Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

Pengaruh Gaya Kepemimpinan Gembala Terhadap Pertumbuhan Spiritual Quotient Generasi Z

View through CrossRef
Leadership is integral to the structure and functioning of a church organization. A spiritual leader—such as a pastor—plays a crucial and strategic role in pastoral care, significantly impacting the spiritual growth of the congregation they serve. A congregation comprises individuals from diverse generational groups, each with varying levels of spiritual intelligence (Spiritual Quotient), which a leader must consider when determining their approach to pastoral leadership. One key factor contributing to an individual's spiritual intelligence is personal spiritual experience. This suggests that spiritual growth often originates internally (from the "inside out"), as each person engages with their own unique experiences of God. Meanwhile, the pastor as a spiritual leader serves as an external influence, facilitating opportunities for congregants to encounter spiritual experiences, which in turn foster the growth of their spiritual intelligence.   Keywords: leadership, leader, spiritual intelligence, Spiritual Quotient, Gen Z.   Kepemimpinan tentunya hal yang tidak dapat dipisahkan dalam suatu organisasi gereja. Seorang pemimpin rohani dalam hal ini gembala memiliki peran yang cukup penting dan strategis dalam suatu penggembalaan, secara khusus dalam pertumbuhan kehidupan spiritual dari jemaat yang digembalakannya. Jemaat yang terdiri dari berbagai kelompok generasi dengan tingkat kecerdasan rohani (Spiritual Quotient) yang berbeda-beda menjadi hal yang perlu diperhatikan oleh seorang pemimpin untuk menerapkan gaya kepemimpinan dalam penggembalaannya. Pengalaman spiritual yang dialami secara pribadi menjadi salah satu faktor yang memberi pengaruh terhadap pertumbuhan kecerdasan spiritual seseorang. Hal ini menegaskan bahwa faktor pertumbuhan berasal dari dalam (inside out) karena setiap orang merasakan sendiri pengalaman hidupnya dengan Tuhan. Sementara itu pemimpin rohani dalam hal ini gembala merupakan faktor yang berasal dari luar yang membantu setiap orang untuk dapat mengalami pengalaman spiritual yang pada akhirnya akan meningkatkan kecerdasan spiritual dari seseorang. Kata Kunci: kepemimpinan, pemimpin, kecerdasan spiritual, Spiritual Quotient, generasi Z.
Title: Pengaruh Gaya Kepemimpinan Gembala Terhadap Pertumbuhan Spiritual Quotient Generasi Z
Description:
Leadership is integral to the structure and functioning of a church organization.
A spiritual leader—such as a pastor—plays a crucial and strategic role in pastoral care, significantly impacting the spiritual growth of the congregation they serve.
A congregation comprises individuals from diverse generational groups, each with varying levels of spiritual intelligence (Spiritual Quotient), which a leader must consider when determining their approach to pastoral leadership.
One key factor contributing to an individual's spiritual intelligence is personal spiritual experience.
This suggests that spiritual growth often originates internally (from the "inside out"), as each person engages with their own unique experiences of God.
Meanwhile, the pastor as a spiritual leader serves as an external influence, facilitating opportunities for congregants to encounter spiritual experiences, which in turn foster the growth of their spiritual intelligence.
  Keywords: leadership, leader, spiritual intelligence, Spiritual Quotient, Gen Z.
  Kepemimpinan tentunya hal yang tidak dapat dipisahkan dalam suatu organisasi gereja.
Seorang pemimpin rohani dalam hal ini gembala memiliki peran yang cukup penting dan strategis dalam suatu penggembalaan, secara khusus dalam pertumbuhan kehidupan spiritual dari jemaat yang digembalakannya.
Jemaat yang terdiri dari berbagai kelompok generasi dengan tingkat kecerdasan rohani (Spiritual Quotient) yang berbeda-beda menjadi hal yang perlu diperhatikan oleh seorang pemimpin untuk menerapkan gaya kepemimpinan dalam penggembalaannya.
Pengalaman spiritual yang dialami secara pribadi menjadi salah satu faktor yang memberi pengaruh terhadap pertumbuhan kecerdasan spiritual seseorang.
Hal ini menegaskan bahwa faktor pertumbuhan berasal dari dalam (inside out) karena setiap orang merasakan sendiri pengalaman hidupnya dengan Tuhan.
Sementara itu pemimpin rohani dalam hal ini gembala merupakan faktor yang berasal dari luar yang membantu setiap orang untuk dapat mengalami pengalaman spiritual yang pada akhirnya akan meningkatkan kecerdasan spiritual dari seseorang.
Kata Kunci: kepemimpinan, pemimpin, kecerdasan spiritual, Spiritual Quotient, generasi Z.

