Javascript must be enabled to continue!
Uji Resistensi Beberapa Klon Kentang Terhadap Penyakit Hawar Daun (Phythopthora infestans)
View through CrossRef
One of the important disease on potato late blight disease is caused by a fungus Phythopthora infestans (Mont.) de Bery. Damage by leaf blight disease can lead to decrease in the yield between 10-100%. The purpose of this study is to get 27 new varieties of potato clone accession numbers from crosses that have resistance to leaf blight disease Phythopthora infestans (Mont.) de Bery. Design Randomized trial method using group, treatment consisted of 27 clones of potato varieties from crosses with three comparators are Granola, Atlantic and Jasper. Was repeated twice. The results showed that the magnitude of the intensity of the attack on the last observation is converted to the level of resistance is known from 27 potato clones from crosses that were tested, there were six resistant clones that include the PT-04, AP-03, PT-03, AP-04, AP-07 and PT-02 with disease incidence between 9.70 to 18.33%, the four clones is somewhat resistant clone PT-01, PT-06, AP-08 and AP-02 with disease incidence between 20.48 to 37.50 %, while the other clones is somewhat fragile and susceptible to disease Phythopthora infestans (Mont.) de Bery.Salah satu penyakit penting pada kentang adalah penyakit hawar daun yang disebabkan oleh jamur Phythopthora infestans (Mont.) de Bery. Kerusakan oleh penyakit hawar daun ini dapat mengakibatkan penurunan hasil antara 10-100%. Tujuan penelitian ini adalah mendapatkan varietas baru dari 27 nomor aksesi klon kentang hasil persilangan yang memiliki ketahanan terhadap penyakit hawar daun Phythopthora infestans (Mont.) de Bery. Metode percobaan menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK), perlakuan terdiri dari 27 klon kentang hasil persilangan dengan tiga varietas pembanding yaitu Granola, Atlantik dan Jasper. Diulang sebanyak dua kali. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari besarnya intensitas serangan pada pengamatan terakhir yang dikonversikan ketingkat ketahanan diketahui dari 27 klon kentang hasil persilangan yang diuji, terdapat enam klon yang termasuk resisten yaitu PT-04, AP-03, PT-03, AP-04, AP-07 dan PT-02 dengan kejadian penyakit antara 9,70-18,33 %, empat klon agak resisten yaitu klon PT- 01, PT-06, AP-08 dan AP-02 dengan kejadian penyakit antara 20,48-37,50 %, sedangkan klon lainnya agak rentan dan rentan terhadap penyakit Phythopthora infestans (Mont.) de Bery.Keywords: resistance, Phythopthora infestans (Mont.) de Bery, potato clone.
Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT)
Title: Uji Resistensi Beberapa Klon Kentang Terhadap Penyakit Hawar Daun (Phythopthora infestans)
Description:
One of the important disease on potato late blight disease is caused by a fungus Phythopthora infestans (Mont.
) de Bery.
Damage by leaf blight disease can lead to decrease in the yield between 10-100%.
The purpose of this study is to get 27 new varieties of potato clone accession numbers from crosses that have resistance to leaf blight disease Phythopthora infestans (Mont.
) de Bery.
Design Randomized trial method using group, treatment consisted of 27 clones of potato varieties from crosses with three comparators are Granola, Atlantic and Jasper.
Was repeated twice.
The results showed that the magnitude of the intensity of the attack on the last observation is converted to the level of resistance is known from 27 potato clones from crosses that were tested, there were six resistant clones that include the PT-04, AP-03, PT-03, AP-04, AP-07 and PT-02 with disease incidence between 9.
70 to 18.
33%, the four clones is somewhat resistant clone PT-01, PT-06, AP-08 and AP-02 with disease incidence between 20.
48 to 37.
50 %, while the other clones is somewhat fragile and susceptible to disease Phythopthora infestans (Mont.
) de Bery.
Salah satu penyakit penting pada kentang adalah penyakit hawar daun yang disebabkan oleh jamur Phythopthora infestans (Mont.
) de Bery.
Kerusakan oleh penyakit hawar daun ini dapat mengakibatkan penurunan hasil antara 10-100%.
Tujuan penelitian ini adalah mendapatkan varietas baru dari 27 nomor aksesi klon kentang hasil persilangan yang memiliki ketahanan terhadap penyakit hawar daun Phythopthora infestans (Mont.
) de Bery.
Metode percobaan menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK), perlakuan terdiri dari 27 klon kentang hasil persilangan dengan tiga varietas pembanding yaitu Granola, Atlantik dan Jasper.
