Javascript must be enabled to continue!
Pengaruh Konseling Behavioral Dengan Teknik Conditioning Terhadap Permasalahan Kesulitan Belajar Peserta Didik Kelas X Jurusan
View through CrossRef
Pengabdian masyarakat ini berjudul “Pengaruh Konseling Behavioral Dengan Teknik Conditioning Terhadap Permasalahan Kesulitan Belajar Peserta Didik Kelas X Jurusan Atph Di Smk Negeri 1 Mendo Barat Kabupaten Bangka.” Pengabdian masyarakat ini bertujuanu ntuk mengidentifikasi pengaruh konseling behavioral dengan teknik conditioning terhadap permasalahan kesulitan belajar peserta didik kelas 10 jurusan ATPH di SMK Negeri 1 Mendo Barat Kabupaten Bangka. Metode Pengabdian masyarakat yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Pengabdian masyarakat dilakukan di SMK Negeri 1 Mendo Barat Kabupaten Bangka dengan subjek Pengabdian masyarakat sejumlah 3 peserta didik pada kelas 10 jurusan ATPH yang mengalami kesulitan belajar. Hasil Pengabdian masyarakat menunjukkan bahwa pengaruh konseling behavioral dengan teknik conditioning memberikan dampak positif pada permasalahan kesulitan belajar peserta didik kelas 10 jurusan ATPH di SMK Negeri 1 Mendo Barat Kabupaten Bangka. Hal ini terlihat dari adanya perubahan perilaku peserta didik dalam belajar dengan lebih fokus dan konsisten.Teknik condisioning yang dilakukan melalui penguatan positif dan pembentukan pola perilaku baru berhasil meningkatkan motivasi belajar peserta didik. Selain itu, interaksi antara konselor dengan peserta didik juga berpengaruh dalam proses konseling. Peserta didik merasa lebih percaya diri dan lebih terbuka dalam berbicara, sehingga masalah yang dihadapi dapat di identifikasi dengan lebih jelas dan solusi yang tepat dapat diberikan. Selain itu, dukungan dari orangtua juga menjadi faktor penting dalam membantu peserta didik mengatasi permasalahan kesulitan belajar. Dalam kesimpulannya, konseling behavioral dengan teknik conditioning dapat menjadi alternatif solusi untuk mengatasi permasalahan kesulitan belajar peserta didik kelas 10 jurusan ATPH di SMK Negeri 1 Mendo Barat Kabupaten Bangka. Proses konseling yang dilakukan perlu disesuaikan dengan kebutuhan peserta didik dan diikuti dengan dukungan dari orang tua dan pihak sekolah untuk mencapai hasil yang optimal.
Title: Pengaruh Konseling Behavioral Dengan Teknik Conditioning Terhadap Permasalahan Kesulitan Belajar Peserta Didik Kelas X Jurusan
Description:
Pengabdian masyarakat ini berjudul “Pengaruh Konseling Behavioral Dengan Teknik Conditioning Terhadap Permasalahan Kesulitan Belajar Peserta Didik Kelas X Jurusan Atph Di Smk Negeri 1 Mendo Barat Kabupaten Bangka.
” Pengabdian masyarakat ini bertujuanu ntuk mengidentifikasi pengaruh konseling behavioral dengan teknik conditioning terhadap permasalahan kesulitan belajar peserta didik kelas 10 jurusan ATPH di SMK Negeri 1 Mendo Barat Kabupaten Bangka.
Metode Pengabdian masyarakat yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan studi kasus.
Pengabdian masyarakat dilakukan di SMK Negeri 1 Mendo Barat Kabupaten Bangka dengan subjek Pengabdian masyarakat sejumlah 3 peserta didik pada kelas 10 jurusan ATPH yang mengalami kesulitan belajar.
Hasil Pengabdian masyarakat menunjukkan bahwa pengaruh konseling behavioral dengan teknik conditioning memberikan dampak positif pada permasalahan kesulitan belajar peserta didik kelas 10 jurusan ATPH di SMK Negeri 1 Mendo Barat Kabupaten Bangka.
Hal ini terlihat dari adanya perubahan perilaku peserta didik dalam belajar dengan lebih fokus dan konsisten.
Teknik condisioning yang dilakukan melalui penguatan positif dan pembentukan pola perilaku baru berhasil meningkatkan motivasi belajar peserta didik.
Selain itu, interaksi antara konselor dengan peserta didik juga berpengaruh dalam proses konseling.
Peserta didik merasa lebih percaya diri dan lebih terbuka dalam berbicara, sehingga masalah yang dihadapi dapat di identifikasi dengan lebih jelas dan solusi yang tepat dapat diberikan.
Selain itu, dukungan dari orangtua juga menjadi faktor penting dalam membantu peserta didik mengatasi permasalahan kesulitan belajar.
Dalam kesimpulannya, konseling behavioral dengan teknik conditioning dapat menjadi alternatif solusi untuk mengatasi permasalahan kesulitan belajar peserta didik kelas 10 jurusan ATPH di SMK Negeri 1 Mendo Barat Kabupaten Bangka.