Related Results

KEPEMIMPINAN DEMOKRASI PADA MADRASAH
KEPEMIMPINAN DEMOKRASI PADA MADRASAH
Tujuan artikel ini untuk menjelaskan tentang kepemimpinan demokratis yang tepat untuk diterapkan di Madrasah. Masalah yang urgen di madrasah saat ini kepemimpinan belum menunjukkan...
TIPE DAN GAYA KEPEMIMPINAN: SUATU TINJAUAN TEORITIS
TIPE DAN GAYA KEPEMIMPINAN: SUATU TINJAUAN TEORITIS
Tipe dan gaya kepemimpinan sangat berkaitan dengan norma perilaku pada diri seseorang saat mempengaruhi mempengaruhi perilaku orang lain. Tipe dan gaya kepemimpinan  memiliki berb...
Peran Gembala Mencerminkan Sifat Allah Bagi Kehidupan Jemaat
Peran Gembala Mencerminkan Sifat Allah Bagi Kehidupan Jemaat
Pandangan dan Perdebatan tentang Allah selalu menjadi topik yang sering dibahas, terutama konsep-konsep tentang Allah yang bertentangan dengan Alkitab, yang dimana ada konsep tenta...
GAYA KEPEMIMPINAN KEPALA SEKOLAH DALAM MANAJEMEN KURIKULUM DAN KESISWAAN
GAYA KEPEMIMPINAN KEPALA SEKOLAH DALAM MANAJEMEN KURIKULUM DAN KESISWAAN
Gaya kepemimpinan adalah cara pemimpin mempengaruhi bawahannya yang diekspresikan dalam bentuk perilaku atau pola kepribadian. Pemimpin adalah seseorang yang memiliki program dan y...
GAYA KEPEMIMPINAN, KOMUNIKASI DAN KINERJA PEGAWAI PADA DINAS PERHUBUNGAN KABUPATEN BULELENG
GAYA KEPEMIMPINAN, KOMUNIKASI DAN KINERJA PEGAWAI PADA DINAS PERHUBUNGAN KABUPATEN BULELENG
Kinerja organisasi tidak hanya tergantung pada sistem kerja, metode kerja, modal dan teknologi, tetapi sangat tergantung pada kualitas sumber daya manusia. Guna menghasilkan kinerj...
GAYA KEPEMIMPINAN KEPALA DESA DALAM MENINGKATKAN PEMBANGUNAN DI DESA MANGKUBUMI KECAMATAN SADANANYA KABUPATEN CIAMIS
GAYA KEPEMIMPINAN KEPALA DESA DALAM MENINGKATKAN PEMBANGUNAN DI DESA MANGKUBUMI KECAMATAN SADANANYA KABUPATEN CIAMIS
Gaya Kepemimpinan yang relatif baru dalam studi-studi kepemimpinan adalah Gaya Kepemimpinan Kepala Desa Studi Kasus Kepemimpinan Kepala Desa Mangkubumi Kecamatan Sadananya Kabupate...
PENGARUH GAYA KEPEMIMPINAN TERHADAP KINERJA ORGANISASI DI KANTOR KOPERASI SIMPAN PINJAM TUNAS ARTHA MANDIRI CIAMIS
PENGARUH GAYA KEPEMIMPINAN TERHADAP KINERJA ORGANISASI DI KANTOR KOPERASI SIMPAN PINJAM TUNAS ARTHA MANDIRI CIAMIS
Penelitian ini berjudul “Pengaruh Gaya Kepemimpinan Terhadap Kinerja Organisasi di Kantor Koperasi Simpan Pinjam Tunas Artha Mandiri Ciamis.” Penelitian ini dilatarbelakangi oleh h...

Back to Top