Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

Edukasi kesehatan tentang diet dan keseimbangan gizi pada ibu hamil

View through CrossRef
Background: Pregnancy is a very important period in a woman's life. During this period, a woman experiences many changes that affect nutritional needs. During this period, attention to diet becomes very important to support maternal health and fetal development. Inadequate knowledge and dietary practices among pregnant women can cause various risks of complications, so it is necessary to provide health education about dietary practices and knowledge about nutritional balance to maintain the health of the mother and her baby. Purpose: Providing knowledge and practice about diet and nutritional balance for pregnant women. Method: Community service activities in the form of providing health education in an effort to improve knowledge and practice of diet for pregnant women. The activity was carried out in Dusun Cokro, Sukoanyar Village, Pakis District, Malang Regency on April 28, 2025. The sample in this study was Mrs. I, 24 years old, G2P1A0 with a gestational age of 21 weeks. The media used were power points and the instrument was a questionnaire. At the evaluation stage, pregnant women took a post-test to measure the respondents' understanding after receiving health education and a review of the material that had been presented previously was carried out, to help them remember and understand the information that had been explained. Results: After health education was conducted, it was found that the level of knowledge and dietary practices of pregnant women increased with a value of 14 points in the pre-test to 16 points in the post-test, while the dietary practices of pregnant women with a value of 5 points in the pre-test to 10 points in the post-test. This shows that there is an increase in knowledge and dietary practices among pregnant women after being given health education. Conclusion: Providing health education about diet and nutritional balance in caring for pregnant women can improve their knowledge, understanding and practical actions. With increased knowledge, it also has a positive impact on the health of pregnant women and the growth of their fetuses. Suggestion: It is recommended that health education programs regarding dietary practices in pregnant women be carried out routinely and systematically, especially in primary health care facilities. Nurses and midwives need to be given adequate training to improve their ability to deliver educational materials effectively and communicatively. In addition to the individual approach, the implementation of group education sessions is also recommended to encourage interaction and sharing of experiences between pregnant women, so that it can strengthen understanding and motivation to implement healthy dietary practices. Keywords: Diet Knowledge; Diet Practice; Health education; Pregnant women Pendahuluan: Kehamilan adalah masa yang sangat penting dalam kehidupan seorang wanita. Selama periode ini, seorang wanita mengalami banyak perubahan yang mempengaruhi kebutuhan gizi. Selama masa ini, perhatian terhadap pola makan menjadi sangat penting untuk mendukung kesehatan ibu dan perkembangan janin. Pengetahuan dan praktik diet yang tidak memadai di kalangan ibu hamil dapat menimbulkan berbagai macam risiko komplikasi, sehingga perlu diberikan pendidikan kesehatan tentang praktik diet dan pengetahuan tentang keseimbangan gizi untuk menjaga kesehatan ibu dan bayinya. Tujuan: Memberikan pengetahuan dan praktik tentang diet dan keseimbangan gizi pada ibu hamil. Metode: Kegiatan pengabdian masyarakat berupa pemberian pendidikan kesehatan dalam upaya peningkatan pengetahuan dan praktik diet pada ibu hamil. Kegiatan dilaksanakan di Dusun Cokro Desa Sukoanyar Kecamatan Pakis Kabupaten Malang pada tanggal 28 April 2025. Sampel dalam penelitian ini adalah Ny.I berusia 24 tahun, G2P1A0 dengan usia kehamilan 21 minggu. Media yang digunakan berupa  power point yang dan instrument berupa kuesioner. Pada tahapan evaluasi, ibu hamil mengerjakan post-test untuk mengukur pemahaman responden setelah mendapatkan pendidikan kesehatan dan dilakukan review materi yang telah disampaikan sebelumnya, untuk membantu mereka mengingat dan memahami kembali informasi yang sudah dijelaskan. Hasil: Setelah dilakukan pendidikan kesehatan didapatkan hasil bahwa tingkat pengetahuan dan praktik diet ibu hamil meningkat dengan nilai pada pre-test 14 poin menjadi 16 poin pada post-test, sedangkan praktik diet ibu hamil dengan nilai pada pre-test 5 poin menjadi 10 poin pada post-test. Hal ini menunjukkan bahwa terdapat peningkatan pengetahuan dan praktik diet dikalangan ibu hamil setelah diberikan pendidikan kesehatan. Simpulan: Memberikan pendidikan kesehatan tentang diet dan keseimbangan gizi dalam perawatan ibu hamil dapat meningkatkan pengetahuan, pemahaman dan tindakan praktiknya. mereka. Dengan meningkatnya pengetahuan juga memberikan dampak positif pada kesehatan ibu hamil dan pertumbuhan janinnya. Saran: Disarankan agar program pendidikan kesehatan mengenai praktik diet pada ibu hamil dilakukan secara rutin dan sistematis, khususnya di fasilitas pelayanan kesehatan primer. Perawat dan bidan perlu diberikan pelatihan yang memadai untuk meningkatkan kemampuan mereka dalam menyampaikan materi edukasi secara efektif dan komunikatif. Selain pendekatan individual, penerapan sesi edukasi kelompok juga dianjurkan guna mendorong interaksi dan berbagi pengalaman antar ibu hamil, sehingga dapat memperkuat pemahaman dan motivasi untuk menerapkan praktik diet yang sehat.
