Javascript must be enabled to continue!
PENGUATAN PENDIDIKAN GENDER (TELA’AH KRITIS DALAM PERSPEKTIF ISLAM)
View through CrossRef
Dalam berbagai diskursus gender dan dikuatkan melalui pranata sosial, dimana laki-laki dan perempuan dibedakan sesuai dengan perannya masing-masing, yang di konstruksikan oleh kultur setempat, yang berkaitan dengan peran, sifat, kedudukan dan posisi dalam masyarakat tersebut. Pembedaan peran ini dalam pranata sosial digambarkan bahwa perempuan hanya boleh memerankan pekerjaan domestik (kasur, sumur dan dapur), sementara laki-laki layak memerankan pekerjaan publik. Dalam konsep gender, sesungguhnya perbedaan gender tidak akan menjadi masalah selama tidak melahirkan ketidakadilan gender, namun yang menjadi persoalan ternyata perbedaan gender telah melahirkan berbagai ketidakadilan. Studi-studi tentang gender saat ini melihat bahwa ketimpangan gender terjadi akibat rendahnya kualitas sumberdaya kaum perempuan sendiri, dan hal tersebut mengakibatkan ketidakmampuan mereka bersaing dengan kaum lelaki. Ironisnya, agama dibawa-bawa sebagai patron utama dalam kemunculan berbagai permasalahan ketidakadilan gender Oleh karena itu upaya-upaya yang dilakukan adalah mendidik kaum perempun dan mengajak mereka berperan dalam pembangunan. Dalam realitas yang kita jumpai pada masyarakat tertentu terdapat adat kebiasaan yang tidak mendukung dan bahkan melarang keikutsertaan perempuan dalam pendidikan formal. Bahkan ada paradigma yang mengemuka bahwa “perempuan tidak perlu sekolah tinggi-tinggi karena akhirnya ke dapur juga.” Dalam konteks di atas, penguatan pendidikan gender masih perlu dijawab dan dikaji salah satunya melalui perspektif pendidikan itu sendiri. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui dan menganalisis konsep gender dalam perspektif pendidikan serta berusaha mendeskripsikan penguatan pendidikan berbasis keadilan gender. Jenis Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian studi pustaka. Data yang telah diperoleh dikompulasikan, dianalisis, dan disimpulkan sehingga mendapatkan kesimpulan mengenai masalah yang dibahas. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa konsep gender berbasis pendidikan merupakan hal yang penting untuk dipraktikkan di kehidupan sehari-hari dalam kehidupan berkeluarga, maupun bermasyarakat. Karena pendidikan berbasis konsep gender ini telah banyak dibicarakan dalam Al-Qur’an dan Hadist sehingga tidak memiliki keraguan sedikit pun tentang keadilan gender dalam Islam.
Institut Agama Islam Al-Qur'an Al-Ittifaqiah Indralaya
Title: PENGUATAN PENDIDIKAN GENDER (TELA’AH KRITIS DALAM PERSPEKTIF ISLAM)
Description:
Dalam berbagai diskursus gender dan dikuatkan melalui pranata sosial, dimana laki-laki dan perempuan dibedakan sesuai dengan perannya masing-masing, yang di konstruksikan oleh kultur setempat, yang berkaitan dengan peran, sifat, kedudukan dan posisi dalam masyarakat tersebut.
Pembedaan peran ini dalam pranata sosial digambarkan bahwa perempuan hanya boleh memerankan pekerjaan domestik (kasur, sumur dan dapur), sementara laki-laki layak memerankan pekerjaan publik.
Dalam konsep gender, sesungguhnya perbedaan gender tidak akan menjadi masalah selama tidak melahirkan ketidakadilan gender, namun yang menjadi persoalan ternyata perbedaan gender telah melahirkan berbagai ketidakadilan.
Studi-studi tentang gender saat ini melihat bahwa ketimpangan gender terjadi akibat rendahnya kualitas sumberdaya kaum perempuan sendiri, dan hal tersebut mengakibatkan ketidakmampuan mereka bersaing dengan kaum lelaki.
Ironisnya, agama dibawa-bawa sebagai patron utama dalam kemunculan berbagai permasalahan ketidakadilan gender Oleh karena itu upaya-upaya yang dilakukan adalah mendidik kaum perempun dan mengajak mereka berperan dalam pembangunan.
