Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

Pengaruh Variasi Waktu Clearing (Penjernihan) Toluene Terhadap Kualitas Sediaan Permanen Cimex lectularis

View through CrossRef
Preparat Permanen merupakan upaya teknisi laboratorium untuk melakukan pemeriksaan secara mikroskopis baik itu mengidentifikasi, mengenali dan mengetahui struktur tubuh dari morfologi suatu organisme secara jelas. Proses pembuatan preparat permanen salah satunya melalui tahapan clearing (penjernihan). Clearing merupakan suatu proses yang bertujuan menjadikan struktur Cimex lectularius terlihat lebih jelas, jernih, dan transparan saat diamati menggunakan mikroskop. Reagen clearing yang biasa digunakan dalam tahapan pembuatan sediaan permanen yaitu xylol (xylene), toluene, aceton, dan minyak cengkeh. Waktu clearing mempengaruhi kualitas sediaan permanen sehinggga perlu dilakukan dengan variasi waktu supaya mendapatkan hasil yang optimal. Tujuan Penelitian ini untuk mengetahui pengaruh variasi waktu clearing (penjernihan) toluene  terhadap kualitas sediaan permanen Cimex lectularius. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen. Sampel diproses  untuk 12 preparat dilakukan pembuatan sediaan  permanen dengan menggunakan 4 variasi waktu Clearing yaitu 5, 10, 15 dan 20 menit. Hasil penelitian ini  menunjukkan sediaan preparat dengan perlakuaan clearing 5 menit lebih baik  jika dibandingkan dengan sediaan permanen dengan perlakuan clearing 10, 15  dan 20 menit. Dapat dsimpulkan bahwa dengan menggunakan uji statistik Kruskal wallish test dengan nilai sign 0,025 maka ada pengaruh variasi waktu clearing terhadap kualitas sediaan permanen Cimex lectularius.
Title: Pengaruh Variasi Waktu Clearing (Penjernihan) Toluene Terhadap Kualitas Sediaan Permanen Cimex lectularis
Description:
Preparat Permanen merupakan upaya teknisi laboratorium untuk melakukan pemeriksaan secara mikroskopis baik itu mengidentifikasi, mengenali dan mengetahui struktur tubuh dari morfologi suatu organisme secara jelas.
Proses pembuatan preparat permanen salah satunya melalui tahapan clearing (penjernihan).
Clearing merupakan suatu proses yang bertujuan menjadikan struktur Cimex lectularius terlihat lebih jelas, jernih, dan transparan saat diamati menggunakan mikroskop.
Reagen clearing yang biasa digunakan dalam tahapan pembuatan sediaan permanen yaitu xylol (xylene), toluene, aceton, dan minyak cengkeh.
Waktu clearing mempengaruhi kualitas sediaan permanen sehinggga perlu dilakukan dengan variasi waktu supaya mendapatkan hasil yang optimal.
Tujuan Penelitian ini untuk mengetahui pengaruh variasi waktu clearing (penjernihan) toluene  terhadap kualitas sediaan permanen Cimex lectularius.
Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen.
Sampel diproses  untuk 12 preparat dilakukan pembuatan sediaan  permanen dengan menggunakan 4 variasi waktu Clearing yaitu 5, 10, 15 dan 20 menit.
Hasil penelitian ini  menunjukkan sediaan preparat dengan perlakuaan clearing 5 menit lebih baik  jika dibandingkan dengan sediaan permanen dengan perlakuan clearing 10, 15  dan 20 menit.
Dapat dsimpulkan bahwa dengan menggunakan uji statistik Kruskal wallish test dengan nilai sign 0,025 maka ada pengaruh variasi waktu clearing terhadap kualitas sediaan permanen Cimex lectularius.

Related Results

Pengaruh Sistem Penyimpanan Sediaan Farmasi pada Karakteristik Fisik di Apotek Dataran Rendah dan Dataran Tinggi
Pengaruh Sistem Penyimpanan Sediaan Farmasi pada Karakteristik Fisik di Apotek Dataran Rendah dan Dataran Tinggi
Penyimpanan persediaan farmasi harus mengikuti regulasi yang berlaku untuk menjaga kualitas dan mencegah kerusakan. Tujuannya menjaga kualitas, mencegah penyalahgunaan, dan mengelo...
ANALISIS HUBUNGAN KESESUAIAN PROSEDUR PERACIKAN DAN KUALITAS SEDIAAN RACIKAN NONSTERIL BEBERAPA APOTEK DI KABUPATEN PEKALONGAN
ANALISIS HUBUNGAN KESESUAIAN PROSEDUR PERACIKAN DAN KUALITAS SEDIAAN RACIKAN NONSTERIL BEBERAPA APOTEK DI KABUPATEN PEKALONGAN
Sediaan racikan yang ada di fasilitas kesehatan mempunyai permasalahan utama yaitu tentang kualitas sediaan karena dalam proses peracikannya belum menggunakan persyaratan yang keta...
Air-Dried and Wet Fixation on Fine Needle Aspiration Biopsy (FNAB) Specimen
Air-Dried and Wet Fixation on Fine Needle Aspiration Biopsy (FNAB) Specimen
Kualitas pewarnaan Diff-Quick bergantung pada beberapa faktor diantaranya adalah metode fiksasi yaitu fiksasi kering dan fiksasi basah. Kedua metode tersebut memiliki kekurangannya...
Kajian Pengaruh Gradasi LGA 50/30 dan LGA 5/20 pada Campuran Laston AC-WC terhadap Deformasi Permanen
Kajian Pengaruh Gradasi LGA 50/30 dan LGA 5/20 pada Campuran Laston AC-WC terhadap Deformasi Permanen
Asbuton sebagai sumber kekayaan alam di Indonesia yang jumlahnya sangat besar,dengan deposit diperkirakan lebih dari 650 juta ton sampai saat ini belum termanfaatkan secara optimal...
PENGEMBANGAN VARIASI LATIHAN TEKNIK DASAR PENJAGA GAWANG HOCKEY TAHUN 2020
PENGEMBANGAN VARIASI LATIHAN TEKNIK DASAR PENJAGA GAWANG HOCKEY TAHUN 2020
Penelitian pengembangan ini bertujuan untuk mengembangkan variasi latihan penjaga gawang hockey tahun 2020. Metode penelitian dan pengembangan research and development (R&D) in...
Formulasi Sediaan Clay Stick Ekstrak Bunga Telang (Clitoria ternatea L.)
Formulasi Sediaan Clay Stick Ekstrak Bunga Telang (Clitoria ternatea L.)
Kerusakan oksidatif dapat menyebabkan hilangnya kelembapan yang menyebabkan kulit kering dan kusam. Salah satu kosmetik yang dapat mengatasi kulit kering adalah clay stick dari bah...

Back to Top