Indonesian Public Health-Observer Information Forum (IPHORR)
Title: Edukasi kesehatan tentang diet dan keseimbangan gizi pada ibu hamil
Description:
Background: Pregnancy is a very important period in a woman's life.
During this period, a woman experiences many changes that affect nutritional needs.
During this period, attention to diet becomes very important to support maternal health and fetal development.
Inadequate knowledge and dietary practices among pregnant women can cause various risks of complications, so it is necessary to provide health education about dietary practices and knowledge about nutritional balance to maintain the health of the mother and her baby.
Purpose: Providing knowledge and practice about diet and nutritional balance for pregnant women.
Method: Community service activities in the form of providing health education in an effort to improve knowledge and practice of diet for pregnant women.
The activity was carried out in Dusun Cokro, Sukoanyar Village, Pakis District, Malang Regency on April 28, 2025.
The sample in this study was Mrs.
I, 24 years old, G2P1A0 with a gestational age of 21 weeks.
The media used were power points and the instrument was a questionnaire.
At the evaluation stage, pregnant women took a post-test to measure the respondents' understanding after receiving health education and a review of the material that had been presented previously was carried out, to help them remember and understand the information that had been explained.
Results: After health education was conducted, it was found that the level of knowledge and dietary practices of pregnant women increased with a value of 14 points in the pre-test to 16 points in the post-test, while the dietary practices of pregnant women with a value of 5 points in the pre-test to 10 points in the post-test.
This shows that there is an increase in knowledge and dietary practices among pregnant women after being given health education.
Conclusion: Providing health education about diet and nutritional balance in caring for pregnant women can improve their knowledge, understanding and practical actions.
With increased knowledge, it also has a positive impact on the health of pregnant women and the growth of their fetuses.
Suggestion: It is recommended that health education programs regarding dietary practices in pregnant women be carried out routinely and systematically, especially in primary health care facilities.
Nurses and midwives need to be given adequate training to improve their ability to deliver educational materials effectively and communicatively.
In addition to the individual approach, the implementation of group education sessions is also recommended to encourage interaction and sharing of experiences between pregnant women, so that it can strengthen understanding and motivation to implement healthy dietary practices.
Keywords: Diet Knowledge; Diet Practice; Health education; Pregnant women Pendahuluan: Kehamilan adalah masa yang sangat penting dalam kehidupan seorang wanita.
Selama periode ini, seorang wanita mengalami banyak perubahan yang mempengaruhi kebutuhan gizi.
Selama masa ini, perhatian terhadap pola makan menjadi sangat penting untuk mendukung kesehatan ibu dan perkembangan janin.
Pengetahuan dan praktik diet yang tidak memadai di kalangan ibu hamil dapat menimbulkan berbagai macam risiko komplikasi, sehingga perlu diberikan pendidikan kesehatan tentang praktik diet dan pengetahuan tentang keseimbangan gizi untuk menjaga kesehatan ibu dan bayinya.
Tujuan: Memberikan pengetahuan dan praktik tentang diet dan keseimbangan gizi pada ibu hamil.
Metode: Kegiatan pengabdian masyarakat berupa pemberian pendidikan kesehatan dalam upaya peningkatan pengetahuan dan praktik diet pada ibu hamil.
Kegiatan dilaksanakan di Dusun Cokro Desa Sukoanyar Kecamatan Pakis Kabupaten Malang pada tanggal 28 April 2025.
Sampel dalam penelitian ini adalah Ny.
I berusia 24 tahun, G2P1A0 dengan usia kehamilan 21 minggu.
Media yang digunakan berupa  power point yang dan instrument berupa kuesioner.
Pada tahapan evaluasi, ibu hamil mengerjakan post-test untuk mengukur pemahaman responden setelah mendapatkan pendidikan kesehatan dan dilakukan review materi yang telah disampaikan sebelumnya, untuk membantu mereka mengingat dan memahami kembali informasi yang sudah dijelaskan.
Hasil: Setelah dilakukan pendidikan kesehatan didapatkan hasil bahwa tingkat pengetahuan dan praktik diet ibu hamil meningkat dengan nilai pada pre-test 14 poin menjadi 16 poin pada post-test, sedangkan praktik diet ibu hamil dengan nilai pada pre-test 5 poin menjadi 10 poin pada post-test.
Hal ini menunjukkan bahwa terdapat peningkatan pengetahuan dan praktik diet dikalangan ibu hamil setelah diberikan pendidikan kesehatan.
Simpulan: Memberikan pendidikan kesehatan tentang diet dan keseimbangan gizi dalam perawatan ibu hamil dapat meningkatkan pengetahuan, pemahaman dan tindakan praktiknya.
mereka.
Dengan meningkatnya pengetahuan juga memberikan dampak positif pada kesehatan ibu hamil dan pertumbuhan janinnya.
Saran: Disarankan agar program pendidikan kesehatan mengenai praktik diet pada ibu hamil dilakukan secara rutin dan sistematis, khususnya di fasilitas pelayanan kesehatan primer.
Perawat dan bidan perlu diberikan pelatihan yang memadai untuk meningkatkan kemampuan mereka dalam menyampaikan materi edukasi secara efektif dan komunikatif.
Selain pendekatan individual, penerapan sesi edukasi kelompok juga dianjurkan guna mendorong interaksi dan berbagi pengalaman antar ibu hamil, sehingga dapat memperkuat pemahaman dan motivasi untuk menerapkan praktik diet yang sehat.