Diulang sebanyak dua kali.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari besarnya intensitas serangan pada pengamatan terakhir yang dikonversikan ketingkat ketahanan diketahui dari 27 klon kentang hasil persilangan yang diuji, terdapat enam klon yang termasuk resisten yaitu PT-04, AP-03, PT-03, AP-04, AP-07 dan PT-02 dengan kejadian penyakit antara 9,70-18,33 %, empat klon agak resisten yaitu klon PT- 01, PT-06, AP-08 dan AP-02 dengan kejadian penyakit antara 20,48-37,50 %, sedangkan klon lainnya agak rentan dan rentan terhadap penyakit Phythopthora infestans (Mont.
) de Bery.
Keywords: resistance, Phythopthora infestans (Mont.
) de Bery, potato clone.
Related Results
Uji Kualitas Umbi Beberapa Klon Kentang untuk Keripik
Uji Kualitas Umbi Beberapa Klon Kentang untuk Keripik
Penelitian bertujuan menguji komponen kualitas dari beberapa klon kentang hasil seleksi untuk keripik. Penelitian dilakukan mulai bulan Juli sampai dengan September 2010 menggunaka...
Kekerabatan Genetik 50 Klon Kina (Cinchona ledgeriana) Berdasarkan Karakter Morfologi pada Fase Tanaman Belum Menghasilkan (TBM)
Kekerabatan Genetik 50 Klon Kina (Cinchona ledgeriana) Berdasarkan Karakter Morfologi pada Fase Tanaman Belum Menghasilkan (TBM)
Kina (Cinchona) merupakan tanaman yang banyak dibudidayakan di Indonesia karena memiliki kandungan alkaloid, kinin sulfat, dan saponin yang baik untuk kesehatan manusia. Untuk mera...
EFEKTIVITAS FUNGISIDA BAHAN AKTIF MANKOZEB UNTUK MENGENDALIKAN HAWAR DAUN KENTANG (Phytopthora infestans)
EFEKTIVITAS FUNGISIDA BAHAN AKTIF MANKOZEB UNTUK MENGENDALIKAN HAWAR DAUN KENTANG (Phytopthora infestans)
Penelitian ini adalah untuk mengetahui tingkat efektifitas fungisida berbahan aktif mankozeb 80% terhadap serangan patogen Phythopthora infestans pada kentang. Penelitian ini dilak...
Potensi Kayu Berbagai Klon Eukaliptusdi HTI PT Toba Pulp Lestari, Tbk Sektor Aek Nauli Kabupaten Simalungun
Potensi Kayu Berbagai Klon Eukaliptusdi HTI PT Toba Pulp Lestari, Tbk Sektor Aek Nauli Kabupaten Simalungun
Abstrak :
Masalah peningkatan potensi kayu di Hutan Tanaman Industri adalah hal yang sangat kritis karena berhubungan dengan potensi keuntungan yang akan diperoleh ol...
Kendala Adopsi Benih Bersertifikat untuk Usahatani Kentang
Kendala Adopsi Benih Bersertifikat untuk Usahatani Kentang
<p><strong>English</strong><br />Most potato farmers in Indonesia do not adopt certified potato seed. Relatively expensive price of certified seed is the ma...
PENGARUH KLON TERHADAP INTENSITAS HAMA DAN PENYAKIT PENTING PADA TANAMAN UBI KAYU (Manihot esculenta Crantz.) DI LAMPUNG TENGAH
PENGARUH KLON TERHADAP INTENSITAS HAMA DAN PENYAKIT PENTING PADA TANAMAN UBI KAYU (Manihot esculenta Crantz.) DI LAMPUNG TENGAH
Ubi kayu (Manihot esculenta Crantz) merupakan tanaman pangan penting di Indonesia, namun setiap tahunnya produksi ubi kayu cenderung menurun yang dapat terjadi akibat faktor hama m...
Taksasi Taksasi Setek Sembilan Calon Klon Unggul Baru Teh (Camellia sinensis Var. Assamica)
Taksasi Taksasi Setek Sembilan Calon Klon Unggul Baru Teh (Camellia sinensis Var. Assamica)
Pusat Penelitian Teh dan Kina (PPTK) memiliki sembilan calon klon unggul baru yang diperkirakan memiliki potensi hasil yang cukup tinggi. Tujuan dari penelitian ini adalah memperol...
Respon Klon-Klon Ubi Kayu terhadap Produksi Ubi dan Kadar Pati di Lahan Kering
Respon Klon-Klon Ubi Kayu terhadap Produksi Ubi dan Kadar Pati di Lahan Kering
Penelitian ini bertujuan mengetahui nilai tengah karakter agronomi pada klon ubi kayu yang lebih baik dibandingkan dengan klon UJ3 dan UJ5, Percobaan A dan B menggunakan rancangan ...