Dalam realitas yang kita jumpai pada masyarakat tertentu terdapat adat kebiasaan yang tidak mendukung dan bahkan melarang keikutsertaan perempuan dalam pendidikan formal.
Bahkan ada paradigma yang mengemuka bahwa “perempuan tidak perlu sekolah tinggi-tinggi karena akhirnya ke dapur juga.
” Dalam konteks di atas, penguatan pendidikan gender masih perlu dijawab dan dikaji salah satunya melalui perspektif pendidikan itu sendiri.
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui dan menganalisis konsep gender dalam perspektif pendidikan serta berusaha mendeskripsikan penguatan pendidikan berbasis keadilan gender.
Jenis Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian studi pustaka.
Data yang telah diperoleh dikompulasikan, dianalisis, dan disimpulkan sehingga mendapatkan kesimpulan mengenai masalah yang dibahas.
Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa konsep gender berbasis pendidikan merupakan hal yang penting untuk dipraktikkan di kehidupan sehari-hari dalam kehidupan berkeluarga, maupun bermasyarakat.
Karena pendidikan berbasis konsep gender ini telah banyak dibicarakan dalam Al-Qur’an dan Hadist sehingga tidak memiliki keraguan sedikit pun tentang keadilan gender dalam Islam.
Related Results
DAMPAK TEKNOLOGI TERHADAP PROSES BELAJAR MENGAJAR
DAMPAK TEKNOLOGI TERHADAP PROSES BELAJAR MENGAJAR
DAFTAR PUSTAKAAditama, M. H. R., & Selfiardy, S. (2022). Kehidupan Mahasiswa Kuliah Sambil Bekerja di Masa Pandemi Covid-19. Kidspedia: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini, 3(...
Laporan Studi Kelayakan Bisnis "Queen Tela-Tela"
Laporan Studi Kelayakan Bisnis "Queen Tela-Tela"
Tela tela merupakan salah satu camilan dari singkong yang menyuguhkan rasa renyah, kering dan sangat lezat. Tela-tela singkong menjadi salah satu camilan yang keberadaaannya telah ...
Laporan SKB Queen Tela-Tela
Laporan SKB Queen Tela-Tela
Tela tela merupakan salah satu camilan dari singkong yang menyuguhkan rasa renyah, kering dan sangat lezat. Tela-tela singkong menjadi salah satu camilan yang keberadaaannya telah ...
Laporan SKB Queen Tela-Tela
Laporan SKB Queen Tela-Tela
Tela tela merupakan salah satu camilan dari singkong yang menyuguhkan rasa renyah, kering dan sangat lezat. Tela-tela singkong menjadi salah satu camilan yang keberadaaannya telah ...
Laporan SKB Queen Tela-Tela
Laporan SKB Queen Tela-Tela
Tela tela merupakan salah satu camilan dari singkong yang menyuguhkan rasa renyah, kering dan sangat lezat. Tela-tela singkong menjadi salah satu camilan yang keberadaaannya telah ...
Laporan SKB Queen Tela-Tela
Laporan SKB Queen Tela-Tela
Tela tela merupakan salah satu camilan dari singkong yang menyuguhkan rasa renyah,kering dan sangat lezat. Tela-tela singkong menjadi salah satu camilan yang keberadaaannya telahad...
RELASI DAN REKONSILIASI ANTARA PENDIDIKAN ISLAM DENGAN PENDIDIKAN BARAT
RELASI DAN REKONSILIASI ANTARA PENDIDIKAN ISLAM DENGAN PENDIDIKAN BARAT
Mengacu pada daftar yang dilansir http://www.mbctimes.com/, 20 negara yang memiliki sistem pendidikan terbaik pada tahun 2015/2016 adalah: 1) Korea Selatan; 2) Jepang; 3) Singapura...
Jejak Pendidikan Islam di Sumatera Barat
Jejak Pendidikan Islam di Sumatera Barat
Islam pertama kali diperkenalkan kepada masyarakat setempat oleh pedagang Muslim yang menjalani aktivitas dagang. Ini seiring waktu, menyebabkan peningkatan minat dan akhirnya pene...