Related Results

KECEMASAN SAAT PANDEMI COVID 19: LITERATUR REVIEW Hardiyati, Efri Widianti, Taty Hernawaty Departemen Keperawatan Jiwa Poltekkes Kemenkes Mamuju Sulbar, Universitas Pad...
Tinjauan pustaka pentingnya kesehatan zat gizi ibu hamil di masa pandemi covid 19
Tinjauan pustaka pentingnya kesehatan zat gizi ibu hamil di masa pandemi covid 19
Virus Corona atau covid-19 makin marak di sejumlah negara, kini semua orang diharuskan mulai meningkatkan stamina, tak terkecuali pada ibu hamil. mereka yang sedang hamil tentu har...
Edukasi Senam Hamil Pada Ibu Hamil Trimester III Sebagai Persiapan Persalinan Di TPMB Lia Maria Bandar Lampung
Edukasi Senam Hamil Pada Ibu Hamil Trimester III Sebagai Persiapan Persalinan Di TPMB Lia Maria Bandar Lampung
Senam hamil merupakan suatu metode penting untuk mempertahankan atau memperbaiki keseimbangan fisik ibu hamil dan merupakan terapi latihan yang diberikan pada ibu hamil. Manfaat se...
Optimalisasi Sosialisasi Dan Pelaksanaan Kelas Ibu Hamil Di Desa Jambesari
Optimalisasi Sosialisasi Dan Pelaksanaan Kelas Ibu Hamil Di Desa Jambesari
Kelas ibu hamil termasuk salah satu sarana belajar bersama yang diikuti ibu hamil mulai dari trimester II dan II, yang difasilitasi oleh bidan yang bertujuan membahas materi di buk...
Upaya Mempersiapkan Kesehatan Mental Ibu Hamil: Literature Review
Upaya Mempersiapkan Kesehatan Mental Ibu Hamil: Literature Review
Latar belakang: upaya mempersiapkan kesehatan mental ibu hamil merupakan bentuk kegiatan untuk membantu kehamilan dengan memiliki kesiapan kesehatan mental dalam menghadapi kehamil...
PENINGKATAN PENGETAHUAN IBU HAMIL TENTANG KEKURANGAN ENERGI KRONIK SAAT HAMIL MELALUI PENYULUHAN KESEHATAN DI PUSKESMAS PEMBINA PALEMBANG
PENINGKATAN PENGETAHUAN IBU HAMIL TENTANG KEKURANGAN ENERGI KRONIK SAAT HAMIL MELALUI PENYULUHAN KESEHATAN DI PUSKESMAS PEMBINA PALEMBANG
Abstrak Gizi merupakan salah satu penentu kualitas sumber daya manusia, kekurangan gizi akan menyebabkan kegagalan pertumbuhan fisik dan perkembangan kecerdasan, menurunkan produkt...
FAKTOR – FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KEJADIAN ANEMIA PADA IBU HAMIL
FAKTOR – FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KEJADIAN ANEMIA PADA IBU HAMIL
Tujuan Penelitian: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian anemia pada ibu hamil di Puskesmas Jati Bening Periode Januari – April T...

Back to Top