Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

MANAJEMEN RUANG NELAYAN DI DUSUN WAEL KABUPATEN SERAM BAGIAN BARAT PROVINSI MALUKU

View through CrossRef
Dusun Wael merupakan salah satu dusun nelayan yang terdapat di Kabupaten Seram Bagian Barat, Provinsi Maluku, bisa dilihat dari lokasi yang berada di wilayah pesisir dan juga perahu milik masyarakat yang dimanfaatkan untuk aktifitas melaut. Selain berprofesi sebagai nelayan, masyarakat juga berprofesi sebagai petani sehingga terjadilah manajemen ruang disesuaikan dengan musimnya. Terjadinya pemanfaatan ruang yang berbeda, karena Dusun Wael memiliki potensi laut dan darat yang sangat bermanfaat bagi penghidupan masyarakat di Dusun tersebut, bahkan terhadap masyarakat daerah-daerah disekitarnya. Penelitian ini bertujuan untuk menunjukkan manajemen pemanfaatan ruang laut dan darat di Dusun Wael. Penelitian ini menggunakan metode induktif-kualitatif dan dianalisis secara deskriptif. Unit analisinya berupa ruang, kegiatan dan pelaku yang ada di Dusun Wael. Pembahasan dari penelitian ini mendeskripsikan masing-masing potensi di darat berupa kebun kelapa, kebun singkong, kebun cengkeh dan daun minyak kayu putih, sedangkan potensi di laut berupa rumput laut, kepiting bakau dan keramba. Masyarakat melakukan manajemen ruang sesuai dengan musimnya, ketika musim barat, masyarakat memanfaatkan potensi darat karena berbahaya, cuaca buruk, gelombang dan angin kencang, dan ketika musim timur mereka akan memanfaatkan potensi lautnya. Nelayan di daerah lain di Indonesia akan kesusahan ketika cuaca buruk, namun berbeda dengan masyarakat di Dusun Wael.
Title: MANAJEMEN RUANG NELAYAN DI DUSUN WAEL KABUPATEN SERAM BAGIAN BARAT PROVINSI MALUKU
Description:
Dusun Wael merupakan salah satu dusun nelayan yang terdapat di Kabupaten Seram Bagian Barat, Provinsi Maluku, bisa dilihat dari lokasi yang berada di wilayah pesisir dan juga perahu milik masyarakat yang dimanfaatkan untuk aktifitas melaut.
Selain berprofesi sebagai nelayan, masyarakat juga berprofesi sebagai petani sehingga terjadilah manajemen ruang disesuaikan dengan musimnya.
Terjadinya pemanfaatan ruang yang berbeda, karena Dusun Wael memiliki potensi laut dan darat yang sangat bermanfaat bagi penghidupan masyarakat di Dusun tersebut, bahkan terhadap masyarakat daerah-daerah disekitarnya.
Penelitian ini bertujuan untuk menunjukkan manajemen pemanfaatan ruang laut dan darat di Dusun Wael.
Penelitian ini menggunakan metode induktif-kualitatif dan dianalisis secara deskriptif.
Unit analisinya berupa ruang, kegiatan dan pelaku yang ada di Dusun Wael.
Pembahasan dari penelitian ini mendeskripsikan masing-masing potensi di darat berupa kebun kelapa, kebun singkong, kebun cengkeh dan daun minyak kayu putih, sedangkan potensi di laut berupa rumput laut, kepiting bakau dan keramba.
Masyarakat melakukan manajemen ruang sesuai dengan musimnya, ketika musim barat, masyarakat memanfaatkan potensi darat karena berbahaya, cuaca buruk, gelombang dan angin kencang, dan ketika musim timur mereka akan memanfaatkan potensi lautnya.
Nelayan di daerah lain di Indonesia akan kesusahan ketika cuaca buruk, namun berbeda dengan masyarakat di Dusun Wael.

Related Results

DAMPAK TEKNOLOGI TERHADAP PROSES BELAJAR MENGAJAR
DAMPAK TEKNOLOGI TERHADAP PROSES BELAJAR MENGAJAR
DAFTAR PUSTAKAAditama, M. H. R., & Selfiardy, S. (2022). Kehidupan Mahasiswa Kuliah Sambil Bekerja di Masa Pandemi Covid-19. Kidspedia: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini, 3(...
PROSES PEMBENTUKAN PERDA MENGENAI DESA ADAT DI KABUPATEN SERAM BAGIAN BARAT PROVINSI MALUKU
PROSES PEMBENTUKAN PERDA MENGENAI DESA ADAT DI KABUPATEN SERAM BAGIAN BARAT PROVINSI MALUKU
Lahirnya Undang-Undang No. 6 Tahun 2014 tentang Desa memberikan peluang kepada desa di Indonesia untuk meningkatkan kesejahteraan dan kemandirian desa sesuai dengan adat istiadat a...
Oblique Intraplate Convergence of the Seram Trough, Indonesia
Oblique Intraplate Convergence of the Seram Trough, Indonesia
The Banda Arc which curves around through 180o is one of interesting features in Eastern Indonesia, a complex area resulting from convergence of Indo–Australia, Eurasia, and Pacifi...
POTENSI PENGEMBANGAN BUDIDAYA RUMPUT LAUT DI DUSUN WAEL SERAM BAGIAN BARAT
POTENSI PENGEMBANGAN BUDIDAYA RUMPUT LAUT DI DUSUN WAEL SERAM BAGIAN BARAT
Kegiatan budidaya di Indonesia sudah menjadi suatu usaha masyarakat karena dapat membantu  dalam peningkatan sumber pendapatan. Rumput laut adalah salah satu biota yang dapat dibud...
Antisipasi Pemuda Nelayan dalam Menghadapi Konflik
Antisipasi Pemuda Nelayan dalam Menghadapi Konflik
Nelayan sering menghadapi kendala-kendala ketika melaut. Berdasarkan observasi ditemukan konflik antar nelayan payang Desa Weru, Kecamatan Paciran, Kabupaten Lamongan dan nelayan t...
PKM INOVASI PEMBUATAN KARAMBA JARING DASAR UNTUK BUDIDAYA LOBSTER DI PERAIRAN DESA TAMANGAPA KEC. MA’RANG KABUPATEN PANGKEP
PKM INOVASI PEMBUATAN KARAMBA JARING DASAR UNTUK BUDIDAYA LOBSTER DI PERAIRAN DESA TAMANGAPA KEC. MA’RANG KABUPATEN PANGKEP
PKM Inovasi Pembuatan Karamba Jaring Dasar Untuk Budidaya Lobster di Perairan Desa Tamangapa Kecamatan Ma’rang Kabupaten Pangkep. Setiap hari nelayan menangkap lobster, tetapi terk...
STRATEGI PENINGKATAN KESEJAHTERAAN NELAYAN TRADISIONAL DI KECAMATAN WARA TIMUR KOTA PALOPO
STRATEGI PENINGKATAN KESEJAHTERAAN NELAYAN TRADISIONAL DI KECAMATAN WARA TIMUR KOTA PALOPO
Nelayan tradisional dicirikan memiliki kualitas sumberdaya manusia dan produktivitas yang rendah. Nelayan tradisional di Kecamatan Wara Timur memiliki keterbatasan sumberdaya, sara...

Back to Top