Javascript must be enabled to continue!
KEBIASAAN MAKAN IKAN LAYUR (Lepturacanthus savala Cuvier 1829) YANG DIDARATKAN DI PANTAI PANGANDARAN
View through CrossRef
Ikan layur (Lepturacanthus savala) menjadi salah satu ikan yang diminati masyarakat. Hal tersebut dapat mendorong penangkapan secara berlebihan (overfishing) sehingga dikhawatirkan dapat mempengaruhi populasi ikan layur. Maka diperlukan pengelolaan sumber daya ikan layur untuk menjaga kelestarian populasi ikan layur tersebut. Melakukan pengkajian terhadap aspek biologi ikan seperti kebiasaan makan dapat menjadi salah satu upaya awal dalam menentukan sistem pengelolaan sumber daya ikan layur. Karena makanan adalah salah satu faktor penting yang dapat mempengaruhi banyak aspek. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kebiasaan makan ikan layur hasil tangkapan nelayan yang didaratkan di Pantai Timur Pangandaran meliputi panjang usus relatif, indeks bagian terbesar dan tingkat trofik. Pengambilan ikan menggunakan metode sampling dengan teknik pengambilan secara acak. Terdapat 84 sampel ikan layur pada musim hujan dan 96 sampel ikan pada musim kemarau. Setiap sampel ikan diukur panjang total dan berat tubuhnya, kemudian dilakukan pembedahan. Saluran pencernaan diambil dan diukur panjangnya serta diamati komposisi jenis makanannya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ikan layur memiliki panjang usus relatif berkisar antara 0,2 – 0,4 mm. Komposisi makanan ikan layur pada musim hujan terdiri dari ikan tembang kecil sebesar 88,04% sebagai makanan utama dan udang kecil sebesar 11,96% sebagai makanan pelengkap, sedangkan pada musim kemarau terdiri dari ikan tembang kecil sebesar 91,31% sebagai makanan utama, ikan teri sebesar 6,30% sebagai makanan pelengkap dan udang kecil sebesar 2,38% sebagai makanan tambahan. Ikan layur merupakan ikan karnivora dengan nilai tingkat trofik 4,0.
Universitas Mataram
Title: KEBIASAAN MAKAN IKAN LAYUR (Lepturacanthus savala Cuvier 1829) YANG DIDARATKAN DI PANTAI PANGANDARAN
Description:
Ikan layur (Lepturacanthus savala) menjadi salah satu ikan yang diminati masyarakat.
Hal tersebut dapat mendorong penangkapan secara berlebihan (overfishing) sehingga dikhawatirkan dapat mempengaruhi populasi ikan layur.
Maka diperlukan pengelolaan sumber daya ikan layur untuk menjaga kelestarian populasi ikan layur tersebut.
Melakukan pengkajian terhadap aspek biologi ikan seperti kebiasaan makan dapat menjadi salah satu upaya awal dalam menentukan sistem pengelolaan sumber daya ikan layur.
Karena makanan adalah salah satu faktor penting yang dapat mempengaruhi banyak aspek.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kebiasaan makan ikan layur hasil tangkapan nelayan yang didaratkan di Pantai Timur Pangandaran meliputi panjang usus relatif, indeks bagian terbesar dan tingkat trofik.
Pengambilan ikan menggunakan metode sampling dengan teknik pengambilan secara acak.
Terdapat 84 sampel ikan layur pada musim hujan dan 96 sampel ikan pada musim kemarau.
Setiap sampel ikan diukur panjang total dan berat tubuhnya, kemudian dilakukan pembedahan.
Saluran pencernaan diambil dan diukur panjangnya serta diamati komposisi jenis makanannya.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa ikan layur memiliki panjang usus relatif berkisar antara 0,2 – 0,4 mm.
Komposisi makanan ikan layur pada musim hujan terdiri dari ikan tembang kecil sebesar 88,04% sebagai makanan utama dan udang kecil sebesar 11,96% sebagai makanan pelengkap, sedangkan pada musim kemarau terdiri dari ikan tembang kecil sebesar 91,31% sebagai makanan utama, ikan teri sebesar 6,30% sebagai makanan pelengkap dan udang kecil sebesar 2,38% sebagai makanan tambahan.
Ikan layur merupakan ikan karnivora dengan nilai tingkat trofik 4,0.
