Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

Penerapan Metode Ordinary Kriging untuk Estimasi Kandungan Merkuri di Sungai-Sungai Wilayah DKI Jakarta

View through CrossRef
Abstract. Mercury (Hg) contamination in the rivers of DKI Jakarta is a serious concern, especially considering that a portion of the population still relies on river water for daily activities. This study aims to estimate mercury concentrations at unsampled locations using the Ordinary Kriging spatial interpolation method. This method was chosen because it produces linear, unbiased estimates with minimum variance (Best Linear Unbiased Estimator/BLUE) and takes into account the spatial structure of the data. The data used were secondary data on river water quality from 23 rivers in DKI Jakarta in 2022. The analysis began with testing the first-order stationarity assumption, constructing the experimental semivariogram, fitting theoretical semivariogram models, and performing cross-validation using the Leave One Out Cross Validation (LOOCV) method to determine the best model. The results showed that the Spherical semivariogram model produced the lowest RMSE value of 0.001332119, making it the most suitable model for this study. The estimation results at unsampled points indicate that all locations exceed the maximum permissible mercury concentration of 0.001 mg/L, with the highest value reaching 0.003451497 mg/L. These findings indicate that all estimated points are considered contaminated and pose potential health risks if the river water is used untreated. Therefore, this research is expected to serve as a scientific basis for local government policy in monitoring and mitigating mercury pollution in the rivers of DKI Jakarta. Abstrak. Pencemaran merkuri (Hg) di sungai-sungai wilayah DKI Jakarta menjadi perhatian serius mengingat sebagian masyarakat masih memanfaatkan air sungai untuk keperluan sehari-hari. Penelitian ini bertujuan untuk mengestimasi kandungan merkuri pada titik-titik yang tidak tersampel menggunakan metode interpolasi spasial Ordinary Kriging. Metode ini dipilih karena mampu menghasilkan estimasi yang linier, tidak bias, dan memiliki variansi minimal (Best Linear Unbiased Estimator/BLUE), serta mempertimbangkan struktur spasial dari data. Data yang digunakan berupa data sekunder kualitas air sungai dari 23 sungai di DKI Jakarta tahun 2022. Proses analisis diawali dengan uji asumsi stasioneritas orde pertama, pembentukan semivariogram eksperimental, fitting semivariogram teoritis, dan validasi silang menggunakan metode Leave One Out Cross Validation (LOOCV) untuk menentukan model terbaik. Hasil fitting menunjukkan bahwa model semivariogram teoritis Spherical memberikan nilai RMSE terkecil, yaitu 0,001332119, sehingga dipilih sebagai model terbaik. Hasil estimasi kandungan merkuri di titik tidak tersampel menunjukkan bahwa seluruh titik memiliki nilai di atas ambang batas baku mutu 0,001 mg/L, dengan nilai tertinggi mencapai 0,003451497 mg/L. Temuan ini mengindikasikan bahwa seluruh titik estimasi berada dalam kondisi tercemar dan berpotensi membahayakan kesehatan masyarakat jika air sungai digunakan tanpa pengolahan. Oleh karena itu, hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi dasar ilmiah bagi pemerintah daerah dalam menentukan kebijakan pemantauan dan pengendalian pencemaran merkuri di wilayah sungai DKI Jakarta.
Title: Penerapan Metode Ordinary Kriging untuk Estimasi Kandungan Merkuri di Sungai-Sungai Wilayah DKI Jakarta
Description:
Abstract.
Mercury (Hg) contamination in the rivers of DKI Jakarta is a serious concern, especially considering that a portion of the population still relies on river water for daily activities.
This study aims to estimate mercury concentrations at unsampled locations using the Ordinary Kriging spatial interpolation method.
This method was chosen because it produces linear, unbiased estimates with minimum variance (Best Linear Unbiased Estimator/BLUE) and takes into account the spatial structure of the data.
The data used were secondary data on river water quality from 23 rivers in DKI Jakarta in 2022.
The analysis began with testing the first-order stationarity assumption, constructing the experimental semivariogram, fitting theoretical semivariogram models, and performing cross-validation using the Leave One Out Cross Validation (LOOCV) method to determine the best model.
The results showed that the Spherical semivariogram model produced the lowest RMSE value of 0.
001332119, making it the most suitable model for this study.
The estimation results at unsampled points indicate that all locations exceed the maximum permissible mercury concentration of 0.
001 mg/L, with the highest value reaching 0.
003451497 mg/L.
These findings indicate that all estimated points are considered contaminated and pose potential health risks if the river water is used untreated.
Therefore, this research is expected to serve as a scientific basis for local government policy in monitoring and mitigating mercury pollution in the rivers of DKI Jakarta.
Abstrak.
 Pencemaran merkuri (Hg) di sungai-sungai wilayah DKI Jakarta menjadi perhatian serius mengingat sebagian masyarakat masih memanfaatkan air sungai untuk keperluan sehari-hari.
Penelitian ini bertujuan untuk mengestimasi kandungan merkuri pada titik-titik yang tidak tersampel menggunakan metode interpolasi spasial Ordinary Kriging.
Metode ini dipilih karena mampu menghasilkan estimasi yang linier, tidak bias, dan memiliki variansi minimal (Best Linear Unbiased Estimator/BLUE), serta mempertimbangkan struktur spasial dari data.
Data yang digunakan berupa data sekunder kualitas air sungai dari 23 sungai di DKI Jakarta tahun 2022.
Proses analisis diawali dengan uji asumsi stasioneritas orde pertama, pembentukan semivariogram eksperimental, fitting semivariogram teoritis, dan validasi silang menggunakan metode Leave One Out Cross Validation (LOOCV) untuk menentukan model terbaik.
Hasil fitting menunjukkan bahwa model semivariogram teoritis Spherical memberikan nilai RMSE terkecil, yaitu 0,001332119, sehingga dipilih sebagai model terbaik.
Hasil estimasi kandungan merkuri di titik tidak tersampel menunjukkan bahwa seluruh titik memiliki nilai di atas ambang batas baku mutu 0,001 mg/L, dengan nilai tertinggi mencapai 0,003451497 mg/L.
Temuan ini mengindikasikan bahwa seluruh titik estimasi berada dalam kondisi tercemar dan berpotensi membahayakan kesehatan masyarakat jika air sungai digunakan tanpa pengolahan.
Oleh karena itu, hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi dasar ilmiah bagi pemerintah daerah dalam menentukan kebijakan pemantauan dan pengendalian pencemaran merkuri di wilayah sungai DKI Jakarta.

