Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

Analisis Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Tingkat Pendapatan Petani Jagung

View through CrossRef
Abstract. Maize is one of the commodities of food crops that can play a role in the development of the agricultural sector in Indonesia and has contributed to raising the income of the state one of efforts in increasing the incomes of the people in Indonesia on the development towards the agriculture sector. Because corn farming in the management process is done in a simple way it becomes the main source of livelihood of the community in the village of Rajamandala Kulon. To measure how much the influence of each independent variable on the dependent variable (income), the study used the double linear regression method, using E-views 10 software. The population used by 28 corn farmers is in Rajamandala Kulon Village, Cipatat district, West Bandung district. Then, the dependent variables are income and the independent variable are land, fertilizer, pesticide, seed, labour, and output prices. The results of the research showed that independent variables (land area, fertilizer, pesticide, seed, labour, and output price) influenced mutually (F test) on income with a probability f-statistic of 0,000 on alpha of 5%. Partially (T test), variable X1 (Land area) had a significant influence on Y (income), and variable Fertilizer (X2), Pesticide (X3), Seed (X4), Workforce (X5) and Output Price (X6) did not influence mutually on income. From the regression results obtained R-Squared value of 0.952926 which means variation variable Y (income) can be explained that variation independent variable soil area, fertilizer, pesticide, seed, labour, and the output price (grass) of 95.3% and the remaining 4.7% explained by other factors not included in the model. Abstrak. Jagung merupakan salah satu komiditi tanaman pangan yang dapat mengambil peran dalam pembangunan sektor pertanian di Indonesia dan memiliki kontribusi meningkatkan pendapatan negara salah satu upaya dalam meningkatkan pendapatan masyarakat di Indonesia atas pengembangan terhadap sektor pertanian. Karena pertanian jagung dalam proses pengelola dilakukan secara sederhana hal ini menjadi sumber mata pencaharian utama masyarakat di Desa Rajamandala Kulon. Untuk mengukur seberapa besar pengaruh dari masing– masing variabel independen terhadap variabel dependen (pendapatan), penelitian menggunakan metode regresi linear berganda, menggunakan sofware E-views 10. Populasi yang digunakan 28 petani jagung yang ada di Desa Rajamandala Kulon, Kecamatan Cipatat, Kabupaten Bandung Barat. Kemudian, variabel dependen yaitu pendapatan dan variabel independen yaitu luas lahan, pupuk, pestisida, benih, tenaga kerja, dan harga output (jagung) Hasil penelitian menunjukkan bahwa variabel independen (luas lahan, pupuk, pestisida, benih, tenaga kerja, dan harga output (jagung) berpengaruh secara serempak (uji F) terhadap pendapatan dengan probablitias f-statistic sebesar 0,000 pada alpha sebesar 5%. Secara parsial (uji T), variabel X1 (Luas Lahan) berpengaruh signifikan terhadap Y (pendapatan), dan variabel Pupuk (X2), Pestisida (X3), Benih (X4), Tenaga Kerja (X5) dan Harga Output (X6) tidak berpengaruh singifikan terhadap pendapatan. Dari hasil regresi didapatkan nilai R-Squared sebesar 0,952926 yang artinya variasi variabel Y (pendapatan) dapat dijelaskan bahwa variasi variabel independen yaitu luas lahan, pupuk, pestisida, benih, tenaga kerja, dan harga output (jagung) sebesar 95,3% dan sisanya sebesar 4,7% dijelaskan oleh faktor lain yang tidak dimasukkan kedalam model.
Title: Analisis Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Tingkat Pendapatan Petani Jagung
Description:
Abstract.
Maize is one of the commodities of food crops that can play a role in the development of the agricultural sector in Indonesia and has contributed to raising the income of the state one of efforts in increasing the incomes of the people in Indonesia on the development towards the agriculture sector.
Because corn farming in the management process is done in a simple way it becomes the main source of livelihood of the community in the village of Rajamandala Kulon.
To measure how much the influence of each independent variable on the dependent variable (income), the study used the double linear regression method, using E-views 10 software.
The population used by 28 corn farmers is in Rajamandala Kulon Village, Cipatat district, West Bandung district.
Then, the dependent variables are income and the independent variable are land, fertilizer, pesticide, seed, labour, and output prices.
The results of the research showed that independent variables (land area, fertilizer, pesticide, seed, labour, and output price) influenced mutually (F test) on income with a probability f-statistic of 0,000 on alpha of 5%.
Partially (T test), variable X1 (Land area) had a significant influence on Y (income), and variable Fertilizer (X2), Pesticide (X3), Seed (X4), Workforce (X5) and Output Price (X6) did not influence mutually on income.
From the regression results obtained R-Squared value of 0.
952926 which means variation variable Y (income) can be explained that variation independent variable soil area, fertilizer, pesticide, seed, labour, and the output price (grass) of 95.
3% and the remaining 4.
7% explained by other factors not included in the model.
Abstrak.
Jagung merupakan salah satu komiditi tanaman pangan yang dapat mengambil peran dalam pembangunan sektor pertanian di Indonesia dan memiliki kontribusi meningkatkan pendapatan negara salah satu upaya dalam meningkatkan pendapatan masyarakat di Indonesia atas pengembangan terhadap sektor pertanian.
Karena pertanian jagung dalam proses pengelola dilakukan secara sederhana hal ini menjadi sumber mata pencaharian utama masyarakat di Desa Rajamandala Kulon.
Untuk mengukur seberapa besar pengaruh dari masing– masing variabel independen terhadap variabel dependen (pendapatan), penelitian menggunakan metode regresi linear berganda, menggunakan sofware E-views 10.
Populasi yang digunakan 28 petani jagung yang ada di Desa Rajamandala Kulon, Kecamatan Cipatat, Kabupaten Bandung Barat.
Kemudian, variabel dependen yaitu pendapatan dan variabel independen yaitu luas lahan, pupuk, pestisida, benih, tenaga kerja, dan harga output (jagung) Hasil penelitian menunjukkan bahwa variabel independen (luas lahan, pupuk, pestisida, benih, tenaga kerja, dan harga output (jagung) berpengaruh secara serempak (uji F) terhadap pendapatan dengan probablitias f-statistic sebesar 0,000 pada alpha sebesar 5%.
Secara parsial (uji T), variabel X1 (Luas Lahan) berpengaruh signifikan terhadap Y (pendapatan), dan variabel Pupuk (X2), Pestisida (X3), Benih (X4), Tenaga Kerja (X5) dan Harga Output (X6) tidak berpengaruh singifikan terhadap pendapatan.
Dari hasil regresi didapatkan nilai R-Squared sebesar 0,952926 yang artinya variasi variabel Y (pendapatan) dapat dijelaskan bahwa variasi variabel independen yaitu luas lahan, pupuk, pestisida, benih, tenaga kerja, dan harga output (jagung) sebesar 95,3% dan sisanya sebesar 4,7% dijelaskan oleh faktor lain yang tidak dimasukkan kedalam model.