Related Results
Biologi Reproduksi Ikan Layur (Trichiurus lepturus Linnaeus, 1758) di Teluk Palabuhanratu, Sukabumi, Jawa Barat
Biologi Reproduksi Ikan Layur (Trichiurus lepturus Linnaeus, 1758) di Teluk Palabuhanratu, Sukabumi, Jawa Barat
Ikan layur merupakan salah satu ikan ekonomis penting dan telah menjadi komoditas ekspor. Permintaan yang terus meningkat menyebabkan peningkatan upaya penangkapan yang dapat menga...
Pengolahan Ikan di Kabupaten Bantaeng
Pengolahan Ikan di Kabupaten Bantaeng
UKM Melati dan UKM Sipatujui adalah dua mitra yang bergerak dalam bidang pengolahan ikan di Kabupaten Bantaeng. Kedua mitra selama ini hanya mengembangkan kerupuk amplang dan bakso...
Margin Pemasaran Ikan di Kecamatan Insana Utara Kabupaten Timor Tengah Utara
Margin Pemasaran Ikan di Kecamatan Insana Utara Kabupaten Timor Tengah Utara
Penelitian bertujuan untuk mengetahui 1) fungsi-fungsi pemasaran yang dilakukan nelayan dan pedagang perantara; 2) saluran pemasaran ikan; dan 3) margin pemasaran ikan. Metode anal...
KERAGAAN PEMIJAHAN BUATAN ANTARA IKAN PATIN SIAM (Pangasianodon hypophthalmus) BETINA DAN IKAN PATIN JAMBAL (Pangasius djambal) JANTAN DAN IKAN PATIN NASUTUS (Pangasius nasutus) JANTAN
KERAGAAN PEMIJAHAN BUATAN ANTARA IKAN PATIN SIAM (Pangasianodon hypophthalmus) BETINA DAN IKAN PATIN JAMBAL (Pangasius djambal) JANTAN DAN IKAN PATIN NASUTUS (Pangasius nasutus) JANTAN
Upaya pengembangan budidaya ikan patin jambal (Pangasius djambal) dan ikan patin nasutus (P. nasutus) sebagai komoditas ekspor ikan patin daging putih sulit direalisasikan, karena ...
Identifikasi Kesesuaian Atraksi Wisata Pantai Berdasarkan Daya Tampung dan Daya Dukung
Identifikasi Kesesuaian Atraksi Wisata Pantai Berdasarkan Daya Tampung dan Daya Dukung
Abstract. Pangandaran Beach has various kinds of tourist attractions such as beach recreation areas, watersport, swimming, snorkeling, mangrove tourism and camping, but these touri...
Penegakan Hukum terhadap Bangunan di Wilayah Pesisir Pantai Batukaras Kabupaten Pangandaran Dihubungkan dengan Kearifan Lokal
Penegakan Hukum terhadap Bangunan di Wilayah Pesisir Pantai Batukaras Kabupaten Pangandaran Dihubungkan dengan Kearifan Lokal
Abstrak- Wilayah pesisir pantai merupakan wilayah yang rentan terhadap perubahan, baik perubahan tersebut yang disebabkan oleh alam itu sendiri maupun oleh perbuatan manusia, oleh ...
Pemanfaatan Limbah Pelelangan Ikan Jembatan Puri Di Kota Sorong Sebagai Bahan Pembuatan Tepung Ikan
Pemanfaatan Limbah Pelelangan Ikan Jembatan Puri Di Kota Sorong Sebagai Bahan Pembuatan Tepung Ikan
Kegiatan pelelangan ikan di TPI Jembatan Puri atau PPI Klaligi berlangsung setiap hari demikian juga dengan limbah hasil pelelangan ikan sebagai hasil sampingan terbuang ke daerah ...
PENGARUH INTENSITAS CAHAYA TERHADAP KUALITAS IKAN KERING DENGAN METODE EFEK RUMAH KACA DI PELABUHAN PERIKANAN PANTAI TEGALSARI
PENGARUH INTENSITAS CAHAYA TERHADAP KUALITAS IKAN KERING DENGAN METODE EFEK RUMAH KACA DI PELABUHAN PERIKANAN PANTAI TEGALSARI
Produksi ikan yang melimpah di daerah laut utara jawa membutuhkan penanganan pasca yang ekstensif untuk menjaga kualitas ikan. Oleh sebab itu, hasil tangkapan di Tempat Pelelangan ...

