Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

PERUNDUNGAN SIBER SEBAGAI PRAKTIK KEJAHATAN BERBAHASA DALAM AKUN INSTAGRAM PUAN MAHARANI

View through CrossRef
Cyberbullying can be experienced by anyone, including one Indonesian female politician, namely Puan Maharani. This study aims to describe the forms and patterns of cyberbullying as a practice of language crimes against Puan Maharani on Instagram and to describe the legal potential for cyberbullying. This research uses a qualitative approach with a forensic linguistic. The data were collected using documentation technique and analyzed using Milles & Huberman analysis model on the utterances indicated to contain language crime practices. The results of the study show that in the accounts of Indonesian female politicians, namely Puan Maharani, there are comments that contain cyberbullying as a practice of language crimes. The forms of   bullying are flaming, harassment, and denigration. The cyberbullying carried out by netizens, even though it contains elements of insult and defamation, cannot be prosecuted. This is because bullying on social media is a complaint offense so if a party feels aggrieved and reports it to the police, then the case can be legally processed.Perundungan siber dapat dialami oleh siapa saja, termasuk salah satu politikus perempuan Indonesia, Puan Maharani. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bentuk dan pola perundungan siber sebagai praktik kejahatan berbahasa terhadap Puan Maharani di Instagram serta mendeskripsikan potensi hukumnya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan ancangan linguistik forensik. Data dikumpulkan dengan teknik dokumentasi dan dianalisis dengan model analisis Milles & Huberman pada tuturan yang terindikasi mengandung praktik kejahatan berbahasa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dalam akun Puan Maharani terdapat komentar-komentar yang mengandung perundungan siber sebagai praktik kejahatan berbahasa. Bentuk perundungannyanya berupa flaming, harassment, dan denigration. Perundungan siber yang dilakukan oleh warganet tersebut walaupun mengandung unsur penghinaan dan pencemaran nama baik, tetapi tidak dapat diproses hukum. Hal ini dikarenakan perundungan di media sosial merupakan delik aduan sehingga apabila ada pihak yang merasa dirugikan dan melapor kepada polisi, baru kasus tersebut dapat diproses secara hukum.
Title: PERUNDUNGAN SIBER SEBAGAI PRAKTIK KEJAHATAN BERBAHASA DALAM AKUN INSTAGRAM PUAN MAHARANI
Description:
Cyberbullying can be experienced by anyone, including one Indonesian female politician, namely Puan Maharani.
This study aims to describe the forms and patterns of cyberbullying as a practice of language crimes against Puan Maharani on Instagram and to describe the legal potential for cyberbullying.
This research uses a qualitative approach with a forensic linguistic.
The data were collected using documentation technique and analyzed using Milles & Huberman analysis model on the utterances indicated to contain language crime practices.
The results of the study show that in the accounts of Indonesian female politicians, namely Puan Maharani, there are comments that contain cyberbullying as a practice of language crimes.
The forms of   bullying are flaming, harassment, and denigration.
The cyberbullying carried out by netizens, even though it contains elements of insult and defamation, cannot be prosecuted.
This is because bullying on social media is a complaint offense so if a party feels aggrieved and reports it to the police, then the case can be legally processed.
Perundungan siber dapat dialami oleh siapa saja, termasuk salah satu politikus perempuan Indonesia, Puan Maharani.
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bentuk dan pola perundungan siber sebagai praktik kejahatan berbahasa terhadap Puan Maharani di Instagram serta mendeskripsikan potensi hukumnya.
Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan ancangan linguistik forensik.
Data dikumpulkan dengan teknik dokumentasi dan dianalisis dengan model analisis Milles & Huberman pada tuturan yang terindikasi mengandung praktik kejahatan berbahasa.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa dalam akun Puan Maharani terdapat komentar-komentar yang mengandung perundungan siber sebagai praktik kejahatan berbahasa.
Bentuk perundungannyanya berupa flaming, harassment, dan denigration.
Perundungan siber yang dilakukan oleh warganet tersebut walaupun mengandung unsur penghinaan dan pencemaran nama baik, tetapi tidak dapat diproses hukum.
Hal ini dikarenakan perundungan di media sosial merupakan delik aduan sehingga apabila ada pihak yang merasa dirugikan dan melapor kepada polisi, baru kasus tersebut dapat diproses secara hukum.

Related Results

Strategi Penyampaian Pesan Dakwah Melalui Konten Visual di Instagram
Strategi Penyampaian Pesan Dakwah Melalui Konten Visual di Instagram
Abstract. Social media is now an important platform in disseminating information, especially da'wah. Instagram as one of the social media that is now almost used by all groups, has...
Optimalisasi Instagram sebagai Media Dakwah
Optimalisasi Instagram sebagai Media Dakwah
Abstract: Instagram is a part of mass communication and social networking that requires internet access to upload content. Instagram has several features that can be utilized by da...
Siber Savaşta Mütekabiliyet
Siber Savaşta Mütekabiliyet
Yirminci yüzyılda hızla gelişen yarı iletken teknolojilerin gündelik hayatımıza hızlı bir şekilde entegre olması, bilginin işlenmesi ve yönetiminde kullanılan altyapı değişiklikler...
APA CARA-CARA TERBAIK MENCEGAH PERUNDUNGAN DI SEKOLAH
APA CARA-CARA TERBAIK MENCEGAH PERUNDUNGAN DI SEKOLAH
Semua 50 negara bagian di Amerika Serikat mewajibkan sekolah untuk memiliki kebijakan pencegahan perundungan. Tetapi kebijakan itu sendiri belumlah cukup. Meskipun ada kewajiban it...
Dampak Penggunaan Teknologi Internet Melalui Tiktok Akun Gosip Terhadap Etika Berbahasa
Dampak Penggunaan Teknologi Internet Melalui Tiktok Akun Gosip Terhadap Etika Berbahasa
Teknologi internet telah memberikan kemudahan dalam mengakses berbagai platform, salah satunya adalah media sosial TikTok terutama pada akun gosip. Aplikasi ini dapat menampilkan b...
Literasi Media Digital: Efektivitas Akun Instagram @infobandungraya Terhadap Pemenuhan Kebutuhan Informasi Followers
Literasi Media Digital: Efektivitas Akun Instagram @infobandungraya Terhadap Pemenuhan Kebutuhan Informasi Followers
Instagram yang awalnya hanya digunakan untuk membagikan foto dan video, saat ini Instagram bisa dijadikan para pengguna sebagai media untuk membagikan berita. Dengan Instagram, mas...
Penggunaan Fantasy Themes Tentang Pemberdayaan Perempuan Generasi Muda Melalui Media Digital di Komunitas ‘Puan Bisa’
Penggunaan Fantasy Themes Tentang Pemberdayaan Perempuan Generasi Muda Melalui Media Digital di Komunitas ‘Puan Bisa’
The online community 'Puan Bisa' is a women-specific community that has the goal of empowering women, especially young women by utilizing symbolic fantasy in digital communication....
Edukasi pencegahan tindak perundungan (bullying) pada siswa sekolah dasar
Edukasi pencegahan tindak perundungan (bullying) pada siswa sekolah dasar
Penggunaan kekuatan untuk menyakiti seseorang atau sekelompok orang secara verbal, fisik, atau psikologis dikenal sebagai perundungan. Perundungan sendiri dapat menyebabkan ganggua...

Back to Top