efforts to improve cadre performance should adopt a comprehensive approach.
Abstrak. Kader Posyandu memiliki peran strategis dalam penyelenggaraan pelayanan kesehatan berbasis masyarakat, khususnya kesehatan ibu dan anak. Motivasi sering dianggap sebagai faktor penting yang memengaruhi kinerja kader dalam menjalankan tugasnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran motivasi, kinerja, serta hubungan antara motivasi dan kinerja kader Posyandu di wilayah kerja Puskesmas Sunyaragi Kota Cirebon Tahun 2025. Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif analitik dengan pendekatan cross-sectional. Subjek penelitian berjumlah 100 kader Posyandu yang dipilih menggunakan teknik stratified random sampling. Data dikumpulkan menggunakan Motivation at Work Scale untuk mengukur motivasi dan kuesioner kinerja kader berdasarkan tiga indikator kegiatan Posyandu, yaitu sebelum, saat, dan setelah pelaksanaan Posyandu. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan uji Fisher–Freeman–Halton Exact Test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar kader memiliki motivasi kategori sedang (59%) dan kinerja kategori baik (88%).Uji statistik menunjukkan nilai p = 0,897 yang menandakan tidak terdapat hubungan yang signifikan antara motivasi dan kinerja kader Posyandu. Temuan ini menunjukkan bahwa kinerja kader tidak hanya dipengaruhi oleh motivasi, tetapi juga oleh faktor lain seperti pengalaman, pelatihan, supervisi, dukungan keluarga, serta ketersediaan sarana dan prasarana. Oleh karena itu, upaya peningkatan kinerja kader perlu dilakukan secara komprehensif.
Universitas Islam Bandung (Unisba)
Title: Hubungan Motivasi dengan Kinerja Kader Posyandu di Wilayah Kerja Puskesmas Sunyaragi Kota Cirebon Tahun 2025
Description:
Abstract.
Posyandu cadres play a strategic role in community-based health services, particularly in maternal and child health programs.
Motivation is often considered an important factor influencing cadres’ performance in carrying out their duties.
This study aimed to describe the level of motivation, performance, and the relationship between motivation and performance among Posyandu cadres in the working area of Sunyaragi Public Health Center, Cirebon City, in 2025.
This research employed a quantitative analytic design with a cross-sectional approach.
A total of 100 Posyandu cadres were selected using stratified random sampling.
Data were collected using the Motivation at Work Scale to assess motivation and a cadre performance questionnaire based on three Posyandu activity indicators: before, during, and after Posyandu activities.
Data analysis was conducted using univariate and bivariate analyses with the Fisher–Freeman–Halton Exact Test.
The results showed that most cadres had moderate motivation (59%) and good performance (88%).
Statistical analysis revealed a p-value of 0.
897, indicating no significant relationship between motivation and cadre performance.
These findings suggest that cadre performance is not solely determined by motivation but is also influenced by other factors such as work experience, training, supervision by health workers, family support, and the availability of facilities and infrastructure.
Therefore, efforts to improve cadre performance should adopt a comprehensive approach.
Abstrak.
Kader Posyandu memiliki peran strategis dalam penyelenggaraan pelayanan kesehatan berbasis masyarakat, khususnya kesehatan ibu dan anak.
Motivasi sering dianggap sebagai faktor penting yang memengaruhi kinerja kader dalam menjalankan tugasnya.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran motivasi, kinerja, serta hubungan antara motivasi dan kinerja kader Posyandu di wilayah kerja Puskesmas Sunyaragi Kota Cirebon Tahun 2025.
Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif analitik dengan pendekatan cross-sectional.
Subjek penelitian berjumlah 100 kader Posyandu yang dipilih menggunakan teknik stratified random sampling.
Data dikumpulkan menggunakan Motivation at Work Scale untuk mengukur motivasi dan kuesioner kinerja kader berdasarkan tiga indikator kegiatan Posyandu, yaitu sebelum, saat, dan setelah pelaksanaan Posyandu.
Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan uji Fisher–Freeman–Halton Exact Test.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar kader memiliki motivasi kategori sedang (59%) dan kinerja kategori baik (88%).
Uji statistik menunjukkan nilai p = 0,897 yang menandakan tidak terdapat hubungan yang signifikan antara motivasi dan kinerja kader Posyandu.
Temuan ini menunjukkan bahwa kinerja kader tidak hanya dipengaruhi oleh motivasi, tetapi juga oleh faktor lain seperti pengalaman, pelatihan, supervisi, dukungan keluarga, serta ketersediaan sarana dan prasarana.
