Javascript must be enabled to continue!
Efektifitas strecting terhadap diabetes melitus
View through CrossRef
Efektifitas Strecting dan Electrical Stimulation pada Penderita Diabetes Mellitus Tipe 2 Dewy Haryanti1, Rika Wahyuni Arsianti2, Hendy Lesmana3Dosen Universitas Borneo Tarakan ABSTRAK artikel ini membahas tentang keefektifan Strecting dengan Electrical Stimulation pada otot pasien Diabetes melitus Tipe 2 . pilar penanganan diabetes melitus ada 4 yaitu, edukasi, diet, latihan fisik dan obat obatan. Latihan fisik sangat penting pada pasien diabetes melitus, namun tidak semua penderita diabetes mellitus mampu melakukan latihan fisik secara maksimal seperti jogging atau senam aerobic yang membutuhkan kekuatan yang lebih besar dalam pelaksanaannya. faktor usia dan lain-lain menjadi penyebab utama dalam keterbatasan melakukan aktifitas fisik. Salah satu alternatif melakukan latihan fsik adalah strecting ( Dewy, 2014) untuk mengontrol nilai glukosa darah. Strecting merupakan suatu alternatif dalam melakukan latihan fisik, begitupun dengan Electrical Stimulation pada otot pasien diabetes Melitus. Penelitian ini bertujuan untuk melihat keefktifan strecting dengan Electricla stimulation pada Otot yang berkontraksi dapat meningkatkan sensivitas insulin sehingga dapat menurunkan kadar glukosa dalam darah. Melalui analisa statistik Uji- T terhadap data hasil penelitian diperoleh bahwa Strecting dan pemberian Electrical Stimulation keduanya efektif menurunkan nilai glukosa darah pada pasien diabetes melitus tipe 2. Hanya sj dilihat dari nilai statistic maka strecting memiliki kemampuan lebih baik dari Electrical Stimulation dalam menurunkan nilai glukosa darah. Kata Kunci— Strecting, Electrical Stimulation, Latihan Fisik, Glukosa Darah, Diabetes Mellitus Tipe 2.
Title: Efektifitas strecting terhadap diabetes melitus
Description:
Efektifitas Strecting dan Electrical Stimulation pada Penderita Diabetes Mellitus Tipe 2 Dewy Haryanti1, Rika Wahyuni Arsianti2, Hendy Lesmana3Dosen Universitas Borneo Tarakan ABSTRAK artikel ini membahas tentang keefektifan Strecting dengan Electrical Stimulation pada otot pasien Diabetes melitus Tipe 2 .
pilar penanganan diabetes melitus ada 4 yaitu, edukasi, diet, latihan fisik dan obat obatan.
Latihan fisik sangat penting pada pasien diabetes melitus, namun tidak semua penderita diabetes mellitus mampu melakukan latihan fisik secara maksimal seperti jogging atau senam aerobic yang membutuhkan kekuatan yang lebih besar dalam pelaksanaannya.
faktor usia dan lain-lain menjadi penyebab utama dalam keterbatasan melakukan aktifitas fisik.
Salah satu alternatif melakukan latihan fsik adalah strecting ( Dewy, 2014) untuk mengontrol nilai glukosa darah.
Strecting merupakan suatu alternatif dalam melakukan latihan fisik, begitupun dengan Electrical Stimulation pada otot pasien diabetes Melitus.
Penelitian ini bertujuan untuk melihat keefktifan strecting dengan Electricla stimulation pada Otot yang berkontraksi dapat meningkatkan sensivitas insulin sehingga dapat menurunkan kadar glukosa dalam darah.
Melalui analisa statistik Uji- T terhadap data hasil penelitian diperoleh bahwa Strecting dan pemberian Electrical Stimulation keduanya efektif menurunkan nilai glukosa darah pada pasien diabetes melitus tipe 2.
Hanya sj dilihat dari nilai statistic maka strecting memiliki kemampuan lebih baik dari Electrical Stimulation dalam menurunkan nilai glukosa darah.
Kata Kunci— Strecting, Electrical Stimulation, Latihan Fisik, Glukosa Darah, Diabetes Mellitus Tipe 2.
Related Results
Analisis Faktor Risiko Penyebab Diabetes Melitus dengan Menggunakan Regresi Logistik Biner
Analisis Faktor Risiko Penyebab Diabetes Melitus dengan Menggunakan Regresi Logistik Biner
Penyakit Diabetes Melitus adalah salah satu penyakit tidak menular dengan jumlah penderita yang meningkat setiap tahunnya. Berdasarkan hasil Riset Kesehatan Dasar di tahun 2018, p...
Pendidikan dan promosi kesehatan tentang diabetes mellitus
Pendidikan dan promosi kesehatan tentang diabetes mellitus
Health education and promotion about diabetes mellitus
Introduction: Diabetes mellitus in Indonesia is a serious threat to health development. The 2010 NCD World Health Organizatio...
Dukungan Keluarga dan Kecemasan Pada Klien Diabetes Melitus
Dukungan Keluarga dan Kecemasan Pada Klien Diabetes Melitus
Diabetes melitus is a degenerative disease that increase every year and it is at risk of having serious complications that can cause anxiety. Family support is an important factor ...
HUBUNGAN KARAKTERISTIK PASIEN DIABETES MELITUS TIPE 2 DENGAN KEJADIAN ULKUS KAKI DIABETIKUM
HUBUNGAN KARAKTERISTIK PASIEN DIABETES MELITUS TIPE 2 DENGAN KEJADIAN ULKUS KAKI DIABETIKUM
Prevalensi diabetes melitus tipe 2 mencapai 90-95% dari semua tipe. Salah satu komplikasi diabetes melitus yaitu ulkus kaki yang beresiko 5 kali lebih mudah terjadi pada penderita ...
Analisis Longitudinal pada Data Pasien Diabetes Melitus
Analisis Longitudinal pada Data Pasien Diabetes Melitus
Diabetes mellitus is widely known as a blood sugar disease. People can be said to suffer from diabetes mellitus if blood sugar levels exceed normal, blood sugar when ≥ 200 mg/dl, f...
FAKTOR RISIKO KEJADIAN STROKE PADA PASIEN DIABETES MELITUS DI INDONESIA: NARRATIVE REVIEW
FAKTOR RISIKO KEJADIAN STROKE PADA PASIEN DIABETES MELITUS DI INDONESIA: NARRATIVE REVIEW
ABSTRAKPencetus primer penyakit mengakibatkan kematian secara global di negara maju dan berkembang adalah strok. Menurut statistik Organisasi Kesehatan Dunia, strok menepati urutan...
Hubungan Dukungan Keluarga Dengan Self-Management Penderita Diabetes Melitus Tipe 2 Di Wilayah Puskesmas Darul Imarah
Hubungan Dukungan Keluarga Dengan Self-Management Penderita Diabetes Melitus Tipe 2 Di Wilayah Puskesmas Darul Imarah
Abstrak
Manajemen mandiri pada penderita diabetes melitus saat ini belum optimal, sehingga perlu pengelolaan yang tepat untuk mencegah munculnya komplikasi. Self-management merupa...
Study Kualitatif Tentang Kepatuhan Klien Diabetes Melitus Tipe 2 Pada Program Diet Diabetes
Study Kualitatif Tentang Kepatuhan Klien Diabetes Melitus Tipe 2 Pada Program Diet Diabetes
Perencanaan program diet diabetes merupakan salah satu tindakan untuk memperbaiki kadar glukosa darah dan mencegah terjadinya komplikasi akibat hiperglikemi pada pasien diabetes m...