Related Results

Penyuluhan Tentang Zat Berbahaya Merkuri Pada Ikan Di Desa Waimital
Penyuluhan Tentang Zat Berbahaya Merkuri Pada Ikan Di Desa Waimital
Merkuri (Hg) merupakan salah satu unsur yang paling beracun dari logam berat yang ada dan apabila terpapar pada konsentrasi yang tinggi maka mengakibatkan kerusakan otak secara per...
ANALISIS KADAR MERKURI (Hg) PADA IKAN DI KECAMATAN TELUK KAIELY KABUPATEN BURU MENGGUNAKAN METODE MERCURY ANALYZER
ANALISIS KADAR MERKURI (Hg) PADA IKAN DI KECAMATAN TELUK KAIELY KABUPATEN BURU MENGGUNAKAN METODE MERCURY ANALYZER
Penambangan yang dilakukan di Indonesia adalah penambangan emas skala kecil, yang sering disebut dengan istilah PETI (Penambangan Emas Tanpa Izin). Kegitan ini biasanya menggunakan...
Literatur Review: Pencemaran Merkuri di Perairan Indonesia
Literatur Review: Pencemaran Merkuri di Perairan Indonesia
Merkuri (Hg) termasuk ke dalam kelompok logam berat yang dapat mencemari lingkungan. Pencemaran yang diakibatkan oleh merkuri di lingkungan akan menyebabkan terjadinya bioakumulasi...
DAMPAK TEKNOLOGI TERHADAP PROSES BELAJAR MENGAJAR
DAMPAK TEKNOLOGI TERHADAP PROSES BELAJAR MENGAJAR
DAFTAR PUSTAKAAditama, M. H. R., & Selfiardy, S. (2022). Kehidupan Mahasiswa Kuliah Sambil Bekerja di Masa Pandemi Covid-19. Kidspedia: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini, 3(...
IDENTIFIKASI KANDUNGAN MERKURI (Hg) PADA URINE PENGGUNA SERUM PEMUTIH WAJAH DENGAN UJI KUALITATIF
IDENTIFIKASI KANDUNGAN MERKURI (Hg) PADA URINE PENGGUNA SERUM PEMUTIH WAJAH DENGAN UJI KUALITATIF
Perawatan kulit dan wajah menjadi hal yang paling utama untuk mendapatkan penampilan yang menarik. Salah satu cara agar wanita tersebut terlihat lebih cantik yaitu menggunakan kosm...

Back to Top