Oleh karena itu, upaya peningkatan kinerja kader perlu dilakukan secara komprehensif.
Related Results
GAMBARAN KARAKTERISTIK KADER POSYANDU DI DESA CIKUNIR KECAMATAN SINGAPARNA KABUPATEN TASIKMALAYA TAHUN 2012
GAMBARAN KARAKTERISTIK KADER POSYANDU DI DESA CIKUNIR KECAMATAN SINGAPARNA KABUPATEN TASIKMALAYA TAHUN 2012
Cakupan D/S sebesar 39,20 %, cakupan K/S 100 %, dan cakupan N/S 26,47 % . Pencapaian indikator Posyandu di Desa Singaparna tidak terlepas dari peran kader posyandu yang ada di des...
FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KEAKTIFAN KADER POSYANDU
FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KEAKTIFAN KADER POSYANDU
perorangan maupun masyarakat untuk bekerja dalam hubungan yang amat dekat dengan tempat-tempat pemberian pelayanan kesehatan. Keaktifan kader posyandu yang berada di wilayah kerja ...
Analisis hubungan motivasi dengan kinerja tenaga kesehatan di Puskesmas Wilayah Kota Jambi
Analisis hubungan motivasi dengan kinerja tenaga kesehatan di Puskesmas Wilayah Kota Jambi
Abstrak
Latar Belakang : Motivasi kerja sangat berkaitan langsung dengan kinerja tenaga kesehatan. Motivasi kerja yang dirasakan dapat menurunkan kinerja ataupun meni...
HUBUNGAN KEIKUTSERTAAN PELATIHAN DENGAN KINERJA KADER DI POSYANDU JAMBUKULON KLATEN
HUBUNGAN KEIKUTSERTAAN PELATIHAN DENGAN KINERJA KADER DI POSYANDU JAMBUKULON KLATEN
Posyandu bertugas membantu kepala desa dalam peningkatan pelayanan Kesehatan Masyarakat desa. Kader sebagai tangan panjang tenaga kesehatan di masyarakat memiliki peran yang pentin...
KINERJA KADER KESEHATAN DALAM PELAKSANAAN POSYANDU DI KABUPATEN KUDUS
KINERJA KADER KESEHATAN DALAM PELAKSANAAN POSYANDU DI KABUPATEN KUDUS
Kader kesehatan merupakan ujung tombak pelaksanaan Posyandu di masyarakat. Kader kesehatan mempunyai tugas untuk mengelola pelaksanaan Posyandu, mulai dari persiapan, pelaksanaan d...
HUBUNGAN PERSEPSI KADER KESEHATAN TENTANG SEKOLAH KADER DENGAN KEPUASAN KADER KESEHATAN DI DUSUN SOKA SELOHARJO PUNDONG BANTUL TAHUN 2024
HUBUNGAN PERSEPSI KADER KESEHATAN TENTANG SEKOLAH KADER DENGAN KEPUASAN KADER KESEHATAN DI DUSUN SOKA SELOHARJO PUNDONG BANTUL TAHUN 2024
Persepsi sekolah kader memiliki dampak signifikan terhadap tingkat kepuasan kader kesehatan. Pelatihan dan pemeliharaan kader kesehatan merupakan faktor penting dalam meningkatkan ...
PERAN TATA KELOLA PERUSAHAAN DALAM MEMODERASI PENGARUH IMPLEMANTASI GREEN ACCOUNTING, CORPORATE SOCIAL RESPONSIBILITY DAN FIRM SIZE TERHADAP KINERJA KEUANGAN
PERAN TATA KELOLA PERUSAHAAN DALAM MEMODERASI PENGARUH IMPLEMANTASI GREEN ACCOUNTING, CORPORATE SOCIAL RESPONSIBILITY DAN FIRM SIZE TERHADAP KINERJA KEUANGAN
This study examines the role of corporate governance in moderating the influence of green accounting disclosure, corporate social responsibility (CSR), and firm size on the financi...
Pemberdayaan kader posyandu dalam deteksi dini stres dan depresi pasca persalinan
Pemberdayaan kader posyandu dalam deteksi dini stres dan depresi pasca persalinan
Background: Postpartum maternal mental health is a crucial aspect of maternal and child well-being. Postpartum depression (PPD) can occur in women after childbirth. Comprehensive m...

