Javascript must be enabled to continue!
UJI TOKSISITAS EKSTRAK Baccaurea lanceolata TERHADAP Artemia salina Leach DENGAN METODE BSLT
View through CrossRef
Limpasu (Baccaurea lanceolata) secara empiris memiliki khasiat untuk mengobati demam, diare, dan kesehatan kulit. Pemakaian dengan jumlah yang melebihi batas takaran dapat menyebabkan keracunan (ketoksikan), sehingga harus diuji untuk memastikan keamanannya dengan melakukan uji toksisitas ekstrak etanol kulit buah limpasu. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui nilai Lethal Concentration 50 (LC50) ekstrak etanol kulit buah limpasu terhadap larva udang Artemia salina Leach. Penelitian yang dilakukan adalah penelitian eksperimental dengan tahapan antara lain: pembuatan simplisia, determinasi tumbuhan, ekstraksi, skrining fitokimia, pembuatan larutan seri dengan konsentrasi 0 sebagai kontrol (negatif), 100,150, 200 dan 250 ppm. Pengujian dilakukan dengan metode Brine Shrimp Lethality Test (BSLT) menggunakan larva udang yang berumur 24 jam dan dibagi dalam 5 kelompok pengujian. Tiap kelompok pengujian terdiri dari 10 ekor larva dengan 3 kali pengulangan. Analisis data dari hasil uji toksisitas menggunakan metode analisis probit untuk menghitung LC50. Hasil penelitian yang didapat menunjukkan bahwa ekstrak etanol kulit buah limpasu mengandung senyawa alkaloid, flavonoid dan triterpenoid. Pada hasil uji toksisitas diperoleh dengan nilai LC50 sebesar 254,97 µg/mL sehingga ekstrak etanol kulit buah limpasu termasuk dalam kategori toksik terhadap larva udang Artemia salina Leach.
Title: UJI TOKSISITAS EKSTRAK Baccaurea lanceolata TERHADAP Artemia salina Leach DENGAN METODE BSLT
Description:
Limpasu (Baccaurea lanceolata) secara empiris memiliki khasiat untuk mengobati demam, diare, dan kesehatan kulit.
Pemakaian dengan jumlah yang melebihi batas takaran dapat menyebabkan keracunan (ketoksikan), sehingga harus diuji untuk memastikan keamanannya dengan melakukan uji toksisitas ekstrak etanol kulit buah limpasu.
Tujuan penelitian ini untuk mengetahui nilai Lethal Concentration 50 (LC50) ekstrak etanol kulit buah limpasu terhadap larva udang Artemia salina Leach.
Penelitian yang dilakukan adalah penelitian eksperimental dengan tahapan antara lain: pembuatan simplisia, determinasi tumbuhan, ekstraksi, skrining fitokimia, pembuatan larutan seri dengan konsentrasi 0 sebagai kontrol (negatif), 100,150, 200 dan 250 ppm.
Pengujian dilakukan dengan metode Brine Shrimp Lethality Test (BSLT) menggunakan larva udang yang berumur 24 jam dan dibagi dalam 5 kelompok pengujian.
Tiap kelompok pengujian terdiri dari 10 ekor larva dengan 3 kali pengulangan.
Analisis data dari hasil uji toksisitas menggunakan metode analisis probit untuk menghitung LC50.
Hasil penelitian yang didapat menunjukkan bahwa ekstrak etanol kulit buah limpasu mengandung senyawa alkaloid, flavonoid dan triterpenoid.
Pada hasil uji toksisitas diperoleh dengan nilai LC50 sebesar 254,97 µg/mL sehingga ekstrak etanol kulit buah limpasu termasuk dalam kategori toksik terhadap larva udang Artemia salina Leach.