Related Results

FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MORTALITAS PADA PASIEN DENGAN FRAKTUR COSTA: Literature Review
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MORTALITAS PADA PASIEN DENGAN FRAKTUR COSTA: Literature Review
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MORTALITAS PADA PASIEN DENGAN FRAKTUR COSTA: Literature  Review Anna Tri Wahyuni1), Masfuri2),  Liya Arista3)1,2,3 Fakultas Ilmu Keperawatan Univers...
KECEMASAN SAAT PANDEMI COVID 19: LITERATUR REVIEW Hardiyati, Efri Widianti, Taty Hernawaty Departemen Keperawatan Jiwa Poltekkes Kemenkes Mamuju Sulbar, Universitas Pad...
KAJIAN EKONOMI RUMAHTANGGA PETANI PADI DI KABUPATEN KAMPAR PROVINSI RIAU
KAJIAN EKONOMI RUMAHTANGGA PETANI PADI DI KABUPATEN KAMPAR PROVINSI RIAU
Kajian ekonomi rumahtangga petani meliputi pembahasan tentang rumahtangga petani dari aspek produksi dan konsumsi yang dilakukan secara simultan. Penelitian ini bertujuan untuk men...
KELAYAKAN USAHATANI JAGUNG HIBRIDA DI KABUPATEN MUNA PROVINSI SULAWESI TENGGARA
KELAYAKAN USAHATANI JAGUNG HIBRIDA DI KABUPATEN MUNA PROVINSI SULAWESI TENGGARA
<p>Feasibility Study of Hybrid Maize Farming in Muna District Southeast Sulawesi Province. Maize harvest area in 2015 in Muna District was 13,159 ha with the production by 32...
A Analisis Komparatif Pendapatan Usaha Tani Jagung Manis Dan Usaha Tani Jagung Pipil Di Kecamatan Singkawang Selatan
A Analisis Komparatif Pendapatan Usaha Tani Jagung Manis Dan Usaha Tani Jagung Pipil Di Kecamatan Singkawang Selatan
Jagung memiliki peran yang penting bagi ekonomi nasional tidak hanya di perdesaan tetapi juga di perkotaan. Pemilihan lokasi dalam usahtani jagung manis dan usahatani jagung pipil ...
ANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PENDAPATAN USAHATANI JAGUNG DI KABUPATEN MUNA
ANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PENDAPATAN USAHATANI JAGUNG DI KABUPATEN MUNA
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pendapatan usahatani jagung di Kabupaten Muna.  Penelitian ini menggunakan data cross section yaitu data yang menggambarkan keadaan pada...
E EFISIENSI PRODUKSI USAHA TANI JAGUNG PIPIL DI KABUPATEN LIMA PULUH KOTA SUMATERA BARAT
E EFISIENSI PRODUKSI USAHA TANI JAGUNG PIPIL DI KABUPATEN LIMA PULUH KOTA SUMATERA BARAT
ABSTRACK This study aims to determine the technical application of shelled maize cultivation in Lima Puluh Kota Regency, to analyze peanut farming in Lima Puluh Kota Regency,...
ANALISIS USAHATANI JAGUNG MANIS (Zea mays) DI DESA DALUNG KECAMATAN KUTA UTARA KABUPATEN BADUNG
ANALISIS USAHATANI JAGUNG MANIS (Zea mays) DI DESA DALUNG KECAMATAN KUTA UTARA KABUPATEN BADUNG
Salah satu komoditas yang diusahakan oleh petani sejak lima tahun terakhir di Desa Dalung Kecamatan Kuta Utara Kabupaten Badung dalam upaya mewujudkan ketahan pangan  seperti tertu...

Back to Top