Proses konseling yang dilakukan perlu disesuaikan dengan kebutuhan peserta didik dan diikuti dengan dukungan dari orang tua dan pihak sekolah untuk mencapai hasil yang optimal.
Related Results
PERAN TATA KELOLA PERUSAHAAN DALAM MEMODERASI PENGARUH IMPLEMANTASI GREEN ACCOUNTING, CORPORATE SOCIAL RESPONSIBILITY DAN FIRM SIZE TERHADAP KINERJA KEUANGAN
PERAN TATA KELOLA PERUSAHAAN DALAM MEMODERASI PENGARUH IMPLEMANTASI GREEN ACCOUNTING, CORPORATE SOCIAL RESPONSIBILITY DAN FIRM SIZE TERHADAP KINERJA KEUANGAN
This study examines the role of corporate governance in moderating the influence of green accounting disclosure, corporate social responsibility (CSR), and firm size on the financi...
HUBUNGAN KESULITAN BELAJAR DENGAN GAYA BELAJAR SELAMA PANDEMI COVID-19 PADA PESERTA DIDIK KELAS XI IPS SMA N 1 BANJARHARJO BREBES TAHUN PELAJARAN 2021/2022
HUBUNGAN KESULITAN BELAJAR DENGAN GAYA BELAJAR SELAMA PANDEMI COVID-19 PADA PESERTA DIDIK KELAS XI IPS SMA N 1 BANJARHARJO BREBES TAHUN PELAJARAN 2021/2022
Penelitian ini dilatarbelakangi adanya proses pembelajaran yang dilaksanakan selama pandemi covid-19 yaitu Belajar dari Rumah (BDR) pada peserta didik kelas XI IPS SMA N 1 Banjarha...
Hubungan Gaya Belajar Dan Motivasi Belajar Dengan Hasil Belajar Ekonomi Peserta Didik Kelas XI IPS II
Hubungan Gaya Belajar Dan Motivasi Belajar Dengan Hasil Belajar Ekonomi Peserta Didik Kelas XI IPS II
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: 1) Hubungan gaya belajar peserta didik dengan hasil belajar ekonomi pada kelas XI IPS II di SMA Negeri 1 Palangka Raya, 2) Hubungan moti...
PEMETAAN KEBUTUHAN BELAJAR BERDASARKAN GAYA BELAJAR PESERTA DIDIK
PEMETAAN KEBUTUHAN BELAJAR BERDASARKAN GAYA BELAJAR PESERTA DIDIK
Memetakan gaya belajar peserta didik perlu dilakukan oleh guru. Setiap peserta didik memiliki kelebihan dan kekurangan, serta preferensi bagaimana sebuah informasi diproses berbeda...
EFEKTIVITAS MODEL PEMBELAJARAN EXAMPLE NON EXAMPLE BERBANTUAN MEDIA PAPAN CACAH GORI TERHADAP PRESTASIBELAJAR MATEMATIKA DITINJAU DARI AKTIVITAS BELAJAR PESERTA DIDIK
EFEKTIVITAS MODEL PEMBELAJARAN EXAMPLE NON EXAMPLE BERBANTUAN MEDIA PAPAN CACAH GORI TERHADAP PRESTASIBELAJAR MATEMATIKA DITINJAU DARI AKTIVITAS BELAJAR PESERTA DIDIK
Prestasi belajar matematika peserta didik kelas VII SMP Negeri 7 Pemalang sebagian masih ada yang belum mencapai nilai KKM. Berkaitan hal ini perlu adanya variasi dalam pembelajara...
HUBUNGAN ANTARA MOTIVASI BELAJAR DAN PARTISIPASI SISWA DENGAN HASIL BELAJAR PADA MATA PELAJARAN MATEMATIKA (Survey pada Siswa Kelas VIII di MTs Attaqwa Cicurug Sukabumi)
HUBUNGAN ANTARA MOTIVASI BELAJAR DAN PARTISIPASI SISWA DENGAN HASIL BELAJAR PADA MATA PELAJARAN MATEMATIKA (Survey pada Siswa Kelas VIII di MTs Attaqwa Cicurug Sukabumi)
<p>Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui: (1) perbedaan hasil belajar antara peserta didik yang mengikuti strategi pembelajaran berbasis masalah dan strategi pembelaj...
Survei Minat dan Motivasi dalam Mengikti Belajar Renang pada Peserta Didik Club Silimang Kabupaten Rokan Hulu
Survei Minat dan Motivasi dalam Mengikti Belajar Renang pada Peserta Didik Club Silimang Kabupaten Rokan Hulu
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran minat dan motivasi peserta didik dalam mengikuti pembelajaran renang di Club Silimang Kabupaten Rokan Hulu. Penelitian ini menggu...
PENGARUH KONSELING BEHAVIORA DAN JENIS KELAMIN TERHADAP MOTIVASI BERPRESTASI SISWA
PENGARUH KONSELING BEHAVIORA DAN JENIS KELAMIN TERHADAP MOTIVASI BERPRESTASI SISWA
Penelitian ini bertujuan mengetahui pengaruh konseling behavioral dan jenis kelamin terhadap motivasi berprestasi peserta didik kelas VIII SMP Negeri di kecamatan Tegallalang. Pene...