Related Results
SIFAT ANTIOKSIDATIF EKSTRAK TEH (Camellia sinensis Linn.) JENIS TEH HIJAU, TEH HITAM, TEH OOLONG DAN TEH PUTIH DENGAN PENGERINGAN BEKU (Freeze Drying)
SIFAT ANTIOKSIDATIF EKSTRAK TEH (Camellia sinensis Linn.) JENIS TEH HIJAU, TEH HITAM, TEH OOLONG DAN TEH PUTIH DENGAN PENGERINGAN BEKU (Freeze Drying)
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sifat antioksidatif ekstrak teh (Camellia sinensis Linn.) jenis teh hijau, teh hitam, teh oolong dan teh putih dengan pengeringan beku (Fr...
Uji Toksisitas Ekstrak Daun Cassava Terhadap Larva Artemia salina Leach dengan Metode Brine Shrimp Lethality Test
Uji Toksisitas Ekstrak Daun Cassava Terhadap Larva Artemia salina Leach dengan Metode Brine Shrimp Lethality Test
Daun cassava (singkong; Manihot esculenta) merupakan salah satu bahan tanaman yang memiliki potensi untuk dikembangkan sebagai obat herbal. Penelitian ini bertujuan mengetahui nila...
Skrining Fitokimia Dan Uji Toksisitas Ekstrak Akar Jeruk Nipis (Citrus aurantifolia) Dengan Metode Brine Shrimp Lethality Test (BSLT)
Skrining Fitokimia Dan Uji Toksisitas Ekstrak Akar Jeruk Nipis (Citrus aurantifolia) Dengan Metode Brine Shrimp Lethality Test (BSLT)
Jeruk nipis (Citrus aurantifolia) adalah salah satu sumber senyawa bioaktif yang berasal dari Wilayah Tumbang Kunyi provinsi Kalimantan Tengah yang berpotensi sebagai antikanker. M...
Uji Toksisitas Ekstrak Batang Pinang Yaki (Areca vestiaria) pada Artemia salina Leach.
Uji Toksisitas Ekstrak Batang Pinang Yaki (Areca vestiaria) pada Artemia salina Leach.
AbstrakEfek toksisitas pinang yaki (Areca vestaria) sebagai tumbuhan obat potensial perlu diuji untuk mengetahui ambang batas penggunaannya. Penelitian ini bertujuan untuk menguji ...
DISTRIBUTION, MORPHOLOGICAL VARIATION AND NEW VARIETY OF BACCAUREA ANGULATA MERR. (PHYLLANTHACEAE)
DISTRIBUTION, MORPHOLOGICAL VARIATION AND NEW VARIETY OF BACCAUREA ANGULATA MERR. (PHYLLANTHACEAE)
Gunawan, Tatik Chikmawati, Sobir & Sulistijorini.2018. Distribusi, Variasi Morfologi dan Varietas Baru dari Baccaurea angulata Merr. (Phyllanthaceae). Floribunda 6(1): 1–11. — ...
IBRE-LEACH: Improving The Performance of The BRE-LEACH For Wireless Sensor Networks
IBRE-LEACH: Improving The Performance of The BRE-LEACH For Wireless Sensor Networks
Abstract
Wireless Sensor Networks (WSNs) are extensively used in diferent areas and especially in severe and harsh environments such as battlegrounds, volcanic areas, healt...
BIOCOMPATIBILITY, CYTOTOXICITY AND PHYTOCHEMICAL ANALYSIS OF PLANTAGO LANCEOLATA L. AERIAL EXTRACTS: IN VITRO AND IN VIVO STUDY
BIOCOMPATIBILITY, CYTOTOXICITY AND PHYTOCHEMICAL ANALYSIS OF PLANTAGO LANCEOLATA L. AERIAL EXTRACTS: IN VITRO AND IN VIVO STUDY
Plantago lanceolata L. is classified as Plantaginaceae family. Its bioactive properties have been documented in scientific literature, suggesting its efficacy in therapeutic interv...
ECOSYSTEM OF KULUNDINSKOE LAKE IN THE PERIOD OF DEMINERALIZATION
ECOSYSTEM OF KULUNDINSKOE LAKE IN THE PERIOD OF DEMINERALIZATION
Research on hyperhaline lakes began in 1977. Commercial interest to Artemia (at the stage of cysts) as a starting feed for hydrobionts served as the basis for monitoring of hyper h...

